
Keesokan harinyasesuai dengan janjinya, Bagus pun datang kerumah orang tua Talita bersama dengan Kelvano. Disana dia disambut dengan hangat oleh orang tua Talita tetapi tidak Talita sendiri. Dia justru cuek melihat kedatangan suami dan anaknya tersebut. Dan hal itu malah membuat Kelvano yang mulai takut kepada Talita Ibunya sendiri.
Kebetulan hari itu Linda libur bekerja. Dan mengetahui bahwa orang-orang dewasa akan membicarakan masalah yang serius, Linda berinisiatif untuk mengajak Kelvano pergi jalan-jalan. Jujur saja Linda merasa kasihan dengan Kelvano. Dia yang masih kecil tidak tahu apa-apa hanya menjadi korban keegoisan kedua orang tuanya. Jika bisa memilih pasti Kelvano juga tidak ingin dilahirkan dari orang tua seperti Bagus dan Talita, yang pada akhirnya malah membuatnya terluka.
Karena memang Linda menyayangi Kelvano dengan tulus, Linda mengajak Kelvano kemanapun dia mau. Mereka pergi ke pasar malam, membeli mainan dan bahkan apapun yang Kelvano inginkan. Malam itu Kelvano terlihat sangat bahagia bersama dengan Linda.
Tetapi ditengah kebahagiaan Kelvano, dirumah orang tua Talita justru sedang memanas. Talita yang bersikeras untuk meminta cerai kepada Bagus dan Bagus yang bersikeras untuk mempertahankan Talita.
"Pokoknya kita cerai aja Mas! Rumah tangga kita uda gak bisa diselamatkan lagi." ucap Talita dengan tegas.
"Jangan gitu Dek, kamu gak lihat Kelvano? Kasihan Kelvano." jawab Bagus dengan lembut.
Bagus masih berusaha mempertahankan kewarasan yang dia miliki supaya bisa mempertahankan rumah tangganya.
"Iya Talita, jangan gegabah dalam mengambil keputusan." ucap Ibunya Talita yang juga ikut membujuk Talita.
Tetapi dasar Talita yang memang keras kepala, sekali dia bilang cerai maka keputusan cerailah yang dia minta.
"Ya sudah kalau itu memang mau kamu Dek, Mas akan mengurusnya. Dan Mas harap setelah kita bercerai kamu gak usah lagi menemui Kelvano. Karena Mas yang akan membesarkan Kelvano sendiri." ucap Bagus tidak kalah tegas dengan keputusan Talita.
Akhirnya Bagus pun menyetujui keinginan Talita dan bahkan bersedia untuk mengurus perceraian tetapi dia ingin bahwa hak asuh anak jatuh ditangannya bukan ditangan Talita. Karena sekuat tenaga dia mempertahankan rumah tangga seorang diri sedangkan pasangannya tidak menginginkan hal tersebut, maka kedepannya tetap saja rumah tangga mereka tidak akan sehat.
__ADS_1
"Baiklah, aku tunggu surat cerainya." jawab Talita setelah terdiam beberapa saat.
Tentu saja Talita mempertimbangkan keputusan Bagus. Di satu sisi dia memang ingin bercerai tetapi disisi lain dia tidak ingin kehilangan anaknya. Tetapi kemudian Talita berpikir bahwa pasti Kelvano tidak akan mungkin melupakannya sebagai Ibunya.
Dan bersamaan dengan itu Linda dan Kelvano pulang. Kelvano membawa beberapa kantong plastik yang berisi mainan dan makanan yang tadi dia beli. Dan jelas terlihat dari wajahnya bahwa Kelvano sangat bahagia.
"Ayo Kelvano kita pulang." ajak Bagus kepada Kelvano yang saat itu duduk disampingnya.
