Crazy Cousin

Crazy Cousin
Lagi?


__ADS_3

Ketimbang ikut pemilihan Osis, Reyna malah mengendap-endap keluar dari kerumunan dan berjalan menuju tangga. Tujuannya hanya satu, yaitu rooftop.


Membayangkan sejuk dan segarnya angin yang menimpa wajahnya sudah membuat Reyna ngiler. Ah.. Rooftop memang yang terbaik!.


Saat tiba di rooftop, mata Reyna memicin menatap punggung pria yang sedang tertidur santai di sofa goyang. Sepertinya dia kenal.


Reyna melangkahkan kaki dan duduk di kursi single samping pria itu.


" Oh.. Elu Rey. Gue kira siapa, " Gumam Reyna.


Rey hanya diam tanpa menyingkirkan tangan kanannya dari mata. Namun saat mendengar suara pematik, Rey langsung membuka mata menoleh pada Reyna.


" Angel loe perokok?! " Ucapnya syok.


Reyna dengan sebatang rokok di bibir dan pematin di tangan kanannya menoleh dan tersenyum tanpa dosa.


" Dari SMP. Secret yah Rey! "


" Ogah! Ntar gue bilang David, " Rey terdiam saat menyadari sesuatu, " Morgan maksudnya, "


Reyna menghisap rokoknya tak kala ujung nikotin itu berhasil dia bakar dengan api.


" Masih dendam loe, sama Abang gue? "


" Gak dendam sih. Kecewa aja, " Ucap Rey kembali merebahkan dirinya. " Bisa-bisanya ambil kesempatan dalam kesempitan, "


Reyna terkekeh, " Abang gue tuh penyelamat cuy! Dosa loe pacaran sama adik sendiri, "


" Bukan adik gue, "


" Percuma loe ngelak Rey! Kenyataan gak akan berubah jadi kebohongan begitu loe bilang Naya bukan adik loe, " Ucap Reyna. " Ah.. Kesel sediri gue ngomongnya, "


Rey terdiam untuk beberapa saat.


" Kenapa? Gak bisa jawab kan lu? "


" Gue bingung, Gel. Gue cinta banget sama dia sumpah, "


" Obsesi mungkin. Atau enggak, loe emang sayang sama Naya. Tapi sebagai Kakak, bukan pacar lagi. "


" Jadi gue menyangkal perasaan gue sendiri? Maksud loe, hati kecil gue udah nerima dia tapi gue terus ngelak gitu? "


" Bisa jadi, " Ucap Reyna menghisap rokoknya.


" Berhenti Angel! " Rey merebut rokok Reyna dan memadamkannya. " Gak baik ngerokok. Loe itu perempuan! "


" Elah.. Emang siapa bilang gue laki? Ah kampret lu! Lagi enak-enaknya juga, " Kesal Reyna menginjak-injak lantai.


" Lu bakalan punya baby, Angel. Bakalan berpengaruh nantinya, "


" Bukan urusan loe juga, " Jawab Reyna acuh.


" Kan gue sebagai Bapak dari anak loe ikutan sedih, "


" Nyenyenye, "


Rey terkekeh. Sekejap dia menatap Reyna sendu, lalu balik pada posisi semula.


" Gue selalu gak kuat Angel. Gak kuat lihat Naya bahagia sama yang lain, "


" Ha ha.. Waktu loe milikin Naya kemana aja tu rasa? Udah di pelukan orang aja lu cengeng. Begoo! "

__ADS_1


" Hem. Emang begoo gue, "


" Untung ngaku, begoo loe! "


" Tapi jangan di katain juga goblokk! " Ucap Rey menjitak kepala Reyna.


" Aw, Rey Bramasta!! Gue aduin sama Daddy gue yah?! "


" Nyenyenye, "


" Eh, btw gimana? " Tanya Reyna mencondongkan wajahnya pada wajah Rey.


" Apanya? "


" Gimana rasanya tinggal sama mantan tercinta? Adik lagi. Bwa ha ha... " Ejek Reyna terbahak.


Rey menghembuskan nafasnya kasar dan mendelik malas.


" Sok-soan ngatain gue. Nasib lu juga di ujung tanduk, "


" Apa tuh? "


" Tinggal sama Morgan kan? " Kini Rey yang menatap Reyna tengil. " Gimana rasanya di grepe-grepe sama orang mesum? "


" Rey!!! "


Rey tertawa terbahak-bahak tanpa peduli Reyna yang mengeluarkan sumpah serapah untuknya.


Di balik tembok, seseorang yang tadinya hendak memanggil Reyna kini termenung dengan kesedihan yang terlihat di kedua matanya.


