
Ayah Talita pun menghela nafas pelan, merasa kasihan juga dengan rumah tangga anaknya.
"Bu, coba panggilkan Talita kesini." ucap sang Ayah kepada istrinya.
Ibunya Talita pun menganggukkan kepala dan bangkit berdiri kemudian pergi ke kamar Talita.
Begitu sampai dikamar, sang Ibu mengetuk pintu kamar Talita dan memanggil namanya. Tetapi beberapa kali memanggil tidak ada sahutan dari dalam kamar. Akhirnya sang Ibu pun mencoba membuka pintu kamar yang ternyata tidak dikunci.
Ceklek..!
Ibunya Talita menengok ke dalam kamar Talita dan ternyata menemukan Talita yang tertidur pulas di ranjangnya.
"Pantesan aja dipanggil-panggil gak denger. Ternyata tidur." gumam sang Ibu, kemudian kembali menutup pintu kamar dan keluar dari kamar Talita untuk kembali ke ruang tamu dimana suami dan menantunya berada.
"Talita uda tidur Pak." ucap sang Ibu ketika sampai diruang tamu dan duduk kembali di sofa.
__ADS_1
"Ya sudah lebih baik kamu pulang dulu aja kasihan Kelvano kalau kamu menginap disini pasti dia akan mencari orang tuanya." ucap Ayah Talita kepada Bagus.
"Besok pulang kerja saja kamu kembali kesini ajak Kelvano juga dan kalian bicarakan baik-baik. Besok pagi Ayah sama Ibu akan bicara juga dengan Talita." lanjutnya.
Bagus pun berpikir sebentar, kemudian didalam hatinya dia membenarkan apa yang dikatakan oleh mertuanya.
Akhirnya Bagus pun pamit pulang. Jujur sebenarnya didalam hati dia merasa berat untuk pulang kerumah tanpa Talita. Karena mau bagaimanapun Talita sekarang sudah menjadi tanggung jawabnya, apalagi sudah ada buah hati diantara mereka.
Bagus sengaja pulang kerumah Ibunya, tidak mungkin dia kembali ke kontrakannya tanpa Talita. Dan Bagus akan berangkat bekerja besok pagi dari rumah Ibunya. Pakaian Bagus masih ada beberapa dirumah Ibunya karena tidak semua dia bawa ke kontrakannya.
Akhirnya Bagus pun kembali menutup pintu kamar Ibunya, dan dia menuju ke kamarnya dimana Kelvano sudah tertidur pulas disana. Bagus pun tidur disamping Kelvano, Bagus menatap lekat-lekat wajah Kelvano yang tidak jauh berbeda dengan wajah Talita.
Tiba-tiba saja mata Bagus berkaca-kaca dan hampir saja air matanya jatuh tetapi Bagus segera menepisnya dengan menghapus dengan ibu jarinya.
"Maafkan Papa ya Nak." lirih Bagus, kemudian mencium kening Kelvano dengan dalam.
__ADS_1
Setelah itu Bagus berbaring di sebelah anaknya dan kemudian beristirahat berharap besok ada harapan untuk rumah tangganya.
...----------------...
Keesokan harinya, Talita bangun seperti biasa dan dia membantu Ibunya memasak didapur untuk menyiapkan sarapan pagi itu.
Sang Ibu sengaja tidak memberi tahu Talita terlebih dahulu tentang kedatangan Bagus tadi malam. Karena biar nanti saja akan dibahas bersama dengan suaminya. Dan sang Ibu berusaha seperti biasa, seperti tidak ada sesuatu yang terjadi. Begitupun dengan Talita, dia juga tidak merasa curiga sama sekali. Karena dia memang tidak tahu menahu tentang kedatangan Bagus tadi malam.
Dan karena hal itu membuat Talita salah paham, karena dia berpikir bahwa Bagus memang sudah tidak sayang lagi kepadanya karena tidak datang menjemputnya untuk mengajaknya kembali pulang ke kontrakan. Dan karena hal itulah membuat Talita semakin yakin ingin menceraikan Bagus.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏
__ADS_1