Crazy Cousin

Crazy Cousin
Tidak berarti


__ADS_3

Hanya dengan menghitung hari acara peresmian pernikahan David dan Nayara pun tiba juga.


Di sana, di hotel mewah dengan dekorasi tak kalah mewah keluarga besar Alexander melaksanakan resepsi putra sulungnya.


David dan Nayara berdiri di altar dengan pakaian bak raja dan ratu. Dengan rupa sempurna yang mereka miliki mampu membuat para tamu semakin dibuat terkagum-kagum oleh aura kecantikan dan ketampanan mereka.


Dua hari yang lalu dinama Rey menyerahkan Nayara dan mengaku kalah di hari itu juga David memanggil dokter dan kabar kehamilan Nayara pun dibenarkan setelah dokter memeriksa.


Ucapan dokter yang mengatakan Nayara hamil dua minggu membuat David dan seluruh keluarga senang bukan main. Mereka bahkan melakukan syukuran dengan mengundang banyak anak yatim ke rumah tanpa diliput media tentunya.


Sedangkan untuk sekarang, seluruh media dari siaran televisi yang berbeda hadir untuk meliput langsung kemeriahan pernikahan CEO dingin yang sempat diromorkan penyuka sesama jenis.


Banyak diantara mereka yang tidak menyangka dengan pernikahan ini, apalagi untuk orang datar yang seperti tidak memiliki nafsuu pada wanita seperti David.


Namun setelah Oma Lyandra, Bella dan Mikhayla berbagi sedikit lika-liku kisah David dan Nayara pada media membuat para warga netizen terkagum-kagum akan usaha David yang sedikit menyelewang juga memaklumi sikap dingin David yang nyatanya untuk menjaga perasaan orang yang berada dalam hatinya.


Sungguh sesuatu CEO es ini.


Di saat seluruh keluarga sibuk menyambut para tamu dan mengenalkan satu-persatu anggota keluarga pada keluarga tamu yang hadir, si Selebritis Reyna malah sibuk berpose di depan kamera.


Reyna tidak peduli pada sekitar karena yang dia pedulikan hanyalah pose bagus untuknya di update pada akun sosial media miliknya. Bahkan Reyna sampai membuat siaran langsung dengan menarik siapa saja orang yang dapat digapai tangannya untuk sekedar berbincang singkat dan menyapa para followersnya yang sedang menonton.


Reyna berkeliling tanpa peduli dirinya menjadi pusat perhatian. Tidak heran, selain cantik dan memilki bentuk tubuh yang profesional Reyna juga menjadi bahan jepretan banyak kamera karena cara berjalannya yang terkesan terburu-buru dan kehebohan dirinya didepan ponsel.


Opa Alex, Oma Lyandra dan keluarga lainnya yang menyaksikan kehebohan Reyna hanya bisa menghela nafas dan tersenyum malu pada para tamu yang menatap mereka.


" Ecel, amankan putrimu! " Bisik Opa Alex menggeram.


Marchel mengangguk. Dia mengkode salah satu anak buahnya yang langsung beranjak setelah mengerti.


" Wah.. Putrimu aktif sekali, Nyonya Alexander. " Ucap salah satu wanita paruh baya berwajah cantik kepada Bella.


Bella tersenyum tipis, " Ya, begitulah seorang selebritis. Putriku memang selalu mementingkan menyapa penggemarnya dibandingkan pandangan orang tidak penting, " Balas Bella telak membuat si wanita tadi terdiam malu.


" Saya undur diri, Mr Alexander. Terima kasih undangannya, " Ucap suami dari wanita tadi membungkuk sopan.


Opa Alex dan Marchel tersenyum ramah.


" Tentu. Terima kasih kehadirannya, "


Mereka pun pergi setelah menyunggingkan senyuman pada seluruh keluarga tuan rumah yang ada.


" My Bellee.. "


" Apa?! " Balas Bella nyolot. " Lagian salah si nenek itu memancing amarahku, " Gerutunya.


Marchel menggeleng melihat sikap sangar istrinya yang tidak juga menghilang sedari dulu.


" Jangan begitu juga, Bella. Mereka tamu kita, " Nasihat Oma Lyandra lembut.