" Semua loe ambil, Gel. Kenapa? " Gumamnya menghapus air mata yang menetes membasahi pipinya.


___-____


Karena penasaran, Nayara pun melangkah maju bermaksud untuk mengejutkan David.


" Lima motor ninja, dan satu mobil sport keluaran terbaru. Keren gak tuh? "


" Widih.. Keren loe Vid. Gas teruss! "


" Bisa di aturlah! "


" Keren asli. Bermodal Nayara loe dapet itu semua. Beuh.. Pesona loe emang gak main-main, "


" Kalo ceweknya tahu gimana bos? "


" Tenang! Nayara udah cinta mati banget sama gue! "


" Aaanjay, "


" Ya gak Vik? Loe juga masih cinta kan sama si Rey? "


" Iya. Dan gue mau dia jadi milik gue, "


" Bisa di atur! Asal loe atur aja kencan gue sama Shelly, "


" Siap Vid! "


" Gila loe Vid. Nyelametin Nayara dari tangan Rey. Gue kira karena cinta, eh.. Taunya sama aja. Jadiin bahan taruhan, "


" Bwa ha ha.. "

__ADS_1


Tes.


Air mata Nayara menetes. Apa tadi? Taruhan? Dia, lagi-lagi dijadikan bahan taruhan? Dan ini?


Nayara menarik jaket David dan—


Plak!


Tamparan hangat David terima di pipi kanannya. Vika, teman-temannya, bahkan teman pria David langsung terdiam dengan mata membulat melihat tindakannya.


" Gak nyangka aku. Kamu aslinya orang kayak gini, Kak. " Ucap Nayara menyeka air mata.


" Aku kira kamu beda, dari laki-laki lain. Tapi? Hah, " Nayara membuang muka ke samping sambil menggigit pipi dalamnya. Kemudiam kembali menatap David yang sedang menatapnya sendu.


" Kamu sama aja kayak Kak Rey. Deketin aku cuma buat taruhan doang, " Ucap Nayara berderai air mata.


" Kecewa sih aku. Tapi ya.. Mau bagaimana lagi? Kamu juga udah dapat apa yang kamu mau kan? Motor, mobil. Tidakkah kamu sadar Kak? Keluarga kamu bahkan bisa membelikan lebih dari ini. Tapi menjadikan wanita mainan? Hah, sungguh. " Lanjutnya tidak habis fikir.


Lagi-lagi Nayara menyeka air matanya.


" Ay, bukan itu maksud— "


Nayara berbalik dan pergi tanpa mau mendengar penjelasan David. Tidak sengaja dia menabrak sesuatu. Saat mendongak dan ternyara itu adalah Rey, tangisan Nayara langsung pecah saat itu juga.


Rey membawa Nayara ke dalam pelukannya. Dahinya berkerut bingung. Namun saat melihat wajah panik David yang sepertinya sedang mengejar Nayara, buru-buru dia memeluk Adiknya erat.


" Hiks.. Kak Rey, hiks.. "


" Ay, Nayara gue, " David terdiam melihat Nayara berada dalam pelukan Rey.


" Anjiing! Beraninya loe peluk cewek gue!! "


Bughk.


" Bukan dia yang anjingg tapi loe! " Bentak Reyna meninju pipi David.


Rupanya Reyna datang bersama Rey dan menyaksikan semuanya.


" Gel, ini gak seperti apa yang loe pikirin. " Ucap David panik.


" Terus apa? Emang apa yang gue pikirin?! " Teriak Reyna nyolot.


" Receh loe Kak. Dasar sampah! Gak pantes loe buat temen gue! " Teriak Reyna emosi.


" Angel dengerin penjelasan gue! " Teriak David mengacak rambutnya frustasi. Apalagi melihat Nayara yang masih betah memeluk Rey tanpa berminat melihatnya.


" Ini tuh gak seperti yang terlihat! Gue cuma— "


" Kak Rey, apa acaranya sudah selesai? " Tanya Nayara mendongak menatap wajah Rey.


" Udah. Loe mau pulang? "


Masih dalam pelukan Rey, Nayara mengangguk.


" Ya udah yuk! " Tanpa berkata pada David, Rey berbalik dan membawa Nayara pergi dengan posisi Nayara yang terus memepeti tubuhnya.


Brughk.


David ambruk di atas lantai. Reyna mendecis dan ikut pergi dari sana.


" Bukan ini rencana gue, Ay. Gue cuma mau nyelametin loe dari si Shelly, " Gumam David.

__ADS_1


_-_


TBC!


__ADS_2