Crazy Cousin

Crazy Cousin
Usaha David


__ADS_3

Sebelum kejadian...


Reyna yang entah di mana, di tambah Nayara yang masih di lapangan membuat Freya bosan sendiri di kelas.


Kelas ini begitu kosong, hanya ada dirinya seorang. Ya.. Maklumlah! Semua orang sibuk bersorak dan menyaksikan pembacaan suara untuk Calon Osis Baru.


Di tengah kebosanannya, tiba-tiba pintu di buka dengan cara ditendang dari luar. Sontak hal itu membuat Freya kaget dan menoleh kasar ke sumber suara.


" Woy bisa pelan gak sih?! " Bentak Freya kesal.


Tiga gadis dengan yang berada di tengah berpenampilan mencolok perlahan mendekati Freya dan tanpa permisi duduk dengan gaya yang menggoda tepat di atas meja Freya.


" Sans, girl! Gue cuma mau ngajak loe gabung, "


" Maksud loe? "


" Loe suka David kan? Suka Rey juga gebetannya Angel, " Ucap gadis itu menatap Freya remeh.


" E-enggak kok. Gu-gue— "


" Alah udah jangan muna! We one way. Why not? " Potong gadis itu tersenyum licik.


Freya terdiam sesaat. Kemudian dia mengangkat kepalanya menatap si gadis.


" Loe siapa? "


" Oh lupa, " Gadis itu mengulurkan tangannya. " Kenalin, gue Shelly. Loe bisa panggil gue Lyly, "


____-____


Reyna meneguk segelas air dan menyimpannya dengan kasar. Saat ini dia sudah berada di rumah. Oh, apartement Morgan maksudnya.


" Gak nyangka gue, punya Kakak bajiingan. Kalo aja tahu si David cuman jadiin Naya mainan, sejak awal udah gue tentang hubungan mereka! " Kesal Reyna menyeka mulutnya.


" Aanying memang. Gak lihat seberapa baiknya temen gue, masih aja dia permainin. Pertama si Rey, dan gak di sangka-sangka Kakak gue juga sama gobbloknya. Hah, cowok memang banggsat semua. "


" Gak semua, " Morgan datang dengan gaya coolnya. " Gak semua cowok kayak mereka, Nana. Nih buktinya gue! "


" Gue gak lagi bercanda yah, Morgan. "


" Panggil gue Kakak! " Sentak Morgan tiba-tiba. " Gak ada akhlak bener loe, sama Kakak sepupu panggil nama. Gue lebih tua dari elo loh, Na. "


Reyna memutar bola matanya jengah.


" Kalo cuma ngajak ribut, minggat aja sana! Gue lagi gak mood, "


" Apa gak sebaiknya, loe dengerin penjelasan David dulu? " Ucap Morgan tiba-tiba serius. " Bisa aja kan, David punya alasan kuat dibaliknya. Shh.. Gak yakin gue, dia orangnya kayak gitu. Tukang mainin cewek, "


" Kenapa enggak? Kalo memang dianya kegatelan, kenapa enggak? "


" Loe kok nyolot sih? "


" Ha.. Gini ya, Kakak Morgan. Cowok tuh sama aja! Lihat yang bening dikit, mau. Di mana kata cinta dan segala perjuangannya dapetin Nayara? Sirnah! Semuanya kalah sama yang lebih good looking, " Ucap Reyna mengebu-ngebu.


" Padahal temen gue lebih segalanya dari psikopat gila itu, " Reyna kembali meminum air putih yang masih tersisa dalam gelasnya yang tadi.


Kening Morgan berkerut.


" Shelly? " Tebaknya. " Jadi karena dia Morgan jadiin Nayara taruhan? " Lanjutnya membelalak.


Reyna berbalik menatap Morgan, " Bodoh kan Kakak gue? "


" Na, ntar deh. Loe.. Loe gak ngerasa ada yang janggal gitu? "

__ADS_1


Reyna mengangkat sebelah alisnya.


" Shelly. Kalo gak salah dia yang ngejar-ngejar David dari kelas 10 sampai sekarang. Tapi dari dulu pun gak pernah tuh si David ladenin. Dan sekarang tiba-tiba aja... Mustahil kan? "


Kening Reyna berkerut, berusaha memahami situasi yang ada.


" Dari yang gue denger Kak Shelly itu geser otaknya. Dan tiba-tiba si David yang bucinnya parah malah nyakitin Naya. Mungkinkah kalau... " Reyna menatap Morgan dengan mata membelalak, begitupun sebaliknya.


_-_________


Di sepanjang perjalanan, Nayara menangis dalam pelukan Rey. Hatinya sakit sekali. Sungguh, rasanya sangat sakit.


Nayara tidak terima! Tapi bagaimana? Inilah kenyataannya!.


" Hiks.. Kak Rey, Kak David jahat... Hiks.. Dia, hiks.. Dia jahatin Naya.. Hiks.. "


Rey dengan sabar mendekap adiknya dan mengelus rambut panjangnya.


" Kenapa kalian sama saja? Hiks.. Kenapa semua cowok yang Naya cintai sama? Hiks.. Sama-sama jadiin aku bahan taruhan. Hiks.. Aku manusia loh, bukan barang. Hiks.. Jahat banget, "


Rey menarik nafas panjang. Dia semakin mendekap Nayara dan tanpa sadar mengecup pucuk kepalanya lembut.


" Maaf, Nayara. Maaf, " Hanya itu yang Rey ucapkan sebagai balasan.


