
Selesai ibadah Vita dan Talita masih terlihat masih berkonsultasi dengan Pendeta. Dan ternyata Dedy juga masih ada disana. Dia berpura-pura menata peralatan musik yang baru saja dipakai untuk pelayanan sambil dia curi-curi pandang kepada Talita.
Sebenarnya bisa saja Dedy meminta Vita untuk mengenalkannya tetapi Dedy lebih memilih untuk memperhatikannya terlebih dahulu.
Selesai Talita berkonsultasi Dedy segera menghampiri mereka.
"Hai Vit! Tumben kamu pulang?" tanya Dedy berbasa basi.
Memang biasanya Vita jarang pulang karena dia harus kost di jauh apalagi tempat kerjanya yang jarang sekali libur di hari Minggu.
"Hai Dedy! Iya ni mumpung libur." jawab Vita sambil menyalami Dedy.
Dedy melirik ke arah Talita dan tentu saja Vita tahu apa yang dimaksud oleh Dedy.
"Ow iya Dedy, kenalin ini teman ku namanya Talita." ucap Vita mengenalkan Talita kepada Dedy.
Talita dan Dedy pun saling tersenyum kemudian berjabat tangan dan menyebutkan nama mereka masing-masing.
Awalnya Talita biasa saja dalam menanggapi perkenalan tersebut, karena dia masih trauma dengan rumah tangganya yang kandas di tengah jalan. Apalagi Dedy adalah seorang pria lajang yang umurnya pun masih sangat dibawahnya, malahan bisa dikatakan seperti Linda adiknya bahkan masih dibawah Linda sedikit.
Jadi menurut Talita dia hanya ingin menambah banyak teman saja tanpa memikirkan perkenalan serius dengan seorang cowok. Meskipun usianya masih cukup muda jika dia ingin menikah lagi. Tetapi tidak untuk saat ini, pikir Talita.
Vita dan Talita pun berpamitan kepada Dedy untuk pulang kerumah. Dan sambil berjalan menuju ke rumah Vita, mereka saling mengobrol.
__ADS_1
"Gimana perasaan kamu Ta, setelah kita sharring dengan Pak Pendeta?" tanya Vita.
"Puji Tuhan Vit, hatiku uda cukup lega sekarang." jawab Talita.
Karena benar apa yang dikatakannya, Talita merasa cukup lega sekarang setelah dia bisa sharring dengan Pendeta. Karena selama ini dia cukup menyimpan sendiri apa yang dirasakannya. Talita tidak ingin menceritakan kepada kedua orang tuanya karena bagaimanapun orang tuanya sudah menanggung beban ketika Talita memutuskan untuk bercerai sehingga Talita tidak mau membebani kembali pikiran kedua orang tuanya.
Dan saat ini Talita sudah bersiap akan kembali pulang kerumahnya, malam ini dia akan tidur dirumahnya dan besok pagi akan kembali berangkat bekerja dari rumah saja.
"Kamu yakin gak nginep disini lagi? Besok kita berangkat bareng." ucap Vita yang mencoba memberi masukan kepada Talita.
"Makasih banyak Vit, aku pulang aja besok pagi langsung berangkat dari rumah. Kangen juga ni sama ortu hehe." jawab Talita.
Kemudian Talita pun pamit kepada seluruh keluarga Vita yang sudah baik menyambutnya dirumahnya dan tidak lupa dia juga mengucapkan terima kasih.
Setelah mengantar Talita didepan, Vita segera masuk ke dalam rumah. Tetapi begitu akan masuk Vita mendengar suara sepeda motor gede yang tidak asing buatnya.
"Lhoh Dedy, tumben kesini? Ada apa?" tanya Vita kepada Dedy yang baru saja membuka helm nya dan turun dari motor gedenya.
"Sorry Vit, malam-malam datang ke rumah. Ehm.. Aku mau kenalan sama Talita bisa?" tanya Dedy langsung pada tujuannya datang ke rumah Vita.
"Mau kenalan sama Talita?" tanya Vita meyakinkan.
"Iya." jawab Dedy yakin.
__ADS_1
"Kamu telat Dedy, Talita baru aja pulang. Ini aku mau masuk rumah habis nganterin dia didepan." ucap Vita apa adanya.
Seketika Dedy pun menjadi lemas karena tujuannya ingin segera berkenalan jadi terkendala.
"Duduk dulu aja, aku mau kasih tahu kamu sesuatu." ajak Vita, kemudian keduanya duduk bersebelahan diteras rumah Vita.
"Talita sebenarnya sudah menikah tapi dia baru saja bercerai dan dia saat ini pisah dengan anaknya karena anaknya ikut dengan mantan suaminya." ucap Vita.
Bukannya Vita ingin membuka aib Talita didepan Dedy, tetapi menurutnya Dedy harus tahu lebih dulu sebelum dia benar-benar mendekati Talita.
Dan Dedy pun mendengarkan apa yang dikatakan Vita dengan baik. Dia tidak menyelanya sama sekali.
"Apalagi umur kalian pun terpaut jauh. Memang benar jika jodoh tidak akan memandang usia. Apalagi saat ini Talita mulai ingin belajar lagi untuk dekat kepada Tuhan. Karena selama dia memutuskan menikah dia berpindah agama demi mengikuti mantan suaminya." lanjut Vita.
"Kalau memang kamu serius sama Talita, kamu doakan dengan sungguh-sungguh dan kamu harus bisa bawa dia untuk semakin mendekat kepada Tuhan. Dan itu akan menjadi tugas kamu." pungkas Vita dengan menepuk pelan bahu Dedy.
Dedy pun terdiam beberapa saat memikirkan apa yang dikatakan Vita memang ada benarnya.
"Oke, terima kasih buat sarannya Vit. Aku akan doakan dengan sungguh-sungguh dulu dan menunggu apa jawaban Tuhan buat aku." ucap Dedy dengan tersenyum.
Akhirnya Dedy pun berpamitan untuk pulang ke rumah. Meskipun dia dibilang muda untuk menikah, tetapi dia memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Jadi tidak masalah baginya jika harus menikah di usia muda apalagi pasangannya lebih tua darinya. Karena menurutnya yang penting mereka seiman dan bisa berjalan bersama-sama menuju Tuhan.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