
Reyna sedikit menggerakkan tubuhnya tidak nyaman. Sedangkan di belakangnya, Morgan terlelap dengan tangan memeluk tubuhnya erat.
Setelah permintaan bersifat mutlak itu, tanpa mendengar jawaban dari Reyna Morgan langsung menariknya ke kamar tamu yang kebetulan berada di lantai satu.
Tidak ada waktu menolak, Reyna sudah di dorong ke kasur dan jadilah seperti sekarang.
Jantung Reyna berdetak kencang, merasakan eratnya pelukan Morgan juga deru nafas lelaki itu di lehernya. Ingat akan sesuatu, cepat-cepat Reyna bergerak kasar dan berusaha melepas pelukan yang malah semakin erat itu.
" Mo-morgan, jangan begini. Tidak enak jika ketahuan yang lain, " Cicit Reyna.
" Hem, " Morgan berdehem, semakin menelusupkan wajahnya pada ceruk leher Reyna.
" Mo-morgan gelik, " Reyna menaikkan bahunya.
Morgam diam, sibuk pada kecanduan barunya.
Candu? Sepertinya kini penenang disaat bermasalah maupun lelahnya bukan alkohol lagi, melainkan aroma tubuh Reyna.
Berbaya kan? Bahkan lebih bahaya dari alkohol.
" Jangan begini, Morgan. Ini hampir pagi, apa kata mereka jika melihat kita tidur bersama? " Reyna mulai kesal.
Mata Morgan terbuka, dalam satu kali gerakan dia mengubah posisi tubuh Reyna yang menyamping menjadi terlentang dengan dirinya yang meniindih dari atas.
Reyna menahan nafas, matanya membola menatap hidung Morgan yang hampir bersentuhan dengan hidungnya saking dekatnya.
" Mau Saya tunjukkan yang namanya tidur bersama? " Tawar Morgan dengan suara serak.
" A-ak-ak-aku, dasar gila! "
Plak!
Reyna mendorong keras wajah Morgan dan berlali keluar meninggalkan Morgan.
Di tempat, Morgan tertawa sambil merebahkan dirinya di atas ranjang, menatap langit-langit dengan pikiran penuh dengan Reyna dan segala raut wajah yang dia lihat.
" Cantik, " Gumam Morgan tersenyum lebar.
Sadar apa yang dikatakannya, Morgan mengusap wajahnya lembut.
" Sepertinya aku gila, "
_____-_____
Sarapan pagi ini sama dengan malam tadi, begitu hangat dan terasa haru. Sejak tadi, Reyna sibuk merengek karena Oma Lyandra dan Ibunya Bella terus saja mengisi piringnya dengan makanan yang begitu banyak. Jangan lupa juga dengan Tantenya Mikhayla yang ikut rempong.
Malam tadi, Mikhayla beserta keluarga kecilnya memang menginap di sini. Jadi tidak aneh jika malam tadi Morgan datang ke rumah Opanya, pikir Reyna.
" Angel, makan ikan ini. Mengandung banyak vitamin dan bagus untuk pertumbuhan, "
" Iya, Rain. Tambah juga susunya agar bentuk badanmu tetap terjaga, "
__ADS_1
" Sayang, Mommy baru saja membuatkan puding kesukaan kamu untuk dissertnya. Ayo segera habiskan sarapannya! "
Reyna menggeleng lemah, " Kalian keterlaluan! Ini bukannya sehat, malah akan membuat Angel obesitas. Aaa.. Oma sudah.. Angel kenyang, " Keluh Reyna diakhiri rengekan manjanya.
David, Marchel, Mikhael, dan Alex terkekeh melihat wajah Reyna yang frustasi. Sedangkan Morgan, sejak tadi CEO pemain wanita itu terus menatap lekat pada Reyna.
" Jangan banyak komplain! Cepat makan atau kamu tidak akan Oma izinkan ke kantor! " Ancam Oma Lyandra galak.
" Iya, " Balas Reyna dengan wajah cemberut.
" Kantor? " Morgan berbisik di dekat David.
" Hem. Angel akan bekerja di perusahaan Daddy, sebagai sekretarisku. " Jawab David berkata pelan.
Morgan mengangguk-angguk. Tiba-tiba pikirannya menangkap sesuatu yang nakal.