" Hiks.. Padahal kan— Aaa!! " Nayara kaget saat mobil tiba-tiba berhenti. Jika tidak di dekap Rey, sudah terpentok mungkin dia.


" Pak, apaan sih?! " Sentak Rey.


" Maaf, Den. Itu.. Anu.. Den David motong jalan tiba-tiba, " Adu si supir.


Nayara dan Rey kompak menatap depan.


Rupanya benar. David dengan tampilan acak-acakannya turun dari atas motor dan mengetuk kasar kaca mobil mereka.


Melihatnya, Nayara langsung menyembunyikan diri dalam dekapan Rey.


" Kakak gak mau! Hiks.. Aku gak mau lihat dia dulu. Hiks.. Suruh Kak David pergi kak! Hiks.. Suruh Kak David pergi! Hiks.. "


Rey menepuk-nepuk pundaknya.


" Sudah, tenanglah! Kamu tunggu di sini, biar Kakak yang hadapin dia. " Ucap Rey lembut.


Rey keluar dari dalam mobil. Sementara Nayara mematung menyadari ucapan Rey.


" Kakak? Mungkinkah dia sudah menerimaku sebagai adiknya? " Batin Nayara.


Di luar, David mengacak rambutnya saat melihat Rey yang keluar, bukannya Nayara.


" Kok loe yang muncul sih, Rey? Please lah, kali ini gak usah cari masalah dulu sama gue! Mana Ara? Gue butuh bicara sama dia, "


" Tapi dia gak mau bicara sama loe, " Balas Rey kalem.


" Rey gue— "


" Lagaknya seperti menginginkan, nyatanya loe sama aja sama gue. Sama-sama mainin perasaannya, " Potong Rey tersenyum sinis.


David menarik nafas panjang, kemudian menatap Rey sedikit tenang.


" Apa urusannya sama loe, Rey Bramasta? Yang gue mau tuh cewek gue, bukan elo yang bicara sama gue. "


" Setelah semua yang loe lakuin, masih punya muka loe sebut dia cewek loe? Hah, menjijikan. " Decis Rey.


" Babbi teriak babii rupanya. Loe gak sadar? Loe gak ngaca seperti apa loe, Rey? "

__ADS_1


" Setidaknya sekarang enggak. Dia adik gue, dan gue pastiin dia gak bakalan kembali sama loe! " Tunjuk Rey dengan pandangan nyalang.


Nafas David memburu. Sepertinya dia terbawa emosi oleh perkataan Rey.


" Apa mau loe annjing?! "


" Jauhin adik gue, "


" Dia cewek gue! "


" Sekarang enggak! " Balas Rey tak kalah kerasnya. " Kalian selesai, bukan? Itu yang adik gue bilang. Jadi jangan memperkeruh suasana. Pergi! Singkirin motor loe dari jalan gue! "


" Kesabaran gue abis ngadepin loe, Rey. " Ucap David memburu.


" Gak peduli, "


Dengan dada naik turun, David mendorong Rey dan menerobos mobil begitu saja. Nayara yang hanya diam menyimak terkejut, dia mundur saat tangan David berusaha menjangkaunya.


" Pergi Kak, Pergi! Aku gak mau ngomong sama Kak David!! " Teriak Nayara histeris.


" Diam! " Bentak David. " Gue bukan orang sabaran, Nayara. Kalo loe gak bisa di ajak ngomong baik-baik, kasar pun gue bisa. "


" Lepasin adik gue!! " Rey menarik keluar tubuh David yang setengah masuk mobil dan menghempasnya menjauh.


" Jangan ikut campur loe!! " Teriak David menggila.


Bughk.


Bughk.


Bughk.


Nayara membelakak, dia menatap syok pada Rey yang sudah tergeletak tak berdaya di atas aspal.


" Kak Rey!! " Teriak Nayara turun dari mobil dan membantu Rey berdiri.


" Kak Rey, Kakak gak apa-apa? " Tanyanya khawatir.


Rey menjawab sambil terbatuk-batuk. Pukulan David membuat perutnya mual.


Tatapan Nayara teralih pada David. Mata merah berairnya menunjukkan jika Nayara terluka akan segala sikap dan tindakan David.


" Kecewa aku. Gak tahu kalau aslinya Kakak kayak gini, "


" Dia yang mulai ay! " Bela David.


" Ya tapi jangan pukul juga dong! " Teriak Nayara. " Di kira di pukul gak sakit apa? Pergi! Aku muak lihat wajah Kakak, aku benci aku benci!! "


" Ay, dengerin gue dulu. Tadi tuh— "


" Pergilah! Percuma Kakak mau bicara apa, aku gak mau denger. Pergi! Hubungan kita telah berakhir sejak Kakak ngaku aku hanya barang mainan. Sadari itu, jangan temui aku lagi. " Putus Nayara mutlak.


" No! Ay, tadi tuh gue cuma becanda ay! Gue pura-pura, gak beneran. Kalo gak percaya, tanya temen-teman Osis yang ikut nimrung tadi! " Jelas David dengan hati mulai dilanda ketakutan.


" Bicaranya besok aja. Aku capek, hati aku juga lagi capek. Bicara dengan suasana gak enak gini gak bakalan tambah baik. Nanti aku hubungin Kakak, "


Setelah bicara demikian, tanpa kata lagi Nayara membantu Rey dan masuk ke dalam mobil. Sebelum benar-benar masuk, Nayara sempat menatap David yang diam mematung.


" Jalan, pak! Motornya tabrak aja, "


_-_


TBC!

__ADS_1


__ADS_2