
Makan malam bersama keluarga besar memang mengasyikkan bagi Reyna. Karena selama di Singapura, dirinya selalu kesepian karena tidak punya siapa-siapa di sana. Yah.. Tidak setelah Nayara datang beberapa bulan yang lalu.
Jika ada yang bertanya, apakah Reyna di sana tidak mempunyai teman? Maka jawabannya adalah tidak.
Pertemanan. Hah, Reyna tidak percaya lagi pada yang namanya teman. Sahabat, hanya Nayara yang dia akui sebagai sahabat. Reyna tidak ingin kecewa untuk ke dua kalinya oleh seseorang bernama sahabat.
Sedikit bercerita, karena ulah Freya yang menusuk perutnya membuat rahim Reyna bermasalah. Dia pun di nyatakan tidak bisa mempunyai anak. Miris bukan?
Kata dokter, Reyna memiliki harapan jika melakukan pengobatan. Tapi dia menolak. Alasannya? Menerima takdir.
Reyna ingin melihat, sekuat apa yang dinamakan takdir. Jika dirinya dinyatakan tidak bisa mempunyai anak, namun di takdir tertulis jika dia akan memilikinya, maka apakah akan terjadi tanpa menjalani pengobatan?
Takdir. Kata orang, kekuatannya amat dasyat. Bahkan melebihi pengobatan dan percobaan apapun pada seseorang yang menginginkan sesuatu.
Jika orang melakukan usaha untuk mendapatkan apa yang dia mau, maka Reyna akan membuktikan kekuatan takdir itu sendiri dengan mengabaikannya.
Reyna akan mengabaikan pengobatan dan mencap jika dirinya tidak bisa memiliki keturunan dikarenakan masalah pada rahimnya. Dari sana dia akan melihat, sekuat apa takdir merubah keputusannya.
Juga.. Sekuat apa takdir menemukan orang yang menerima dirinya apa adanya dengan kecacatannya sebagai wanita.
Selain permasalahan pada rahim, Reyna juga sempat mengalami koma selama enam bulan karena kejadian itu. Dan saat bangun, Reyna sempat kehilangan ingatan selama dua bulan penuh.
Dua bulan Reyna habiskan dengan bersikap layaknya bayi yang tidak tahu apa-apa. Untung saat itu David berada di sisinya dan membantu Reyna mendapatkan kembali ingatannya.
Kalian tahu kenapa Reyna tidak mati padahal dia terjatuh dari tebing teratas? Jawabannya danau.
Di bawah tebing curam itu terdapat danau yang lumayan besar. Danau itulah yang membuat Reyna selamat. Selain karena danau, juga karena Morgan.
" Welcome home, cousin! "
Deg.
Reyna terbangun dari lamunannya karena suara Morgan. Dia menahan rasa sesak di dada dengan mata hampir berkaca-kaca. Mengerjap-ngerjap, Reyna menarik dan membuang nafas pelan sebelum kepalanya terangkat menatap Morgan yang masih berdiri di ambang pintu bersama David.
" Hai, Sepupu! " Sapa Reyna melambaikan tangannya singkat.
Reyna dengan high heelsnya melangkah menuju mereka berdua. Pertama-tama yang dipeluknya adalah David, sang Kakak tercinta yang matanya telah berkaca-kaca.
" Miss you, brother. " Bisik Reyna dalam pelukan.
" Me too, " Balas David membalas pelukan Reyna erat.
David menghirup aroma tubuh Reyna rakus. Matanya yang semakin berkaca-kaca membuat tetesan air mata jatuh menimpa kedua pipi.
" Sehat selalu, Angel. Sayang kamu, " Bisik David lirih.
Reyna yang sejak tadi di kuasai rasa sesak di hati membuatnya menangis pada akhirnya.
" Loe juga, Bang. Angel sayang elo, " Balas Reyna melepaskan pelukannya dan menatap David dalam.
__ADS_1
David mengusap air mata di pipi Reyna dan mengecup kening adiknya penuh sayang.
" Udah besar, jangan kayak anak remaja. Kamu tahu seperti apa sebaiknya bersikap di usia dewasa, " Tutur David menceramahi.
Reyna terkekeh, " Maaf, Abang. " Gadis itu berjinjit mencium pipi kanan David.
Reyna mundur dua langkah dari David, kemudian tatapannya teralih pada Morgan yang menatapnya dengan tatapan tidak biasa.
Reyna menahan nafas saat sadar pada fakta, dia berusaha mengukir senyuman di wajah cantiknya dan mendekat pada Morgan.
" Gak tahu kan? Iya, sama. Aku juga sedikit tidak mengingat kebersamaan kita di masa lalu. Mungkin.. Karena sudah lama. Dan suasana di Singapura mambuat ingatanku memudar, " Kekeh Reyna.
Morgan diam menatap Reyna dengan tatapan yang sama.
Reyna yang melihat kebungkaman Morgan tersenyum maklum. Dia mengulurkan tangannya seraya berucap:
" Kenalin, aku Reyna. Reyna Angelica. Kamu bisa memanggilku Angel atau Reyna, sepupu. " Katanya dengan seutas senyuman tipis di bibirnya.
" Nana, "
Deg.
