Cintaku Kembali KepadaNya

Cintaku Kembali KepadaNya
Bab 11


__ADS_3

Sebelum menikah dengan Bagus, Talita berkeyakinan Kristen dan semua anggota keluarganya juga berkeyakinan sama. Sedangkan Bagus sendiri berkeyakinan islam. Tetapi ketika Talita memutuskan untuk menikah dengan Bagus, Talita memilih untuk berpindah keyakinan mengikuti Bagus. Sehingga sebelum mereka menikah Talita sudah berpindah keyakinan dengan melakukan persyaratan yang ada.


Sebenarnya seluruh anggota keluarga Talita pun sangat menyayangkan hal tersebut, dan berusaha meyakinkan Talita agar berpisah dengan Bagus tetapi Talita tetap bersikeras ingin tetap bersama dengan Bagus. Akhirnya seluruh anggota keluarga Talita pun merestui.


Sedangkan Bagus merupakan tipe orang yang menyayangi pasangannya apalagi pasangan yang memang pilihannya sendiri. Tetapi dia juga merupakan seorang anak dari single parent yang tidak bisa meninggalkan Ibunya begitu saja, karena dia juga menyayangi Ibunya.


Sore harinya Kakaknya Bagus pun berpamitan, karena memang dia hanya mampir saja.


"Gak nunggu Adik kamu dulu, paling sebentar lagi juga pulang." ucap Ibunya Bagus yang mengantar anak Sulungnya kedepan.


"Gak usah Bu, salam aja buat Bagus." jawab Kakaknya, kemudian segera memakai helm nya dan melajukan motornya setelah mendapat jawaban dari Ibunya.


Begitu Kakaknya Bagus hilang dari pandangan, Ibunya pun kembali masuk ke dalam rumah setelah memastikan menutup dan mengunci pintu dan kebetulan melewati kamar Talita.


"Istirahat dulu aja lah, enak banget yang dari tadi cuma tidur." ucap Ibunya Bagus ketika lewat didepan kamar Talita dengan suara yang tidak terlalu keras tetapi untuk Talita yang sedang berada didalam kamar cukup jelas mendengarnya.


Entah sengaja atau tidak Ibunya Bagus berkata seperti itu dan entah apa tujuannya, Talita juga tidak tahu. Talita hanya diam saja, dan dia kembali tidak memikirkan hal itu.

__ADS_1


Tidak berapa lama, terdengar suara motor Bagus yang menandakan bahwa Bagus sudah pulang dari bekerja. Mendengar itu Talita segera bersiap untuk menyambut kepulangan suaminya.


"Capek Mas?" tanya Talita sambil mengambil tangan Bagus untuk dicium punggung tangannya kemudian Bagus pun membalas dengan mencium kening Talita.


Belum sempat Bagus menjawab tiba-tiba Ibunya sudah ada disana.


"Sudah pulang Le? Mandi dulu habis itu baru makan." ucap Ibunya perhatian.


"Iya Bu." jawab Bagus.


"Talita juga makan dulu ya, jangan tidur terus. Istrimu diajak makan juga ya tadi sudah Ibu suruh makan tapi katanya nungguin kamu." ucap Ibunya Bagus yang juga perhatian terhadap Talita, entah perhatian yang sesungguhnya atau tidak.


Genggaman tangan Bagus membuat Talita kembali tersadar setelah memikirkan sikap mertuanya ketika Bagus ada dan tidak ada begitu berbanding terbalik.


Bagus pun menggandeng tangan Talita dan dibawanya ke kamar. Sebelum mandi Bagus masuk ke dalam kamar dulu karena ingin meletakkan tas dan juga jam tangan.


Talita duduk dipinggir ranjang sambil memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh Bagus. Jujur saja dalam hati ingin sekali Talita menceritakan kejadian dimana mertuanya tersebut mengadu ke Kakak Iparnya karena menurut Talita tidak menutup kemungkinan bahwa bisa saja suatu saat mertuanya itu akan mengadu kepada Bagus dan akan mengadu domba rumah tangga mereka.

__ADS_1


Bagus yang tidak sengaja melihat Talita melamun dari pantulan cermin pun segera menghampirinya dan duduk berjongkok didepannya.


"Ada apa Dek? Apa ada sesuatu? Dari tadi Mas lihat kamu seperti tidak senang. Apa perutnya sakit?" tanya Bagus khawatir.


Memang segitu perhatiannya suaminya ini, sehingga Talita pun mengurungkan niatnya untuk menceritakan kejadian siang itu. Dan karena hal tersebut baru satu kali ini Talita dengar, maka Talita tidak ingin memperpanjangnya lagi.


"Gak apa-apa kog Mas, cuma tadi kan libur jadi bingung mau ngapain gak ada teman." jawab Talita bohong sambil terkekeh supaya Bagus percaya kepada ucapannya.


"Ow ya sudah kalau begitu. Tapi janji ya kalau ada apa-apa jangan dipendam sendiri. Ada Mas, ceritakan semuanya sama Mas ya." ucap Bagus.


Talita hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Setelah itu Bagus pun pergi ke kamar mandi. Sambil Bagus mandi, Talita jadi berpikir apakah nanti jika Bagus mengetahui bahwa Ibunya seperti itu akan tetap bisa bersikap lembut kepadanya apa justru Bagus akan lebih memilih Ibunya daripada dia.


...****************...


Selamat hari vote kak 🥰


Tetap semangat yok 💪

__ADS_1


Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏


__ADS_2