
2 jam sebelum Linda berangkat bekerja, Talita pun pulang kerumah. Disana Ibunya terlihat sedang menunggunya.
"Kamu darimana?" tanya Ibunya begitu Talita masuk ke dalam rumah.
"Dari kost nya Ayu." jawab Talita sambil berlalu pergi ke kamar Linda untuk memberikan kunci motornya.
"Lhoh kamu gak menemui Kelvano?" tanya Ibunya Talita yang mengikuti kemana Talita pergi.
"Gak." jawab Talita santai.
Sang Ibu hanya bisa menggelengkan kepala karena memang Talita benar-benar keras kepala.
"Ibu mau bicara sama kamu." tegas Ibunya dan mengajak Talita untuk duduk diruang tamu.
Mendengar Ibunya yang sudah berbicara dengan tegas itu artinya memang ada hal serius yang akan dibicarakan sehingga Talita mengikuti perintah Ibunya.
Keduanya pun duduk bersama dan saling berhadapan. Ibunya Talita pun menatap Talita dengan dalam. Seolah saling mengatakan satu sama lain.
"Sebenarnya kamu ingin gimana dengan Bagus?" tanya Ibunya secara langsung.
__ADS_1
Talita pun menghela nafas pelan, sepertinya ini adalah waktunya untuk memutuskan bahwa dia ingin berpisah dengan Bagus.
"Talita mau pisah aja sama Mas Bagus Bu. Sepertinya memang tidak bisa dipertahankan lagi. Karena secara tidak langsung Mas Bagus sudah memilih Ibunya daripada keluarga kecilnya padahal dia jelas-jelas sudah berkeluarga." jawab Talita.
Jujur saja hal itu membuat Ibunya kaget, karena sang Ibu pun tidak pernah berharap kehidupan rumah tangga anaknya akan kandas ditengah jalan.
"Kamu yakin dengan keputusan kamu?" tanya Ibunya mencoba menyadarkan Talita sebelum hal itu benar-benar terjadi.
"Talita yakin Bu. Talita akan kembali bekerja. Karena beberapa teman Talita sudah menawarkan pekerjaan." jawab Talita dengan yakin.
"Bagaimana dengan Kelvano?" tanya Ibunya lagi, dan kali ini mengatasnamakan anaknya supaya Talita benar-benar tersadar.
"Jika nanti pengadilan memutuskan Kelvano dengan Talita ya Talita akan bertanggung jawab Bu." jawab Talita.
"Tapi jika pengadilan memutuskan Kelvano dengan Mas Bagus ya apa boleh buat." lanjut Talita.
"Ibu sudah menasehati kamu bahkan Ayah juga sudah memperingatkan kamu jangan sampai nanti suatu saat kamu menyesal dengan keputusan kamu. Karena apapun keputusan yang kamu ambil itu semua ada konsekuensinya masing-masing." nasihat Ibunya Talita.
"Iya Bu, Talita mengerti." jawab Talita.
__ADS_1
Dan Talita merasa tenang setelah mengutarakan isi hatinya kepada sang Ibu.
Tetapi tanpa sepengetahuan keduanya ternyata sedari tadi Linda menguping dibalik pintu kamarnya yang jelas saja dia bisa mendengar apa yang dibicarakan oleh Ibu dan Kakaknya.
Sebagai seorang Adik tentu saja Linda merasa sedih dengan kehidupan rumah tangga Kakaknya yang bagaikan diujung tanduk. Meskipun dia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Linda pun beranjak dari dekat pintu menuju ranjangnya. Dia kemudian duduk disisi ranjang dan menghela nafas panjang.
"Tuhan apakah ini merupakan karma Mu?" lirih Linda dengan penuh sesal dan mata berkaca-kaca.
Linda pun menyerahkan permasalahan rumah tangga Kakaknya kepada sang pemilik hidup. Dia hanya berharap apapun yang akan terjadi itulah yang terbaik buat mereka.
Linda pun kemudian bersiap akan berangkat bekerja. Sehingga dia segera keluar dari kamarnya setelah memastikan tidak ada yang tertinggal.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1