Cintaku Kembali KepadaNya

Cintaku Kembali KepadaNya
Bab 16


__ADS_3

Begitu Bagus masuk ke dalam rumah dia segera memberikan tangan kanannya untuk dicium secara takzim oleh Talita. Dan Talita hanya memasang wajah datar saja untuk menyambut kedatangan suaminya.


"Dimana Kelvan Sayang?" tanya Bagus sambil duduk di sofa untuk melepaskan sepatu dan kaos kakinya.


"Mas, darimana?" bukannya menjawab pertanyaan sang suami Talita justru memberikan pertanyaan kepada Bagus.


Bagus pun berhenti sejenak dan mendongak ke arah Talita yang berdiri didepannya sambil mengerutkan kening, karena bingung dengan pertanyaan Talita.


"Kog darimana? Ya kerja kan." jawab Bagus sambil kembali melepaskan sepatunya.


"Kenapa jam segini baru pulang? Biasanya satu jam sebelumnya sudah ada dirumah. Mampir kemana dulu?" cecar Talita dengan berbagai pertanyaan.


"Kenapa Talita tanya gitu? Apa dia tahu kalau aku mampir terus ke rumah Ibu?" batin Bagus.


"Mas!" seru Talita karena Bagus hanya diam saja.


"Apa sih Dek? Mas kan baru aja sampai masih capek." jawab Bagus lirih karena tidak ingin bertengkar dengan Talita dan berdiri berjalan ke belakang untuk menaruh sepatu dan mencuci kaki serta tangannya.


"Mas belum jawab pertanyaanku. Mas mampir kemana?" tanya Talita sambil berjalan mengekori Bagus dibelakangnya.

__ADS_1


"Mampir kemana sih? Cuma mampir kerumah Ibu, gak kemana-mana." jawab Bagus akhirnya dia mengakui karena tidak ingin bertengkar hanya karena masalah sepele saja.


"Kenapa tiap hari kesana? Trus gak bilang sama aku juga." ucap Talita dengan kesal.


Bagus pun selesai mencuci kaki dan tangannya dan bersiap untuk makan. Sedangkan Kelvan sedang asyik menonton televisi tidak jauh darinya.


"Kelvano, sudah makan Nak?" tanya Bagus dengan sedikit berteriak kepada anaknya sambil membuka tutup saji makanan.


"Sudah Pah." jawab Kelvano.


"Mas..!" seru Talita sambil ikut duduk disamping Bagus yang sudah mulai mengambil makanan.


"Kenapa harus setiap hari ke rumah Ibu? Aku aja yang ijin mau ke rumah Ibuku Mas gak ijinin dengan alasan belum libur lah apalah dan sekarang Mas bahkan tiap ke rumah Ibu! Kenapa Mas? Kenapa?" tanya Talita dengan mata berkaca-kaca dan suara yang bergetar menahan tangis.


"Bukannya gak boleh ke rumah Ibu Dek, nanti kalau kamu pulang sendiri orang akan berpikir kalau kita ada masalah sehingga kamu pulang sendirian. Tapi kalau sama Mas kan orang gak akan berpikir macam-macam." jawab Bagus sesuai dengan apa yang ada dipikirannya.


"Sejak kapan Mas peduli dengan apa kata orang?" tanya Talita, karena Bagus sering berkata kepadanya untuk tidak mempedulikan apa kata orang.


Bagus pun menghela nafas pelan, bingung akan menjawab apa karena memang ini adalah kesalahannya. Bagus segera menyelesaikan makannya kemudian dia segera menaruh piring kotor di tempat cucian dan bersiap untuk mandi.

__ADS_1


"Kalau Mas gak peduli lagi sama aku, biarkan aku pulang ke rumah orang tuaku." ucap Talita tanpa menoleh ke arah Bagus yang melintas disampingnya.


Bagus pun berhenti tepat disamping Talita setelah mendengar perkataan Talita.


"Maksud kamu apa Dek?'' tanya Bagus memastikan, karena dia tidak ingin apa yang ada dipikirannya sesuai dengan pemikiran Talita.


"Mas lebih tahu apa maksud ku." jawab Talita, kemudian dia berdiri dan hendak berjalan untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Kalau ternyata apa yang kamu maksud sesuai dengan yang ada dipikiranku, silahkan pergi tapi jangan bawa Kelvano!" ucap Bagus tegas sambil menutup mata dan membelakangi Talita.


Talita pun berhenti kemudian dia menoleh sedikit ke belakang. Tanpa berucap kata dia kembali berjalan menuju ke kamarnya. Dan Bagus segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


...****************...


Wah... mulai perang dunia ke 3 ni 🤭


Tetap semangat kak 💪


Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2