
Waktu berlalu kehamilan Talita sudah semakin besar dan Bagus tidak lagi mengijinkan Talita untuk bekerja. Dan akhirnya Talita pun menurut, dia keluar dari tempat kerjanya dan berpamitan kepada semua teman-temannya yang sudah bekerjasama dengan baik.
Dan Bagus yang lebih banyak mengerjakan pekerjaan rumah, baik sebelum dia berangkat ataupun pulang bekerja. Seringkali Ibunya menyuruh Bagus untuk tidak lagi mengerjakan pekerjaan rumah tetapi Bagus menolaknya karena memang dia ingin mengerjakannya sendiri. Karena Bagus merasa 2 wanita yang ada dirumahnya harus dia sayangi. Karena yang satu Ibunya dan yang satu lagi istrinya yang saat ini sedang mengandung buah hatinya.
"Sudah Gus, tinggalin aja biar nanti Ibu atau istri kamu yang mengerjakan." ucap Ibunya Bagus kepada Bagus yang saat itu sudah selesai mencuci baju dan hanya tinggal menjemurnya saja.
"Tidak usah Bu, biar Bagus lanjutkan dulu ini sudah mau selesai." jawab Bagus tanpa meninggalkan kegiatannya.
Selesai menjemur pakaian Bagus masuk ke dalam kamar ternyata sudah ada pakaian untuk dia bekerja dan Talita lah yang menyiapkannya sedangkan Talita tidak ada dikamar, padahal Bagus menyuruhnya untuk dikamar saja jangan sampai kecapekan.
"Sayang, kamu dimana?" tanya Bagus sambil mencari Talita didapur.
Dan ternyata Talita berada didapur untuk membantu pekerjaan rumah, dia membuat minuman untuk Bagus dan juga mertuanya.
"Sayang kamu ngapain?" tanya Bagus sambil mendekat kepada Talita.
"Buat minuman Mas." jawab Talita.
__ADS_1
"Gak usah, biar Mas aja. Uda ayo kamu gak boleh capek-capek."
"Tapi Mas..."
"Uda ayo." jawab Bagus sambil menarik pelan Talita keluar dari dapur dan mendudukannya di meja makan.
"Duduk disini dulu, Mas mau mandi sebentar ya. Susunya jangan lupa diminum sudah Mas buatkan." ucap Bagus sambil berjalan ke kamar mandi karena dia akan segera mandi dan bersiap berangkat bekerja.
Talita hanya menganggukkan kepalanya, karena dia melihat diujung sang mertua memperhatikan interaksinya dengan Bagus baru saja. Dan terlihat dari pandangan matanya bahwa sang mertua sangat tidak menyukai.
"Enak ya bangun tidur sudah siap semua, tinggal makan tanpa capek-capek lagi." gumam Ibunya Bagus tepat didepan Talita. Meskipun hanya bergumam tapi sangat terdengar jelas oleh Talita, apalagi posisi duduk mereka yang berhadapan dan hanya dibatasi oleh meja saja.
Talita yang hampir meminum susunya pun seketika terhenti karena mendengar gumaman dari mertuanya. Dan Talita tidak mau terlalu pusing memikirkannya dia hanya diam saja apalagi ini masih pagi sangat menghindarkan dari rejeki jika harus bertengkar di pagi hari.
Tidak berapa lama Bagus selesai mandi, kemudian dia segera ikut bergabung dengan kedua wanita beda usia tersebut. Bagus duduk disamping Talita dan dengan sigap Talita segera mengambilkan makanan untuk suaminya. Sebenarnya Talita juga ingin mengambilkan untuk mertuanya tetapi ketika melihat tatapan mertuanya yang seakan tidak perlu dilayani, Talita pun mengurungkan diri.
Suasana hening tidak ada yang bersuara karena mereka semua sedang menikmati makan bersama. Tetapi buat Talita suasana seperti ini justru mencekam untuknya karena melihat sang mertua yang judes ketika hanya berdua saja dengannya.
__ADS_1
"Makan yang banyak Sayang biar sehat ya." ucap Bagus sambil menambahkan lauk daging ke piringnya.
Talita hanya mengangguk dan melirik ke arah mertuanya yang ternyata saat itu juga sedang melirik kepadanya tetapi buru-buru sang mertua mengalihkan pandangannya.
Beberapa saat berlalu kegiatan makan pun selesai, dan saat ini Bagus sedang bersiap dikamar bersama dengan Talita. Talita membantu Bagus bersiap.
"Mas aku minta ijin nanti siang ke rumah Ibu ya? Daripada dirumah sepi Mas, aku pengen ketemu Ibu dan Adik juga." ucap Talita meminta ijin.
"Bukannya gak boleh Dek, tapi Mas khawatir nanti kamu kenapa-kenapa. Lebih baik dirumah aja ya, nanti kalau Mas libur kita ke rumah Ibu seharian." jawab Bagus.
Dan Talita tidak berani menolaknya. Dia hanya pasrah. Kemudian dia mengantar Bagus untuk segera berangkat bekerja. Setelah Bagus berpamitan dengan kedua wanitanya, Bagus pun segera melajukan motornya untuk keluar dari halaman rumahnya. Melihat Bagus yang semakin menjauh, Talita menghela nafas panjang kemudian segera kembali masuk ke dalam rumah.
...****************...
Tetap semangat kak 💪
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏
__ADS_1