Crazy Cousin

Crazy Cousin
Cinta dalam Dosa


__ADS_3

Di pagi buta, Reyna melangkahkan kaki memasuki mansion keluarganya. Semalam dirinya memang memilih untuk tidak pulang dan bermalam di apartment Morgan yang telah dibersihkan.


Kening Reyna berkerut kala melihat David menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Wajahnya tampak gusar dengan kaki melangkah cepat tanpa melihat apa yang dipijaknya.


" Tunggu, Kak David! " Panggil Reyna.


David menghentikan langkahnya, dia menatap Reyna yang berdiri lumayan jauh di depannya dengan ekspresi wajah sama.


" Angel? " Gumam David.


Reyna menghela nafas pelan, " Ada apa? " Tanyanya lembut.


David menunduk sejenak, perlahan dia melangkah menuntun kakinya untuk mendekat ke arah Reyna.


Brugh.


Saat itu juga David memeluk Reyna. Air matanya tidak bisa ditahan dengan isakan kecil yang dapat Reyna dengar.


" Hey, ada apa? Hem? Kakak kenapa? " Tanya Reyna mengelus punggung David pelan.


" Hiks.. Hiks.. "


" Stt.. Kak David? Ada apa? Ayo cerita sama Angel! " Titah Reyna berusaha melepas pelukan namun malah semakin dieratkan oleh David.


" Tetap seperti ini, Angel. Lama Kakak tidak memelukmu, " Pinta David dengan suara serak.


Reyna diam memilih menuruti perkataan David karena tahu jika Kakaknya tidak dalam keadaan baik-baik saja. Setelah beberapa saat, akhirnya David melepaskan pelukan mereka dan menatap Reyna dalam setelah menghapus jejak air mata di wajahnya.


" Angel.. Rey membawa Nayara pergi, "


" Apa?! " Pekik Reyna dengan mata melotot.


" A-apa maksud Kakak? Rey.. Membawa temanku pergi? Ke mana? Bagaimana bisa? Bukankah Kakak bilang Naya di rumahnya hanya untuk tiga hari? Lalu apa urusannya dengan Rey? " Tanya Reyna beruntuy.


" Kakak juga tidak tahu. Si berenngsek itu menutup telponnya tiba-tiba dan mengatakan akan menjauhkanku dari istriku, " Ucap David parau.


" Kak David, "


" Kakak akan membawanya Angel, " Wajah lelah itu tergantikan dengan semangat serta amarah yang membara. " Kakak bersumpah akan membawa istri Kakak kembali meskipun taruhannya adalah nyawa Rey, " Kata David berlalu dengan tangan mengepal erat.


" Kakak! Kak David! " Teriak Reyna yang sama sekali tidak dihiraukan David.


Reyna memijit pelipisnya yang mendadak pening.


" Tidak hanya hubungan tidak jelas sepertiku, Kak David yang telah bersatu saja tetap memiliki masalah. " Gumam Reyna.


" Lalu bagaimana nasib ceritaku selanjutnya? "


🍃 🍃 🍂 🍃 🍃

__ADS_1


Nayara membuka matanya perlahan. Samar-samar dia melihat seseorang berdiri di hadapannya dengan posisi membelakangi. Bisa Nayara lihat juga orang yang berperawakan layaknya lelaki itu menyelipkan sebelah tangannya di atas saku celana dengan sebelahnya lagi memegang ponsel yang menempel ditelinganya.


" K-kak Rey? " Panggil Nayara lemah.


Orang yang tidak lain adalah Rey berbalik menghadap adiknya dengan ponsel yang telah dia turunkan. Senyuman licik terbit di ujung bibirnya dengan wajah yang menampilkan ekspresi menyebalkan.


" Sudah bangun, adik tercinta? "


Deg.


Kelopak mata yang semula hampir kembali tertutup itu dibuat terbuka lebar saat mendengar suara Rey dan ingatan-ingatan yang dapat diingatnya tentang kejadian semalam.


Hal yang dapat Nayara ingat sebelum dirinya berada diruangan yang sama sekali tidak dikenalinya ini adalah...


" Aku sudah menikah, Kak Rey. Dan suamiku adalah Kak David, " Ucap Nayara menatap Rey penuh keberanian.


Awalnya Nayara dapat melihat Rey yang terkejut akan ucapannya. Namun hal yang membuatnya takut sekaligus gugup adalah seringaian yang Kakaknya itu keluarkan di detik kedua.


" K-kak Rey? "


" Kamu fikir Kakak tidak tahu ini, Naya? " Tanya Rey terkekeh sinis. " Kalian bodoh jika mengira aku tidak mengetahui pernikahanmu, " Lanjutnya.


" Kau dan keluargamu menipu orang yang salah, adik tercinta. Kakakmu ini adalah seorang penipu, mana bisa penipu ditipu orang. Hah, sungguh konyol. " Tawa Rey.


