Crazy Cousin

Crazy Cousin
David Nayara, Love Hate


__ADS_3

Seorang pria tampak berdiri tegak di ruangan luas miliknya dengan menghadap cermin besar yang menampakkan kehidupan malam di bawah sana.


Gavin menatap datar pandangan di depannya, helaan nafas terdengar lirih dari hidung mancung miliknya. Mantan tunangan Reyna itu tampak membuka ponsel dan menekan satu angka.


" Hallo, "


" Di mana dia? " Tanya Gavin dengan suara beratnya.


" Rumah Anda, lord. Ruangan bawah tanah, "


Gavin mengakhiri sambungan telepon mereka. Tanpa kata pria tampan dengan kacamata bulat itu berbalik dan pergi setelah mengambil jas dan kunci mobilnya.


Setelah sampai di tujuan, Gavin keluar dari dalam mobil dengan rasa dendam yang menguasai benaknya. Dengan langkah lebar pria itu beranjak memasuki rumah mewah yang hanya berpenghuni dirinya dan seseorang yang dia sekap di ruangan rahasia, yaitu bawah tanah.


Di sana, tampak seorang gadis dengan tangan diikat dan kaki dirantai menatap silau pada pintu yang perlahan terbuka membuatnya sedikit bahagia akan cahaya yang perlahan masuk sedikit menyinari kegelapan yang ada.


" T-to—long, " Gadis itu terdiam. Tatapan yang semula berbinar perlahan berubah menjadi ketakutan yang begitu kentara dengan tubuh gemetar saat mengetahui siapa yang datang.


Gavin menyeringai, " Hallo, Freya. "


_______-___________


Siang hari di hari berikutnya, di sebuah apartement mewah terlihat Nayara yang sibuk dengan persiapan makan siangnya untuk diantar pada sang suami.


David memang kembali bekerja setelah beberapa minggu mengambil cuti nikah. Dan sebagai istri yang baik Nayara berniat mengantarkan suami tercintanya makan siang untuk siang ini.


" Selesai, " Katanya disertai senyuman manis.


Dengan senyuman yang setia mengembang dibibir manisnya Nayara beranjak menuju kantor David setelah sebelumnya sempat berganti pakaian.


Memilih berkendara sendiri menggunakan mobil mewah pemberian dari Reyna, Nayara keluar dari dalamnya setelah berhenti di parkiran luas perusahaan David.


" Permisi, " Ucap Nayara menghadap resepsionis.


" Oh, Nyonya. Ingin menemui Pak David? Mari Saya antar! " Balas si resepsionis wanita ramah. Dia memang tahu jika wanita cantik yang menghadap ini adalah istri bos galak mereka.


" Ah, tidak perlu. Cukup katakan di lantai mana suami Saya berada, "


" Baiklah. Jika begitu— "


" Oy, Naya! " Nayara menatap sosok yang memanggilnya.


" Kak Erza? " Gumam Nayara. Ingat Erza? Erza adalah teman David, Morgan, Rey dan Arzan yang sudah lama ini menjabat sebagai orang kepercayaan David.


" Haduh.. Makin cantik aja ni, calon Mami. "


Nayara tersenyum tipis, " Bisa aja, "


" Mau ketemu David? "


" Iya, "


" Ya udah ayo sekalian! Gue juga mau ngasih laporan, " Tawar Erza mengangkat beberapa berkas ditangannya.


" Ah, baiklah. " Nayara dan Erza pergi dengan Nayara yang tak lupa mengucapkan terima kasih kepada resepsionis wanita tadi.


Ting.


Lift yang ditumpangi Erza dan Nayara sampai pada lantai di mana letak ruangan David berada. Dengan saling beriringan keduanya berjalan dan masuk ke dalam ruangan yang bertuliskan CEO tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Ketika pintu ruangan terbuka, alangkah terkejutnya Nayara melihat adegan yang sedang berlangsung di depan sana. Terlihat David dan seorang wanita dipangkuannya tampak sedang bercumbu, tidak. Lebih tepatnya wanita itu yang mengecupi wajah suaminya. Dan yang membuat Nayara kecewa, David diam seakan menikmati.


" V-vid? "


Suara Erza menyadarkan keduanya, mata David membalalak melihat keberadaan Nayara. Dia berdiri kasar setelah menjatuhkan wanita yang tidak lain adalah Clarissa.


" S-sayang? "


Nayara diam menatap David dan Clarissa yang sedang membenarkan pakaian kurang bahannya. Tanpa kata dia melangkah menuju sofa dan terduduk tenang seakan tidak terjadi sesuatu di sana.


