
Akhirnya setelah meminta saran kepada kakak-kakaknya Bagus bahwa dia dan istrinya akan pindah ke kontrakan dan sebenarnya hampir semua keluarga tidak menyetujui keputusan itu tetapi Bagus meyakinkan kepada saudaranya bahwa dia masih tetap akan sering mengunjungi Ibunya yang tinggal dirumah sendiri dengan berat hati mereka pun melepaskan Bagus dan Talita serta baby Kelvano.
Waktu libur bekera Bagus pun menyewa jasa angkut pindahan rumah untuk membantu pindahan rumah. Dan kebetulan waktu itu dikontrakan teman Bagus masih kosong dan Bagus pun segera membayar biaya sewa agar bisa segera ditempati.
Jujur didalam hati kecil Bagus, sebenarnya dia tidak tega untuk meninggalkan Ibunya dirumah sendiri. Dan didalam hatinya dia berjanji bahwa nanti setiap hari dia pulang bekerja dia akan datang menemui Ibunya meskipun hanya sekedar mengunjungi ataupun memberikan sesuatu yang Ibunya butuhkan.
...****************...
Waktu terus berlalu dan benar saja bahwa Bagus setiap hari sepulang bekerja dia akan mampir ke rumah Ibunya dan hal itu tidak pernah sekalipun Talita ketahui karena Bagus tidak jujur kepadanya. Entah karena takut kepada Talita atau apa hanya Bagus sendiri yang tahu.
Saat ini Talita sedang bertelepon ria dengan teman bekerjanya dulu sebelum dia memutuskan untuk keluar bekerja. Dia sudah selesai menyelesaikan pekerjaan rumah sehingga dia bisa mempunyai waktu untuk bersantai.
"Wah anakmu cakep Ta! Pinter kamu bikin anak hahaha." canda Mbak Ajeng, yang memang sering berkata ceplas ceplos.
"Iya donk Mbak, bibitnya kan super hahaha." jawab Talita tidak kalah seru.
__ADS_1
"Iya percaya deh."
"Ow ya kamu beneran pindah ke kontrakan?" tanya Mbak Ajeng.
"Iya beneran Mbak, ayo kapan-kapan maen kesini." tawar Talita.
"Iya deh nanti kalau ada libur."
"Tapi kalau kamu uda ditinggal dikontrakan trus kenapa tiap hari bolak balik ke sini lagi? Gak capek?" tanya Mbak Ajeng.
"Maksudnya Mbak?" tanya Talita.
"Aku tiap sore ketemu Bagus, dia selalu ke rumah mertua kamu dan aku pernah ketemu juga Bagus beli banyak makanan untuk dibawa pulang." jawab Mbak Ajeng sesuai dengan yang dia tahu.
"Bukannya kamu juga ada di rumah mertua kamu?" tanya Mbak Ajeng karena Talita hanya diam saja setelah mendengar perkataannya.
__ADS_1
"I..iya Mbak aku juga ada kog." jawab Talita terbata.
"Eh Mbak udahan dulu ya ini anak ku bangun. Kapan-kapan aku telpon lagi." bohong Talita, karena pikirannya sudah kemana-mana setelah mengetahui kebohongan Bagus.
Akhirnya panggilan mereka pun berakhir. Dan Talita mencoba mencerna setiap perkataan dari Ajeng.
"Jadi Mas Bagus setiap hari datang ke rumah? Gak apa-apa sih mau datang tapi juga gak tiap hari kan. Aku aja tiap mau ajak pulang kerumah Ibu selalu aja ada alasannya. Apalagi bawa banyak makanan. Padahal tiap pulang gak pernah bawa apa-apa buat aku, kalau aku pengen aja harus keluar beli sendiri tapi harus nunggu dia pulang dulu." gumam Talita dengan kesal.
Dan tidak berapa lama terdengar suara motor milik Bagus dan benar saja Bagus pulang tidak membawa bungkusan apapun untuknya.
...****************...
Tetap semangat kak 💪
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah janhan lupa 🙏
__ADS_1