" Aku akan main ke perusahaanmu siang ini, David. " Mata Morgan menampilkan sorot penuh makna.
David hanya melirik sekilas dan lanjut pada sarapan paginya.
Morgan menyimpan sendok di tangannya, dia beralih menatap Reyna dengan senyuman tipis di bibirnya.
" Sepupu juga bisa aku jadikan wanita, bukan? " Batin Morgan mesum.
_____-____
Reyna berjalan menuruni tangga dengan pakaian kantoran khas sekretaris. Melihat ke bawah dan tidak menangkap keberadaan David beserta Morgan membuat Reyna tersenyum lega.
" Akaa!! " Bocah berusia enam tahun kurang berlari ke arah Reyna.
" Hap, dapat! " Sorak Reyna mengangkat tubuh mungil adiknya di pelukannya.
Zareen Aaron Alexander, anak ke tiga dari Marchel dan Bella yang berjenis kelamin laki-laki. Pria kecil yang dipanggil Aaron itu lahir delapan bulan setelah kepergian Reyna. Usianya beda dua tahun kurang dari Kia, putri bungsu Mikhayla dan Mikhael.
" Aroon sayangnya Kakak udah makan? " Tanya Reyna menekan-nekan pipi gembul adiknya.
" Udin. Tadi cama Kakak Kiya, " Balas Aaron cadel.
" Masih gak bisa ngomong ya kamu. Ihh lucu deh, "
" Akak atit.. " Keluh Aaron meraba pipinya yang memerah akibat cubitan Reyna.
" He he he.. Maaf tayang. Sini sini Kakak cium pipinya supaya gak sakit lagi, "
Mwah.. Mwah.. Mwah..
" Angel, jangan cium-cium Aaron! Virus tahu, " Semprot Bella.
" Habisnya gemes Mom. Masih belum lancar bicara dia, " Kekeh Reyna.
" Emang ni anak, padahal udah mau enam tahun, laki-laki lagi. Masa nanti cadel sampai gede, " Ucap Bella membuat Aaron membuang muka dari sang Ibu.
__ADS_1
" Becanda sayang. Baperan amat sih kayak pantatt bayi, " Kekeh Bella.
" Mom jahat! "
" Astagfirullah.. Berdosa banget kamu Aaron, " Ucap Bella membuat Reyna tertawa.
Dredd.. Dredd..
" Mom bentar, " Reyna memberikan Aaron pada Bella dan berjalan sedikit menjauh untuk mengangkat telpon.
" Hallo? "
" Angel, kamu di mana? "
" Gue masih di rumah. Ada apa Naya? "
" Aku mau ngajakin kamu main tadinya. Tapi kata Papi, kamu ngantor. Sayang banget, "
Reyna terkekeh, " Kalo loe ngajak jalan, gak jadi ah ke kantornya. Males juga gue. Kuy! Ke mana? Pake mobil gue aja yah, loe tunggu gue otw jemput. "
" Hah? Ta-tapi Angel— "
" Alah banyak bacot loe! Gue datang, bye! "
Reyna mematikan ponselnya sebelah pihak, dia menatap Bella yang menatapnya bingung.
" Mom, ke kantornya lain kali aja ya? " Pinta Reyna.
" Mau ke mana kamu? " Tanya Bella menjauhkan wajahnya dari cakaran maut singa jantan kecil.
" Jalan sama Naya. Boleh ya? " Izin Reyna.
" Boleh. Tapi nanti pulangnya bawa Nayara ke sini ya! Sekalian undang Om Bram sama Tante Ellynya juga, " Titah Bella.
" Laksanakan Ibu Negara! " Kata Reyna sambil terkekeh.
" Mom Angel pergi, dah Saron! "
" Aalon! " Teriak si kecil meralat.
" Maunya Saron. Bye! "
Bella tertawa, " Udah udah, jangan dengerin Kakak kamu. Ayo makan! Aaron gak makan banyak loh tadi. Buah mau? "
" Mau mau! "
" Let's go! " Bella berlari pelan diiringi tawa si kecil Aaron yang akan membuat siapa saja gemas jika melihatnya.
_-_
TBC!
__ADS_1
___
Perasaan ini up pagi-pagi banget deh, lama amat prosesnya. Hiksroot😪