__ADS_1


" Jangan dengarkan Mommy, Kakak ipar. Dia sesat, " Celetuk Mikhayla yang langsung dihadiahi pelototan dari Mikhael suaminya.


" Sembarangan! " Semprot Oma Lyandra mendelik.


" Sudah-sudah. Sekarang panggil Angel! Opa ada pengumuman lain selain pernikahan David, " Titah Opa Alex.


" Baik Dad, " Baru saja Bella membalikkan badannya hendak menyusul Reyna, orang yang hendak disusulnya sudah berada tepat dihadapan mereka dengan ekspresi wajah yang.. terlihat sedih?


" Angel? Kamu— "


" Pengumuman apa, Opa? Sekarang saja! Rasanya Angel lelah, ingin langsung pulang dan beristirahat. " Ucap Reyna sembari memijit leher.


Mereka saling tatap dengan sikap Reyna yang tampak sedikit aneh. Sepertinya ada yang tidak beres, pikir mereka.


Opa Alex menghela nafas. Tanpa kata dia melangkah meninggalkan kerumunan keluarga dan beralih mengambil alih mic dari pembawa acara hingga dirinya menjadi pusat perhatian.


" Hallo, Saya Alexander. " Sapa Opa Alex sebagai pembuka.


" Pertama-tama Saya ingin mengucapkan terima kasih pada para tamu sekalian yang berkenan hadir dalam peresmian resepsi go public pernikahan cucu Saya, David Alexander yang sebelumnya telah dilaksanakan bulan lalu. "


" Saya juga mengajukan permohonan maaf atas kabar yang mendadak ini. Karena suatu alasan keluarga kami memutuskan untuk menyembunyikan pernikahan dari kerabat maupun teman dekat. Dan.. Puji Tuhan inilah saatnya keluarga besar Alexander memberitahu dunia bahwa penerus kami telah memiliki pasangan sehidup sematinya, Nayara Putri Bramasta. Putri tunggal dari Mr. Bram dan Mrs. Elly Smith. "


Di mini bar yang berhadapan dengan Alex tampak Rey yang terduduk dengan minuman ditangannya. Dia tersenyum sinis mendengar penuntunan dari Tuan besar dan tersenyum miris saat pandangannya beralih pada David dan Nayara yang tampak bahagia di atas altar.


" Mungkin memang waktunya Kakak melepaskanmu, Naya. Maafkan Kakak, Nayara. " Gumam Rey meminum minumannya dengan satu kali tegukan.


Opa Alex melanjutkan, " Selain meluruskan permasalahan pernikahan Cucu Saya karena tidak ingin ada rumor buruk tersebar mengenai istri cucu Saya yang saat ini tengah mengandung, Saya juga hendak menyampaikan satu pengumuman penting lainnya. "


" Perjodohan untuk cucu perempuan Saya, Reyna Angelica bersama Gavin Haydar pemilik HD Company. Dengan pesta pertunangan yang akan diselenggarakan di sini, saat ini, dan detik ini juga. "


Sorakan keterkejutan sontak memenuhi seisi aula. Baik para pejabat-pejabat tinggi juga para rekan-rekan bisnis dan karyawan tertentu yang diundang berucap keras dengan pendapat berbeda mengenai pengumuman Opa Alex barusan.


Mendengar keributan itu lantas Opa Alex kembali bersuara:


" Bukan karena bisnis, apalagi problem lainnya yang dapat mencoreng nama baik keluarga. Saya telah berunding bersama keluarga dan memutuskan langkah baik inilah yang akan kami ambil. Menjodohkan Angel dengan Gavin, yang rupanya sama-sama mencintai. "


" Huu!! " Sorakan kagum kembali terdengar. Sebagian para tamu bertepuk tangan gembira apalagi melihat Gavin yang kini hadir di samping Opa Alex dengan senyuman yang merekah dibibir.


" Benar bukan, Nak Gavin? " Tanya Opa Akex menatap Gavin.


" Tentu, Lord. Bukan Anda yang menjodohkan, akan tetapi Saya yang mengajukan lamaran. "


Makin heboh saja para manusia karena perkataan Gavin. Banyak diantara para tamu undangan yang membuka kamera ponsel masing-masing dan mengabadikan moment manis ini sebagai kenang-kenangan bersejarah keluarga Alexander lain selain kisah David dan Nayara yang sempat mengguncang dunia.


