
Lusa pun datang juga, sesuai dengan janjinya Bagus benar-benar datang membawa Ibu beserta Kakaknya sebagai perwakilan dari Ayah Bagus yang sudah meninggal. Serta mengundang tokoh masyarakat setempat, dan memang kebetulan Bagus dan Talita bertetangga sehingga sangat memudahkan mereka dan tentu saja tetangga pun jadi tahu.
Acara lamaran pun berjalan dengan lancar dan sudah disepakati bahwa pernikahan akan dilaksanakan enam bulan ke depan karena memang menunggu agar Talita pulih terlebih dahulu. Dan kedua orang tua Talita pun menyetujuinya.
Keesokan harinya setelah semalam acara lamaran Talita dan Bagus berlangsung, banyak Ibu-ibu tetangga mereka yang bergosip ketika sedang berbelanja sayur ditukang sayur setiap paginya.
"Owalah baru tahu aku, ternyata Bagus itu sama Talita tow? Pantesan pas Talita kecelakaan kog Bagus sering datang kerumahnya, ternyata malah mau menikah." ucap Ibu Heru yang memang terkenal biang gosip didesa mereka.
"Iya saya juga baru tahu Bu, soalnya mereka berdua gak pernah terlihat bersama. Saya juga kaget semalam mereka lamaran." sahut Ibu Broto yang juga ikut menanggapi ucapan Ibu Heru.
"Ya sudah tow Bu biarkan saja, orang mereka juga masih sama-sama muda dan single. Lagian kita gak bisa nolak kalau memang itu jodoh kita." ucap Ibu Kristin yang memang selalu netral ketika ada gosip yang bermunculan.
"Iya Bu Heru dan Bu Broto, biarin aja lah itu kan hak mereka." ucap Ibu yang lain yang kebetulan juga mendengar gosip tersebut.
__ADS_1
Ternyata sedari tadi sebenarnya Ibunya Talita mendengar percakapan para tetangganya itu, tetapi Ibunya Talita memilih mendengarkan terlebih dahulu. Dan ini alasan Ibunya Talita menentang pernikahan dengan tetangga. Belum menikah saja sudah mendengar gosip tetangganya.
Ibunya Talita pun langsung ikut mendekat kepada Ibu-ibu tetangganya.
"Lagi pada ngomongin apa Ibu-ibu?" tanya Ibunya Talita pura-pura tidak tahu bahwa keluarganya lah yang sedang digosipkan.
"Ahh ini Bu, harga bahan-bahan naik semua. Ya kan bang?" jawab Bu Heru yang sebenarnya takut jika ketahuan dirinyalah yang memulai perbincangan tersebut.
"Mana saya tahu Bu." jawab tukang sayur.
Beberapa bulan berlalu, Bagus dan Talita sudah berjalan 80% untuk persiapan pernikahan mereka. Orang tua Bagus dan Talita sudah meminta tolong tetangga-tetangganya untuk membantu saat pernikahan nanti. Karena memang seperti itu adat di desa, yang banyak bekerja justru tetangga-tetangganya.
Untung saja meskipun bertetangga tetapi Bagus dan Talita memiliki RT yang berbeda, sehingga tetangga mereka yang akan membantu hajatan pun sesuai dengan RT masing-masing.
__ADS_1
Akhirnya hari pernikahan pun tiba, pagi ini dirumah Talita sudah ada banyak orang untuk menyaksikan Ijab Qobul pernikahan Bagus dan Talita. Dan Bagus pun sangat lancar dalam melafalkan Ijab Qobul untuk Talita. Akhirnya Bagus dan Talita pun sah menjadi suami istri.
Sore nanti acara resepsi dirumah Talita sedangkan keesokan harinya acara resepesi di rumah Bagus. Karena memang adat desa jadi tidak ada catering tetapi memakai jasa pemuda pemudi di desa untuk membantu menyajikan makanan kepada para tamu undangan.
Jujur saja sebenarnya para pemuda pemudinya pun harus bisa membagi waktu. Karena bagaimanapun kedua mempelai adalah tetangga mereka jadi mereka pun harus membantu baik dirumah pengantin pria maupun pengantin wanita.
...****************...
Pernah gak ya ngalamin kayak pemuda pemudi di desa kalau ada hajatan gitu?
Dulu waktu jaman masih muda itu seneng banget kalau ada acara hajatan gitu, jadi bisa ambil menu makanan dobel-dobel 🤭
Tetap semangat yok 💪
__ADS_1
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