Melihat respond sang istri membuat jantung David hampir keluar dari tempatnya. Dengan tergesa dia menghampiri Nayara dan bersimpuh dengan memegang tangan istrinya erat.


" Naya, a-aku— "


" Duduk yang benar. Aku membawamu makanan, "


David dibuat semakin kalang kabut mendengar ucapan Nayara. Namun tak urung dirinya mengikuti perintah sang istri.


" Sayang— "


" Bukankah sebelum itu ada yang harus kamu usir, suamiku? " Potong Nayara menatap Clarissa dengan menyunggingkan ujung bibirnya.


David melongo, sedetik kemudian dia mengkode Erza agar menggusur Clarissa dari sana.


" A-ah, oke. Loe ikut gue, dasar parasit! " Kesal Erza menyerat Clarissa dari sana tanpa memperdulikan pemberontakan wanita itu.


Sepeninggalan keduanya, David kembali menatap istrinya lekat. Ada rasa takut dan khawatir dalam sorot matanya mengingat kejadian barusan.


" Tadi itu.. A-aku— "


" Kita mengobrol setelah makan. Ayo, makan dulu. Kamu pasti laper, " Ucap Nayara perhatain.


David membuka mulut menerima suapan dari Nayara dengan pandangan yang tidak lepas dari wajah cantik istrinya.


Di suapan terakhir, kening Nayara tampak berkedut disertai anggukan kecil setelahnya. Ketika dia sibuk membereskan tempat makan, tiba-tiba David berujar:


" Aku tidak suka kebungkamanmu, Nayara. Diammu seperti merencanakan sesuatu yang ada dalam otak kecilmu, "


Nayara tertawa kecil, " Sepertinya kamu harus sabar, Kak David. "


Kening David mengerut, " Maksudmu? "


" Kamu bisa kembali bermesraan bersama wanita itu, bahkan lebih pun tidak akan menjadi masalah. Tapi, setelah anak ini lahir, " Ucap Nayara menatap dalam kedua iris tajam David.


David menarik nafasnya dalam, berusaha menahan gejolak emosi yang hampir mengambil alih akalnya.

__ADS_1


" Hilangkan fikiran bodoh dalam otak sempitmu, Nayara! Sebelum aku— "


" Aku ingin berpisah. Setelah bayi ini lahir, aku ingin pergi darimu. " Potong Nayara mantap.


David terdiam. Menatap tajam kedua bola mata Nayara yang tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya.


" Hentikan, " Decis David. " Aku tidak akan— "


" Maka aku yang akan mengirim surat gugatan, "


" Nayara! " David membentak dengan tangan tanpa sadar terangkat membuat Nayara membelalak.


" K-kamu, mau nampar aku? " Tanya Nayara tidak percaya.


" Bu-bukan, aku— "


" Ah sudahlah. Ini membuatku gila, " Gumam Nayara meremass pelan rambutnya.


" Kita bicarakan ini nanti. Aku pulang dulu, "


" Tidak, " Nayara menatap pergelangan tangannya yang dicekal David. Dia menoleh menatap suaminya yang menatap tajam dengan rahang mengeras.


" Hanya karena masalah spele, kau pikir bisa pergi dariku? "


" Spele? Ah, mungkin untukmu iya, tapi bagiku tidak. Dan.. Kenapa aku tidak bisa pergi darimu? Memang kau siapa? Hanya seorang pemaksa yang dengan tidak tahu dirinya menikmati cumbuan dari wanita lain, " Decis Nayara di akhir kalimat.


" Kau cemburu? "


" Cemburu? Hah, sorry to say but, bukannya cemburu aku malah merasa jijik. Rupanya bersama setelah berpisah bertahun-tahun tidak membuatku bisa mengenal dirimu, David. Maaf tapi, aku bukan malaikat yang bisa melupakan perbuatanmu. Dengan melihat kau menikmatinya saja sudah cukup membuktikan jika kamu tidak mencintaiku. Sebelum semuanya terlambat, lebih baik kita berpisah saja. Masalah anak, bukankah kita dapat membesarkannya tanpa bersama? "


Brak!


David mendorong meja kasar. Dengan nafas memburu dia menunjuk Nayara disertai tatapan tajam dari mata merahnya.