Kelvano memilih duduk disamping Bagus karena Kelvano melihat dari wajah Talita yang terlihat kesal. Seorang anak pasti bisa tahu bagaimana keadaan hati orang tuanya hanya dengan melihat dari wajahnya saja. Dan tentu saja hal itu membuat Kelvano takut untuk mendekat kepada Talita meskipun Talita sudah menyuruhnya tetapi Kelvano tetap tidak mau.
Akhirnya Kelvano dan Bagus pun berpamitan. Tidak lupa Bagus meminta maaf kepada Ayah dan Ibu Talita karena ketidakmampuannya menyelamatkan rumah tangganya.
"Bapak, Ibu, Bagus minta maaf kalau tidak bisa mempertahankan rumah tangga ini. Karena memang Talita sendiri yang bersikeras memintanya." ucap Bagus sambil menyalami kedua orang tua Talita.
"Kami yang minta maaf, karena tidak bisa membujuk Talita." jawab Ayah Talita dengan sedih.
"Kamu tenang saja bagaimanapun kamu masih kami anggap sebagai anak, karena kamu adalah Ayah dari cucu kami." ucap Ibunya Talita.
Kemudian Bagus dan Kelvano pun pulang kerumah orang tua Bagus yang tidak jauh dari rumah orang tua Talita.
...----------------...
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian...
Proses perceraian memang tidak mudah, apalagi jika tidak ada alasan yang tepat untuk bercerai. Seperti misalnya perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga dan sebagainya.
Tetapi mau tidak mau Bagus tetap mengabulkan keinginan Talita yaitu bercerai darinya. Dan dengan menggunakan alasan bahwa Talita yang lebih dulu pergi dari rumah tanpa membawa anak, maka hak asuh anak jatuh ke tangan Bagus dan hal itu menjelaskan bahwa Talita tidak sanggup mengurus anak jika hak asuh anak ditangan Talita.
Akhirnya keputusan cerai pun terjadi. Sejak keduanya menandatangai surat cerai saat itu juga sudah tidak ada lagi hubungan diantara keduanya. Dan sesuai dengan permintaan Bagus, bahwa Talita juga tidak berhak untuk mendatangi Kelvano.
Setelah bercerai Talita tinggal kembali di rumah kedua orang tuanya. Dan tentu saja semua tetangganya tahu akan hal itu, tahu juga tentang perceraian keduanya karena bagaimanapun memang tetangga yang lebih dulu mengetahui jika ada sesuatu.
Tetapi hal itu tidak membuat Talita risih, dia cuek saja dengan omongan tetangga tentangnya. Mau digosipkan apapun dia tidak peduli. Karena prinsipnya bahwa dia tidak makan dari pemberian tetangga maka dari itu Talita tidak merasa terganggu sama sekali.
Talita kembali menata hidupnya dari nol. Dia mulai kembali bekerja, karena memang banyak teman yang kembali menawarinya bekerja maka hal itu bukan menjadi hal yang susah. Dengan mudah Talita bisa diterima kembali bekerja menjadi seorang sales promotion girl.
Dia bekerja dengan sungguh-sungguh. Karena dia membutuhkan motor untuk bekerja akhirnya dia memutuskan untuk mengambil kredit motor yang sesuai dengan kemampuannya untuk memudahkan dia bekerja.
Semakin lama pekerjaannya pun semakin membaik. Talita dipindahtugaskan di cabang yang cukup jauh dari rumahnya. Meskipun dia sudah memiliki motor sendiri tetapi jika harus pulang pergi dengan motor dia akan merasa kecapekan. Sehingga dia memutuskan untuk kembali kost di dekat tempat kerjanya seperti dulu sebelum dia menikah.
Akhirnya setelah menyampaikan hal tersebut kepada kedua orang tuanya, mereka setuju dan saat itu juga Talita mencari tempat kost yang tidak terlalu mahal dan dekat dengan tempat kerjanya.
...****************...
__ADS_1
Semangatin donk Kak biar rajin up juga 🤭
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🥰