" Dan.. Mengenai pernikahanmu dan si David beerengsek itu. Berani sekali kau Nayara, "


" Nayara.. Adikku.. "


Nayara bernafas cepat membuat dadanya naik turun dengan cepat pula saat Rey mendekatkan wajahnya dan dengan berani mengelus wajah yang berakhir di lehernya.


" Jangan takut. Kakakmu ini tidak bisa marah kepadamu. Hanya saja.. "


Bles.


" Maaf, Kakak mencintaimu. "


Tusukan di belakang lehernya dapat Nayara rasakan serta bisikan Rey yang terdengar serak-serak basah sebelum akhirnya kegelapan menyelimuti diakhiri tidak sadarkan diri.


" Jahat!! " Amuk Nayara menyadari saat ini dia dalam genggaman Rey.


" Jahat! Kakak jahat! Dasar baajingan! Berengseek! Kenapa Kak Rey culik Nayara! Kenapa Kakak pisahkan Naya dari keluarga! Kembalikan Naya! Pulangkan Naya! Naya mau sama Kak David!! Cepat pulangkan— "


" Diam! " Bentak Rey membuat Nayara beringsut mundur dengan bantal di pelukannya.


" Tidakkah kamu menyadari jika perlakuan ini karena Kakak begitu mencintaimu, Nayara? "


" Hiks.. Kak Rey gak sayang Naya, hiks.. Kak Rey jahat, " Ucap Nayara diiringi tangisannya.


" Kakak sayang Naya, bahkan Kakak sampai cinta Naya. Kenapa adik tercinta ini tidak mengerti juga? "

__ADS_1


Nayara semakin terisak kuat. Tubuhnga bergetar tanpa berani mentap Rey. Sejak sibentak Rey kepala Nayara memang setia menunduk karena takut.


" Itu bukan cinta.. Kak Rey gak cinta Naya, " Gumamnya.


" Tidak.. Tidak. Kakak cinta Naya, Kak Rey selalu mencintai Nayara bahkan sejak dulu. "


Saat itu juga kepala Nayara mendongak menatap Rey kecewa.


" Sejak dulu? Kakak sadar tidak jika rasa itu salah? Sadar tidak jika kita ini saudara? Kakak sadar bukan jika orangtua kita sama dan kita lahir dari rahim yanh sama. Kakak sadar tidak?! "


" Ya, "


" Lalu kenapa Kakak melakukan ini? Kenapa Kakak lakikan ini pada adik Kakak sendiri?! " Amuk Nayara melempar bantal dipelukannya ke sembarang arah.


" Harus berapa kali Kakak bilang? Kakak seperti ini karena cinta kamu, Naya. Kakak begini karema Kakak mau kamu jadi milik Kakak, hanya Kakak. "


" Itu bukan cinta. Yang dirasakan Kak Rey hanya penyesalan karena dulu mencampakkan Nayara dan rasa sayang sebagai saudara yang Kakak salah artikan, " Ungkap Nayara pelan.


Wajah Rey mendatar, " Tidak ada yang mengerti perasaanku selain diriku sendiri, " Ucapnya tegas.


Nayara menarik nafas dalam. Dia kembali menatap Rey dengan raut sememelas mungkin.


" Ayo pulang, Kak! Kita bicarakan baik-baik. Kita panggil orang bisa ke rumah agar Kakak mendapat nasihat. Kakak gila, Kakak gak sehat. Jalan Kakak sudah tidak benar, "


" Cinta bukanlah kesalahan. Kakak tahu ini gila, tahu ini dosa dan tahu ini tidak benar. Tapi Naya, hati tidak bisa dibohongi bukan? "


" Cinta juga yang seperti apa dulu! " Teriak Nayara menjambak rambutnya kasar.


" Ini bukan cinta, Kak.. Ini dosa. Kakak berdosa karena mencintai adik Kakak sendiri. Kakak gila! " Bentak Nayara.


" Pulangkan aku Kak! Seharusnya Kakak sadar bahwa sekarang Naya adalah istri orang. Nayara istri Kak David! Nayara punya suami yang harus Naya— "


" Hentikan Nayara! " Benyak Rey. " Hentikan, hentikan sebelum Kakak lepas kendali dan menyakitimu, "


" Ini saja sudah menyakitiku, " Gumam Nayara menundukkan kepala dengan air mata yang tetap mengalir membasahi pipi.


" Sebaiknya kamu mandi dan bersiap-siap! Kakak akan membuat sarapan untuk kita di bawah, ". Titah Rey pergi meninggalkan Nayara yang masih menangis tanpa rasa bersalah.


Nayara melipat kedua kakinya dan menelusupkan kepala di antara lipatan itu.


" Ini tidak benar, hiks. Kak Rey tidak waras, " Ucap Nayara menelan kepedihannya seorangdiri.


" Kak David.. Temukan Naya, "


_-_


TBC!


Taulah.. Aku juga pusiing🐒

__ADS_1


__ADS_2