" Tutup mulutmu, " Tekannya. " Setelah semua perjuangan yang aku lakukan, kau pikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja? Dengan anakku? Hah, bahkan bermimpi saja kau tidak akan bisa, Nayara. Sebelum semuanya terjadi, aku akan melakukan berbagai cara untuk mengikatmu agar tetap bersamaku. Bahkan jika perlu, aku akan merantaimu dan memotong kedua kakimu agar kau tidak bisa pergi dariku. "


Tangan Nayara mengepal, " Dasar gila!! " Tanpa bisa ditahan tanginasnya pecah begitu saja. Sesak rasanya menahan segala emosi yang ada dan puncaknya adalah ketika David mengatakan akan merantai dan menotong kedua kakinya. Kenapa pria itu gila sekali?


David menarik Nayara dan memeluknya erat. Bibirnya tanpa henti mengecup kening dan puncak kepala istrinya yang masih menangis keras dalam pelukannya.


" Maaf, sayang. Maaf. Maaf, "


" Hiks.. Tega, hiks.. Aku benci dasar pengkhianat gila!! Aku benci!! " Amuk Nayara memukul David dengan brutalnya. Bahkan tak segan wanita hamil itu menjambak bahkan mencakar David yang tentunya sampai meninggalkan bekas.


" Shhhtt.. Sudah sayang, sudah. " David kembali merengkuh tubuh Nayara dengan menggumamkan kalimat penenang.


Dirasa sudah cukup tenang, David mengangkat kepala Nayara mengusap sisa-sisa air mata dipipinya. Sejenak David terpana dengan wajah ayu istrinya, dengan pipi chubby yang merah disertai hidung yang ikutan memerah membuat istrinya ini terlihat begitu lucu.


" Apa? Hiks.. Lihat-lihat? " Sungut Nayara.


David terkekeh, " Kamu lucu, "


" Awas ah! Aku mau pulang, mau aduin kamu ke Angel biar bawa aku pergi jauh dari kamu! " Ancam Nayara berontak dalam pelukan David yang malah semakin menguat.


" Maaf, maaf sayang. Dengerin penjelasanku dulu, "


" Naya! "


" Hiks.. Habisnya kamu jahat. Aku gak suka lihat kamu kayak gitu, hiks.. Kamu itu gak cinta aku hiks.. Kamu itu jahat, dasar tukang mendua! "


" Gak gitu.. Makannya dengerin dulu, "


" Ogah ah, awas! "


" Gak! " David semakin merengkuh tubuh Nayara.


" Hiks.. Awas.. "


" Enggak! "


" Hiks.. Sesek.. Bayi aku.. Bayi aku kejepit, "


David yang sadar melonggarkan pelukannya tanpa melepas.


" Jangan gini sayang, aku makin gak tenang. " Pinta David memelas.


" Kamu yang berulah! "


" Aku gak respond dia, "


" Tapi kamu nikmatin! "


" Mana ada yang nikmatin, "


" Ada! "


" Gak! Orang nikmatan kamu kok, "


" Ihh Kak Davidd!! "


" Apa sayang? "


Nayara kembali menangis dengan David yang tersenyum lebar memeluk istrinya.


" Maaf, sayang. Tadi aku cuman mau lihat seberapa berani dia, makannya diem aja. "


" Udah teranggsang baru kamu ladenin, gitu? "


" Heh! Mana ada gitu, "


" Dia itu temen baik aku sama Morgan selama kuliah dulu. Aku gak tahu kalo sifat aslinya muncul setelah tahu kabar pernikahan kita. Maaf, secepatnya aku akan hancurin dia. " Lanjut David.


" Jangan, "


" Hem? "

__ADS_1


" Hiks.. Kayaknya dia orang baik, hiks... Yang harus dihancurin itu yang buat dia baper, "


" Siapa? "


" Ya kamulah! Kalo cowoknya gak ngasih kode mana ada cewek sampe suka, mana mau lagi dijadiin istri ke dua. "


" Cih, aku itu cowok dingin ya. Dianya aja yang kegatelan, "


" Kegatelan tapi suka, "


" Iya, "


" Iya apa?! "


" Suka aku, "


" Tuh kan, "


" Sama kamu, "


" Sialan. Awas ah! "


" Ini bibir daritadi kasar terus. Perlu dihukum nih, "


" Kamu tuh yang per—hempp!!! "


_____-______


Dengan langkah lebar cewek badas bernama Reyna memasuki perusahaan milik sang Kakak. Dirinya tengah dikuasai oleh emosi setelah mendapat telepon dari Erza yang mengatakan bahwa David kepergok sedang main belakang oleh Nayara.


" Si jaalang itu, " Geram Reyna mengingat nama yang Erza sebut sebagai dalang dibalik semuanya.