" Angel, "


Seluruh tatapan terfokus pada Reyna yang diam bagaikan patung tak bernyawa.


Di tempatnya, Reyna tersenyum kecil melihat tatapan penuh harap yang Kakeknya tunjukkan. Tanpa ragu kakinya melangkah yang berakhir berdiri berhadapan dengan Gavin.

__ADS_1


Gavin menatap Reyna dalam yang dibalas tatapan kosong oleh Reyna. Dia mengeluarkan kotak merah berbentuk hati dan berlutut tanpa ragu.


" Aku belum menjadi orang baik, bukan juga pria yang ketampanannya bisa diabadikan. Aku, hanyalah pria yang menginginkan penyempurna abadi yang selalu bersamaku hingga akhir hayatku. Aku sadar, aku mencintaimu dan aku juga sadar, kesempurnaan itu hanya bisa ku dapatkan melalui dirimu. " Ucap Gavin membuat penonton mengigit jari melihatnya.


" Jadi.. Reyna Angelica, maukah kau menikah denganku? Memenuhi hari-hariku dengan kehadiran dan tawa bahagiamu? Melahirkan banyak anak-anak yang lucu dengan kau dan aku sebagai orangtuanya? Membuat hal pertama yang dapat ku lihat disetiap menutup dan membuka mata hanya dirimu? Maukah kau.. Seumur hidup menjalaninya bersamaku? Di sisiku dan.. selama-lamanya? "


" Aaaa!! " Heboh para penonton baper.


" Terima! "


" Terima! "


" Terima! "


Gavin setia memandang Reyna dalam dengan senyuman yang tidak luntur sedikitpun. Untuk Reyna, dia ikut tersenyum tipis dan lagi-lagi tanpa keraguan dia menyodorkan tangan kirinya pada Gavin.


" Kelihatannya akan lebih indah jika kau memasangnya.. Di sini, "


Hancur sudah pesta David dan Nayara karena keuwwuan mereka. Tanpa menunggu lama Gavin lantas menarik sebuah cincin di dalam kotak merah yang dibawanya dan dipasangkannya pada jari manis Reyna.


Cup.


" Terima kasih, "


Reyna tersenyum melihat bagaimana Gavin mencium tangannya penuh perasaan dengan tatapan yang masih terlihat sama.


" Jadi pria baik yang terbaik untukku miliki, Kak Gavin. " Lirih Reyna berharap.


Ditempatnya Bella tersenyum haru menyaksikan moment ini.


" Kau sudah besar rupanya, putriku. " Gumam Bella.


" Ayo Angel, sekarang giliranmu memasangkan ini di jari manis Gavin! " Titah Oma Lyandra menyodorkan cincin polos pada Reyna.


Reyna mengambilnya. Dia menarik Gavin agar berdiri dan memasangnya dijemari manis Gavin membuat senyuman pria itu semakin lebar saja.


" Terima kasih telah menerimaku, Angel. Terima kasih, " Ucap Gavin sebelum memeluk Reyna dengan disusul meletusnya mercon kertas yang dipegang oleh keluarga Gavin yang ternyata hadir menyaksikan.


Reyna balik memeluk Gavin sampai tatapannya bertemu dengan sosok yang berada jauh didepannya yang berdiri menatap ke arah mereka dengan tatapan tidak percaya.


Morgan diam mematung. Matanya memerah dan mulai berkaca-kaca menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Reyna menyematkan cincin di jari manis Gavin dan mereka berpelukan erat setelahnya tepat didepan dia yang baru datang.


" E-enggak, " Gumam Morgan menggelengkan kepalanya yang seakan kaku tidak bisa digerakan.


Reyna mengalihkan pandangnya dari Morgan pada wanita yang merangkul lengan Morgan dari samping dengan mesranya.


" Gue kira loe pelengkap, nyatanya loe perusak. Morgan, selain hati, loe juga hancurin harapan dan kepercayaan gue. Jangan salahkan gue, atas kebodohan yang loe buat sendiri. " Ucap Reyna dalam hati sembari memejamkan mata dalam pelukan Gavin.


" Janjinya palsu! Perjuangannya manipulasi! Semua yang loe lakukan, bulshit! " Jerit Reyna membatin.

__ADS_1


_-_


TBC!


__ADS_2