Cintaku Kembali KepadaNya

Cintaku Kembali KepadaNya
Bab 7


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, akhirnya Talita diijinkan untuk pulang dan melakukan rawat jalan dirumah. Tetapi dia masih belum bisa berjalan pasca operasi, dan setiap 3 hari sekali ada perawat yang akan datang kerumahnya untuk mengganti perban.


Saat ini Ibunya Talita sedang menyuapi Talita dikamar.


"Gimana masih sakit?" tanya Ibunya Talita sambil menyuapi.


"Kadang masih nyeri bu." jawab Talita.


"Ya sudah buat pelajaran aja, besok-besok hati-hati kalau naik kendaraan." ucap Ibunya Talita menasehati.


"Iya, maafkan Talita ya Bu." jawab Talita sendu.


"Ow ya Kamu ada hubungan sama Bagus?" tanya Ibunya Talita setelah mereka sama-sama terdiam untuk beberapa saat.


Karena memang setelah kejadian di rumah sakit itu Ibunya Talita belum menanyai kejelasan hubungan mereka berdua dan baru saat ini mencoba bertanya.

__ADS_1


"Maaf bu." lirih Talita. Bukannya menjawab pertanyaan dari Ibunya tetapi justru malah meminta maaf. Dan dari jawaban Talita, Ibunya pun bisa menyimpulkan bahwa memang benar mereka memiliki hubungan.


"Tapi kan kamu tahu sendiri, Ibu tidak setuju kalau anak-anak Ibu menikah dengan tetangga. Dan kamu sudah tahu kan apa alasan Ibu." ucap Ibunya Talita mencoba mengungkapkan ketidaksukaannya.


"Iya Talita sudah tahu Bu, tapi Mas Bagus baik kog orangnya Bu. Ibunya kemarin pas datang di rumah sakit juga sampai ikut nangis lihat keadaan ku Bu. Ibunya terlihat sangat sayang sama aku. Kalau dekat kan nanti aku bisa pulang kapan aja." ucap Talita panjang lebar.


Ibunya Talita pun hanya bisa menghela nafas panjang. Mau menentang pun rasanya akan percuma karena Talita sudah mempunyai pikiran jauh ke depan.


...****************...


Saat ini seperti biasa Bagus ada dirumah Talita sepulang dari dia bekerja. Dan tidak lupa dia membawa makanan ringan untuk adik-adik dan keluarga Talita. Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Maaf, Pak Bu sebelumnya saya mau minta ijin besok lusa mau mengajak Ibu saya datang ke rumah mau melamar Talita apakah diijinkan?" tanya Bagus dengan tegas tidak ada keraguan sama sekali dari perkataannya.


Kedua orang tua Talita pun saling pandang. Apakah sudah saatnya memang mereka harus melepaskan Talita dengan cara menikah dengan orang lain? Apalagi dengan tetangga sendiri, yang sudah sejak awal ditentang mereka? Pikirnya.

__ADS_1


"Kamu yakin mau menikahi anak Bapak? Kamu tahu sendiri kan keadaannya sekarang, kakinya sudah cacat mungkin akan bisa berjalan lagi dalam waktu yang tidak sebentar. Apakah kamu siap menerima kekurangannya?" tanya Pak Parman.


"Saya siap Pak dengan keadaan Talita yang seperti apapun. Dan nanti saya tidak mengijinkan dia bekerja kembali ketika sudah menjadi istri saya." jawab Bagus dengan yakin.


Pak Parman pun menganggukkan kepalanya beberapa kali. Sedangkan Ibunya Talita memilih diam saja, jujur saja dalam hati kecilnya masih mengganjal tetapi beliau juga tidak memiliki hak sepenuhnya untuk kebahagiaan Talita.


"Ya sudah kalau kalian memang sudah memikirkannya matang-matang. Bapak harap kamu mau menjaga Talita dengan baik. Jika suatu saat kamu sudah tidak sayang lagi kamu harus mengembalikan dia baik-baik kepada kami karena kamu memintanya juga dengan cara baik-baik." ucap Pak Parman panjang lebar.


"Iya baik Pak. Dan saya tidak akan mengembalikan Talita kepada Bapak jika bukan Talita sendiri yang memintanya." jawab Bagus dengan tegas dan serius.


Kemudian dia melihat ke arah Talita dan tersenyum tipis kepadanya. Sedangkan Talita merasa Bagus sangat keren karena berani meminta langsung kepada kedua orang tuanya.


...****************...


Tetap semangat yok 💪

__ADS_1


Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏


__ADS_2