
Seperti yang sudah disarankan oleh Bambang, Bagus pun melakukannya. Bagus sudah terbiasa dirumah Bambang sehingga Bambang tidak merasa khawatir jika Bagus ditinggal sendiri didalam rumah. Karena Bambang harus segera berangkat bekerja sedangkan Bagus hari ini tentu saja memilih ijin untuk tidak bekerja karena dia tidak ingin di tempat kerja nanti malah menjadi tidak fokus.
Dan benar saja begitu baru saja sampai didepan rumah, Bagus sudah disambut Ibu dan anaknya. Kelvano segera berlari menghampiri Papanya begitu motor Bagus berhenti kemudian segera meminta gendong.
Sembari menggendong Kelvano, Bagus berjalan menghampiri Ibunya yang pagi itu sedang duduk diteras sambil membawa makanan karena sedang menyuapi Kelvano. Bagus segera mencium tangan Ibunya dengan takzim.
"Maaf Bu, Bagus tidak memberi kabar tadi malam." ucap Bagus, kemudian menurunkan Kelvano untuk disuruhnya kembali bermain.
Ibunya Bagus tentu saja tahu, baju yang dipakai Bagus bukanlah bajunya dan Ibunya Bagus sudah bisa menebak bahwa itu mungkin bajunya Bambang. Apalagi insting seorang Ibu pasti tidak pernah salah.
Ibunya Bagus menghela nafas panjang sebelum menjawab perkataan Bagus. Bagus pun sudah bisa menebak pasti Ibunya tahu apa yang terjadi dengan Bagus semalam pun hanya bisa menunduk.
"Kamu gak perlu melakukan seperti ini Bagus. Kalau kamu seperti ini kamu hanya akan merusak hidupmu sendiri. Kalau memang kamu bilang sudah ikhlas, ya sudah tidak perlu kamu merusak diri kamu sendiri." ucap Ibunya Bagus menasehati.
Bagus hanya bisa diam seribu bahasa dan tertunduk.
__ADS_1
"Dan Ibu mau melihat kamu terakhir kalinya seperti ini! Ibu tidak mau lagi kamu semakin merusak dirimu sendiri." tegas Ibunya Bagus.
"Iya Bu." jawab Bagus.
Dan saat itu juga Bagus berjanji dalam hatinya sendiri bahwa dia sudah tidak akan mabuk-mabukan lagi. Dan tentang Talita, Bagus sudah benar-benar akan mengikhlaskannya kali ini. Bagus akan move on kembali demi hidupnya dan juga anaknya.
"Ya sudah sekarang kamu makan trus istirahat aja, pasti masih pusing kan?" tanya Ibunya Bagus.
Tentu saja Ibunya Bagus bisa melihat karena memang wajah Bagus masih terlihat pucat. Meskipun dia sudah membersihkan diri tetapi tetap saja aura mabuknya masih terlihat.
"Iya Bu, terima kasih banyak." jawab Bagus.
Karena benar apa yang dikatakan oleh Ibunya bahwa dia masih terasa pusing dan Bagus ingin seharian ini selama tidak bekerja Bagus ingin tidur seharian.
...----------------...
__ADS_1
Berbeda dengan Bagus, justru saat ini Talita sedang berbahagia. Setelah merasa puas melakukan penyatuan berkali-kali, Talita dan Dedy memilih berjalan-jalan sebentar di daerah Malioboro pada malam ini.
Memang tujuan mereka adalah untuk berbulan madu, tetapi mereka akan menggunakannya juga untuk liburan berdua dan untuk membeli oleh-oleh keluarga besarnya.
Talita dan Dedy juga menggunakannya untuk berfoto bersama ditempat-tempat yang cukup terkenal di Malioboro.
"Pa, habis ini kita makan gudeg ya?" ajak Talita.
"Iya Ma, kita isi tenaga dulu yang banyak biar nanti bisa beberapa ronde." bisik Dedy sengaja menggoda Talita.
Tetapi Talita malah mencubit lengan Dedy yang saat itu berjalan disamping Talita dan menahan rona merah dipipinya sedangkan Dedy hanya terkekeh saja.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
Selamat hari vote 🥰