
Dua bulan berlalu..
Dedy dan Talita mengurus surat-surat untuk syarat mereka menikah. Ya, setelah lamaran tersebut keluarga Dedy khususnya memutuskan untuk segera menggelar pernikahan antara Dedy dan Talita.
Saat ini keduanya sedang berkonsultasi dengan Pendeta yang akan memberkati pernikahan mereka nanti. Mereka akan diberkati di gereja dimana sejak kecil Talita tumbuh Imannya.
"Kami siap melayani pemberkatan pernikahan kalian." ucap Pak Pendeta tersebut.
"Terima kasih banyak Pak." jawab Dedy sambil terlihat bahagia.
Akhirnya pengurusan surat-surat mereka pun dibantu oleh Pendeta tersebut.
...----------------...
Sebagai seorang tetangga tentu saja kabar tentang pernikahan kembali Talita dengan seseorang sudah menjadi rahasia umum. Dan tentu saja orang tua Bagus dan Bagus sendiripun sudah mendengarnya.
Dan saat ini Bagus sedang libur bekerja, seperti biasa dia akan seharian dirumah bersama dengan anak dan Ibunya. Tetapi tidak jarang juga Bagus menghabiskan waktu berdua dengan Kelvano untuk pergi keluar.
__ADS_1
Kelvano sedang bermain mobil-mobilan diteras rumah, sedangkan Bagus terlihat duduk di teras sambil merokok dan mengawasi Kelvano yang bermain. Disana juga terlihat segelas kopi yang sudah mulai dingin dan rokok yang sudah hampir habis karena terkena angin tanpa dihisap oleh Bagus.
Bagus terlihat melamun. Tentu saja dia merasa sedih bagaimanapun Talita adalah Ibu dari anaknya dan sejujurnya Bagus juga masih mencintai Talita terbukti bahwa Bagus mengabulkan permintaan Talita untuk bercerai, hal itu adalah salah satu bukti bahwa Bagus mencintai Talita.
Ibunya Bagus pun menghampiri Bagus yang terlihat menyedihkan tersebut kemudian memegang bahu Bagus dengan pelan agar Bagus tidak kaget. Tetapi meskipun pelan Bagus tetap merasa kaget karena dia sedang melamun.
"Eh.. Ibu." ucap Bagus yang salah tingkah karena ketahuan oleh Ibunya bahwa dia sedang melamun.
"Ibu tahu apa yang kamu rasakan Le. Tapi mau bagaimana lagi kita tidak bisa melawan takdir. Itu berarti Talita bukan jodoh kamu dan kamu harus mengikhlaskannya." Ibunya Bagus memberi wejangan kepada Bagus.
"Sudah saatnya kamu bangkit! Lihatlah anak kecil itu yang tidak tahu apa-apa tetapi menjadi korban keegoisan kedua orang tuanya. Apakah kamu mau melihatnya semakin terluka jika kamu tidak berusaha bangkit untuk diri kamu sendiri?" tanya Ibunya Bagus sambil menunjuk Kelvano yang sedang bermain.
Tiba-tiba saja Bagus bangkit dari duduknya dan menghampiri Ibunya yang saat itu duduk didepannya. Bagus segera sujud dikaki sang Ibu.
"Maafkan Bagus Bu.." ucap Bagus sambil menangis tersedu-sedu.
"Tidak ada yang salah denganmu Nak. Semua memang sudah digariskan olehNya." jawab sang Ibu dengan mengelus sayang kepala anaknya yang masih betah berada dipangkuannya.
__ADS_1
Kelvano yang saat itu sedang bermain, fokusnya teralihkan karena melihat Papanya yang sedang menangis dipangkuan Utinya. Kelvano segera menghampiri mereka.
"Uti, kenapa Papa menangis? Apa Uti memarahi Papa?" tanya Kelvano dengan wajah polosnya.
Mendengar pertanyaan anaknya, Bagus segera mengangkat kepalanya kemudian memeluk Kelvano dengan erat dan tangisnya pun semakin meledak.
"Maafkan Papa ya Nak." lirih Bagus sambil menciumi Kelvano dengan sayang.
Melihat anak dan cucunya membuat hati seorang Ibu tersentuh, bahkan Ibunya pun ikut menitikkan air mata.
"Suatu saat pasti kamu bisa mendapatkan pengganti yang lain Le. Dan kamu berhak bahagia." batin dan doa tulus dari seorang Ibu kepada anaknya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1