
Seperti orang kalap, Dedy segera membuka semua kain yang menutupi tubuh Talita sehingga membuat tubuh Talita sudah polos. Dan hal itu tentu saja membuat junior Dedy semakin tegak menantang.
Dengan segera Dedy juga membuka seluruh bajunya hingga tidak tersisa sama sekali. Kemudian Dedy segera memberi rangsangan kepada Talita sebagaimana yang dia bisa dan hal itu juga cukup membuat gairah Talita semakin memuncak.
Tidak membutuhkan waktu lama penyatuan pun terjadi dan hal inilah pertama kalinya dirasakan oleh Dedy. Meskipun status Talita sebagai seorang janda tetapi tidak membuat daerah intinya terasa biasa saja karena Talita cukup bisa merawat diri. Dan tentu saja membuat Dedy merasa terpuaskan.
Kamar hotel tersebut menjadi saksi dimana penyatuan mereka terjadi. Dan tidak hanya sekali saja mereka melakukannya tetapi bahkan diulangi beberapa kali. Dan juga terkadang Talita lah yang mendominasi permainan karena untuk hal semacam itu seorang istri tidak boleh merasa malu karena memang dibutuhkan oleh pasangan suami istri untuk menjaga keharmonisan dan keintiman mereka.
...----------------...
Semalaman Bagus tidur di sofa ruang tamu rumah Bambang. Bambang merupakan orang yang sudah mandiri sejak remaja. Sehingga diusianya yang sekarang dia sudah bisa membangun rumah sendiri dengan tanah dan bangunan yang dibeli dari hasil usahanya sendiri. Tetapi meskipun rumah tersebut masih dekat dengan rumah orang tuanya tetapi cukup membuat Bambang bangga.
__ADS_1
Bagus malam itu sudah sangat mabuk berat, dia sampai tidak sadarkan diri. Sehingga Bambang dengan sekuat tenaga membawa Bagus pulang. Tentu saja tidak dirumah Bagus tetapi dirumah Bambang sendiri. Karena Bambang tidak mau semakin membuat Ibunya Bagus khawatir.
Bambang sengaja meletakkan Bagus diruang tamu tidak dikamar, karena selama membawa pulang Bagus, Bagus berkali-kali muntah sehingga membuat Bambang hanya meletakkan Bagus diruang tamu saja tidak dikamar.
Keesokan harinya, Bagus terbangun dan merasakan kepalanya begitu berat dan sangat pusing. Untuk membuka mata saja dia merasa kesusahan karena seakan bumi berputar. Dan Bagus hanya meringis sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Bambang yang pagi itu sudah rapi, terlihat membawa minuman hangat yang bisa membuat kadar mabuk seseorang berkurang. Bambang duduk di sofa sebelah Bagus dan kehadiran Bambang disadari oleh Bagus sendiri. Kemudian Bambang menyerahkan gelas yang berisi ramuan tersebut kepada Bagus.
"Setelah mabuknya berkurang, kamu bersih-bersih dulu pakai baju ku aja trus buruan pulang. Kasihan Ibu sama anakmu dari semalam nyariin kamu." ucap Bambang membuka obrolan, dia sambil merokok dan meminum kopi yang baru saja dia buat.
Mendengar itu Bagus pun terduduk karena merasa kaget, dan dia baru saja ingat bahwa semalam dia hanya pamit keluar saja bahkan tidak menghubungi Ibunya sama sekali setelah pergi apalagi ditambah tidak pulang kerumah. Bagus sudah bisa menebak pasti Ibunya dan anaknya begitu sangat mengkhawatirkannya.
__ADS_1
"Kamu gak bilang kan kalau aku mabuk?" tanya Bagus.
"Gak lah! Gila apa aku bilang kalau kamu mabuk!" jawab Bambang dengan kesal.
Bagus pun menghela nafas lega, kemudian dia meletakkan gelas dimeja didepannya dan mencari ponselnya. Dan benar saja disana ada banyak pesan dan panggilan tidak terjawab dari Ibunya.
Bagus pun mengusap wajahnya dengan kasar sebelum akhirnya dia beranjak untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