Uluran tangan Reyna melemas begitupun dengan para anggota keluarganya yang tertohok dengan apa yang Morgan katakan.
" Saya lebih suka panggil kamu, Nana. "
Tidak ingat? Ya. Morgan di nyatakan hilang ingatan sejak kejadian itu.
" Angel, mau tambah steaknya? "
Lamunan Reyna terhenti. Dia menatap Oma Lyandra dan menatap ke sekeliling.
Ah.. Kenapa dia jadi tidak sadar keadaan begini? Bukankah saat ini mereka tengah makan malam bersama-sama?
Dan lamunan itu adalah kejadian beberapa jam yang lalu. Sebelum Reyna tidak kuasa menahan air matanya yang diakhiri dengan pamit beristirahat dan turun ketika di bangunkan oleh Bella sang Ibu.
" Ya, Oma. Angel mau! " Seru Reyna semangat.
Lyandra terkekeh. Dia menambah dua steak sekaligus pada piring kosong Reyna.
" Terima kasih, " Ucap Reyna dan mulai memakannya dengan lahap.
Tepat di depan Reyna, Morgan menatap gadis cantik yang katanya adalah sepupunya dengan pandangan menelisik.
Aneh, Morgan sama sekali tidak mengingat kenangan apapun bersama Reyna. Tapi kenapa ketika melihat gadis itu bahkan saat mata mereka saling tatap untuk pertama kalinya hatinya berdesir dan jantungnya pun berdetak tak karuan?
Dirinya merasakan rasa yang baru dia rasakan, rindu. Yah, rindu. Morgan rindu pada Reyna namun atas dasar apa? Apakah dulunya dia dan Reyna saling menyayangi dan dia menjaga Reyna layaknya adik sepupu?
Morgan meringis, dia menggeleng pelan dengan kepala yang mulai cenat-cenut.
__ADS_1
" Aku tidak tahu, dan aku tidak peduli. Ayolah, sepupu apa istimewanya? Meskipun cantik, dia tidak bisa ku lempar di ranjang, " Batin Morgan menyangkal pikiran jika dia menyayangi Reyna, dulunya.
" Tapi.. Ada apa dengan hati ini? Rasanya aku ingin memeluknya, aku merindukannya. " Batin Morgan lagi menatap Reyna dengan tatapan sendu.
" Arghk, "
Semua mata menatap Morgan yang tampak meringis sembari memegangi sisi kepalanya.
" Jangan di paksakan, " David berkata dengan nada dingin.
Reyna menunduk, ah.. Dia mengerti apa yang dimaksud David.
Memang, Reyna dengar Morgan akan mendapatkan ingatannya kembali namun tidak dengan cara paksaan. Karena jika di paksa, resiko kesakitan akan Morgan dapatkan layaknya sekarang, bahkan lebih hingga meningkatkan resiko kematian.
Jika saja waktu mereka jatuh ke danau Morgan tidak mendorongnya ke permukaan, mungkin kepala Reyna yang akan menghantam batu keras itu. Bukan Morgan.
Ya, demi menyelamatkan Reyna Morgan rela membuat dirinya tenggelam dan menghantam batu besar yang ada di dasar.
Namun Reyna juga tetap mengalami hilang ingatan akibat lamanya dia koma. Dan jangan lupa dengan tusukan di perut juga terbenturnya kepada di bebatuan darat.
Reyna tersenyum miris. Sungguh miris kisah mereka. Mungkin alam memang tidak mengizinkan mereka bersatu. Dan Reyna akan coba pahami itu.
" From the beginning, there was not word We between You and Me, Morgan. "
_-_
TBC!
________
Baru aja up, udah ngilang lagi. He he he.. Pasti sebagian mikirnya gitu ya?
Ya maaf, guys. Aku gak bisa bohong kalo ini tuh novel selingkuhan, dan prioritasku ada di novel satunya. ' Hey Boy, I Love You! ' Itu, di sana fokusku.
Dan.. Ahh deg-degan banget besok mau di suntik. Moga lancar dan tidak menyebabkan apapun, Aaminn. Agar aku bisa update dan crazy up untuk novel ini.
Sumpah, aku udah LOVE banget sama ni novel. He he..
Jika besok atau hari-hari ke depannya aku gak update, harap maklum ya, readers. Jika bukan karena malas, mungkin juga sakit. Ih.. Semoga jangan aja kalo sakit. mah.
Bukan cuman untukku, aku harap kalian juga sehat-sehat di sana. Selalu menjaga kesehatan, rutin menerpa cahaya matahari pagi ya, guys. Mulai dari terbit - jam 10 pagi. Insyap oii yang suka rebahan mulu!!
Oh iya, bagi kalian yang penasaran sama si priorotas aku, bisa chek di platform baru berupa: *H*O*T*B*U*K*U*, di sana bisa search nama novelnya. Sengaja aku gak kunci bab alias gak mesti bayar karena kerasa, aku juga suka kesel kalo asik-asik baca ehh bab lanjutannya malah di kunci. Begini deskripsi singkatnya👇
Itu Novel panjang gendre romamce, komedi. Moga suka yang mau baca!!
Bye, Guys. Moga kita sehat terus ya? Aaminn.
__ADS_1