Di belakang Reyna tampak Morgan yang menyusul langkahnya dengan susah payah.


" Ck, pelan-pelan napa? Kok langkah gue kalah ya sama si Reyna, " Gumam Morgan berjalan cepat.


Ting.


Pintu lift terbuka. Mata indah Reyna menangkap sosok gadis yang berjongkok sembari menangis tepat di depan pintu ruangan David yang tertutup.


Ketika orang itu mendongak, barulah Reyna sadar bahwa dia adalah si biangkeroknya.


" L-loe— "


Plak!


Suara tamparan yang begitu nyaring bersamaan dengan pintu ruangan dan lift yang terbuka menampilkan David dan Nayara serta Morgan dan Erza yang baru datang.


" Angel? " Gumam Nayara.


" Loe nampar gue?! " Amuk Clarissa.


" Iya! Kenapa, gak terima? Cewek gak tahu malu kayak loe memang wajib gue gampar! " Teriak Reyna tidak kalah keras.


" Gue gak ada masalah sama loe! " Teriak Clarissa.


" Loe emang gak ada masalah sama gue, tapi yang loe buat bermasalah hubungannya itu Kakak gue, bittch. "


" Oh, loe adik David? " Reyna mengangguk sombong. " Kenapa? Kenapa loe biarin Kakak loe nikahin cewek lain sementara gue nunggu dia balik di sana? Kenapa?! Kakak loe itu harusnya jadi milik gue.. David milik gue!! " Amuk Clarissa menangis histeris.


Reyna berdecis, " Gila loe? " Tanyanya. " Sepertinya iya. Karena gak ada cewek waras yang nangis-nangis minta dijadiin istri sama cowok yang udah berkeluarga. Apalagi sampai ngerusak hubungan orang, "


" Hiks.. Gak, enggak. Mo-Morgan, loe tahu kan sejak awal gue cinta David? Hiks.. Tahu kan perjuangan gue buat dapetin hati David kayak gimana? Hiks.. Tapi kenapa dia tega nikah dibelakang gue? Hiks.. Kenapa? " Ucapnya memegang lengan Morgan sembari menangis deras.


" Loe keterlaluan, Cla. " Ucap Morgan.


" Jauh-jauh dari cowok gue loe, loonte! " Reyna menyentak kasar tangan Clarissa yang menempel dilengan Morgan.


" Hiks.. Hiks.. "


Reyna menatap nyalang gadis didepannya. " Pertama dan terakhir gue peringatin loe, Clarissa. Jauhi Kakak gue dan jangan ganggu dia sama Nayara, ngerti loe? Kalo enggak, loe akan tahu akibat main-main sama keluarga Marchel Alexander. " Ancam Reyna keras.


" Jahat, hiks.. Kalian semua jahat!! Kalian gak ngertiin perasaan gue gimana. Aaa!! " Teriak Clarissa memilih pergi dari sana dengan kepedihan yang mendalam.


" Sabar Na, sabar. " Ucap Morgan mengelus pundak Reyna yang tengah mengendalikan nafasnya yang memburu.


" Emosi gue, emosi. "


" Sabar ayang. Yuk, pulang aja yuk! " Ajak Morgan lembut.


" Loe David. Awas loe! Naya, pulang sama gue ayo! " Titah Reyna meraih pergelangan tangan Nayara.


" Jangan ikut campur, Angel. " Perintah David keras. Menahan sebelah pergelangan tangan istrinya.


Reyna menyentak tangan David, " Loe yang jangan ikut campur! Beresin semuanya, intropeksi kelakuan loe. Sebelum loe sadar, Naya tinggal sama gue. " Tekan Reyna menarik Nayara pergi dari sana.


" Sayang, " Panggilan sayang David bahkan tidak menghentikan langkah Nayara bersama Reyna.


" Mor, "


Morgan menatap calon Kakak iparnya kasihan.


" Yang sabar, bro. Hidup itu perih kalo loe bertingkah, " Ucap Morgan menepuk pundak David. Setelah itu menyusul si ayang pergi.


David menatap lekat Nayara yang memalingkan muka di dalam lift. Sebelum pintu lift tertutup, Reyna sempat mengacungkan jari tengahnya pada sang Kakak sebagai bentuk rasa kesalnya.


" Naya, " Gumam David lirih.


" B-bos, gue gak maksud— "


" Kamu Saya pecat, Erza. "


Blam!


" David aanjing! "

__ADS_1


_-_


TBC!


__ADS_2