Cintaku Kembali KepadaNya

Cintaku Kembali KepadaNya
Bab 28


__ADS_3

Vita mengetuk pintu kamar Talita sambil sesekali memanggilnya. Hingga beberapa kali barulah Talita membukanya dengan disertai wajah khas bangun tidur dan tidak merasa bersalah sama sekali.


"Kenapa Vit?" tanya Talita sambil membuka lebar pintu kamar dan duduk diranjang seakan menyuruh Vita untuk masuk.


"Kamu gak kenapa-kenapa kan?" tanya Vita khawatir.


"Memangnya aku kenapa?" tanya balik Talita kepada Vita.


"Kita kan janjian jam delapan kamu ke kost ku tapi sampai sekarang kamu gak datang-datang malah ponselmu mati juga." jawab Vita menjelaskan.


Talita melirik jam didinding kamarnya yang menunjukkan hampir jam sembilan malam. Seketika dia pun ingat bahwa dia dan Vita memiliki janji.


"Astaga! Maafin aku Vit! Aku beneran lupa." seru Talita sambil menepuk jidatnya.


"Pulang kerja tadi aku langsung mandi trus siap-siap, aku sengaja charge ponsel dulu dan aku matikan habis itu aku rebahan sebentar karna aku pikir gak bakalan ketiduran. Tapi ternyata malah ketiduran." lanjut Talita menerangkan panjang lebar.


"Syukurlah kalau memang kamu gak kenapa-kenapa. Soalnya aku pikir kamu kenapa-kenapa makanya aku kesini." ucap Vita.


"Hehehe iya maaf." jawab Talita.


"Sebentar ya." ucap Vita.


Vita beranjak dari duduknya dan berjalan keluar sambil terlihat menghubungi seseorang. Ya, Vita tentu saja menghubungi Dedy yang dari tadi selalu mengiriminya pesan dan bertanya dimana Vita dan Talita. Karena sudah melebihi waktu janjian mereka tetapi Vita dan Talita belum juga datang. Dan sengaja sedari tadi Vita membiarkan Dedy menghubunginya karena dia juga sedang khawatir dengan Talita, ternyata yang dikhawatirkan malah sedang asyik tidur.


Melihat Vita yang berjalan keluar dan terlihat menelpon seseorang membuat Talita bingung, tetapi kemudian Talita membiarkannya dia juga beranjak dari duduknya untuk mencabut ponsel yang sedari tadi dia isi daya. Dia nyalakan, begitu nyala ternyata banyak pesan dan panggilan tidak terjawab dari Vita.

__ADS_1


Ternyata Dedy masih setia menunggu Vita dan Talita. Meskipun sebenarnya dia sudah ingin pulang saja tetapi hati kecilnya mengatakan bahwa dia harus menunggu sebentar lagi.


Begitu mendengar ponselnya berdering dan ternyata nama Vita yang terpampang dilayarnya, dengan segera Dedy menjawabnya.


"Halo kalian dimana Vit? Kog gak datang-datang? Apa ada masalah?" tanya Dedy bertubi-tubi.


Jujur saja dia juga merasa sungkan jika harus membuat wanita malam-malam mendatanginya ke angkringan yang notabene angkringan adalah kebanyakan tempat nongkrong anak laki-laki. Meskipun tidak banyak juga anak perempuan yang suka nongkrong di angkringan.


"Iya sabar, cuma ada sedikit masalah tadi tapi sekarang uda aman kog." jawab Vita.


Terdengar helaan nafas lega dari Dedy, karena hampir saja pikiran buruknya menghantui. Karena bagaimanapun dia sudah berteman sejak kecil dengan Vita jadi dia sudah menganggap Vita sebagai saudaranya sendiri.


"Sekarang kamu dimana? Uda pulang belum?" tanya Vita.


"Gak juga sih sebenarnya, besok kita masuk siang jadi gak masalah kalau kita ketemu sebentar aja." jawab Vita.


Karena Vita juga merasa kasihan kepada Dedy, yang sudah jauh-jauh datang ke kost nya tetapi tidak jadi bertemu dengan Talita. Meskipun Dedy seorang lelaki dan hal seperti itu adalah wajar, tetapi tetap saja Vita masih memiliki hati.


"Ow gitu, ya uda aku tunggu kalau gitu." jawab Dedy.


Akhirnya panggilan pun berakhir. Vita segera kembali ke kamar Talita dan menemukan Talita yang sedang memainkan ponselnya.


"Yuk cabut sekarang?" ajak Vita.


"Jadi ke angkringannya?" tanya Talita yang bangkit berdiri dan hendak mengikuti Vita.

__ADS_1


"Jadi donk, kan kita uda janjian." jawab Vita.


"Iya sih mumpung aku laper juga habis bangun tidur hehe." ucap Talita.


"Huuu dasar memang tukang makan dan tukang tidur." ejek Vita.


Tetapi hal itu tidak membuat Talita sakit hati, karena memang sudah biasa mereka saling mengejek satu sama lain tanpa ada sakit hati.


"Tapi tar bayarin ya? Kan kamu yang ngajak aku." tawar Talita.


"Beres. Pokoknya kamu mau makan apa aja pasti gratis buat kamu." jawab Vita yakin.


Karena Vita berpikir pasti nanti Dedy yang akan membayari mereka, bagaimanapun Dedy adalah seorang lelaki yang sedang mendekati targetnya tentu saja ingin terlihat hebat didepan targetnya.


Tapi Talita tidak tahu apa yang dimaksud oleh Vita. Dia hanya berpikir memang Vita lah yang akan membayarinya nanti.


"Yang bener?" tanya Talita meyakinkan dengan berbinar.


Vita hanya mengangguk sambil tersenyum. Kemudian mereka pun segera keluar dari kamar Talita dan menguncinya kemudian segera berjalan menuju angkringan yang sudah menjadi tempat janjian antara Vita, Dedy dan Talita.


...****************...


Tetap semangat yuk kak 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa kak 🥰

__ADS_1


__ADS_2