Crazy Cousin

Crazy Cousin
Mungkinkah..


__ADS_3

Satu minggu berlalu. Dan selama satu minggu itu pula Nayara masih belum David temukan. Hubungan Reyna dan Morgan pun semakin abu-abu saja apalagi dengan sikap Morgan yang agak berubah menurut Reyna.


Dua hari sebelum satu minggu itu Reyna kembali bekerja di perusahaan Gavin seperti sebelumnya. Opa Alex dan keluarga yang lainnya pun belum mengumumkan apa-apa mengenai perjodohannya dengan Gavin.


Untuk sekarang baik Reyna maupun David hanya menunggu dalam diam saja. Karena mereka percaya yang terbaik tidak akan pergi. Dan lagi, jikapun pergi mungkin memang bukan yang terbaik.


Suasana sarapan di kediaman Alexander pagi ini begitu dingin dan mencengkram layaknya sarapan di hari-hari sebelumnya sepenculikan Nayara yang dilakukan Rey.


Para orangtua memilih diam tidak ikut campur dengan urusan anak-anaknya karena mereka telah dewasa. Penguman perjodohan antara Reyna dan Gavin pun belum Opa Alex sampaikan karena kasus Nayara. Mungkin akan dia katakan setelah keadaan membaik.


" Kau akan berangkat ke kantor, David? " Tanya Opa Alex mencairkan suasana.


" Ya, " Balas David dengan mulut sibuk mengunyah sarapan paginya.


" Angel? "


" Angel juga, " Balas Reyna sebelum meneguk segelas susu hangat ditangannya.


" Daddy antar, " Sahut Marchel.


" Okay, "


" Aalon ikut Aalon ikut! " Teriak si bocil.


Marchel mengangguk sebari mengacak rambut putranya membuat Aaron cemberut.


" Mommy, " Rengeknya mengadu pada Bella.


" Dad, " Tegur Bella melotot.


Marchel hanya memyengir kecil, " Gemes, "


Oma Lyandra menggeleng melihar tingkah putranya.


" Marchel, "


" Yes, Mom? "


" Setelah ini temui Mommy sebentar, "


Marchel mengangguk patuh, " Baik, "


Sarapan ditutup dengan beranjaknya seluruh keluarga guna melakukan aktivitas mereka masing-masing.


πŸƒ πŸƒ πŸ‚ πŸƒ πŸƒ


" Sepertinya kau harus segera bertindak, Ecel. " Ucap Oma Lyandra pada putranya.


" Tidak perlu, " Balas Marchel tanpa berfikir.


Oma Lyandra menatap putranya tajam, " Apa maksudmu? Kau tidak akan melakukan apapun untuk membantu rumah tangga putramu yang diambang kehancuran? " Tanya Oma Lyandra kesal.

__ADS_1


" Ecel, perlu kau ingat jika David adalah cucuku! "


Marchel berdecak kesal, " Ayolah! Aku juga tahu itu, David putraku. Tapi Mommy, "


Oma Lyandra menatap putranya serius.


" Kita hanya perlu menunggu sebentar saja. Sebentar, sampai waktu baiknya tiba. " Ucap Marchel tersenyum misterius.


Oma Lyandra memicinkan tatapannya.


" Bisa Mommy percaya? "


Marchel mengangguk pasti, " Tentu, "


πŸƒ πŸƒ πŸ‚ πŸƒ πŸƒ


Reyna membuka pintu mobil Marchel dan keluar dari dalamnya. Sebelum dia berbalik menuju perusahaan Reyna menyempatkan waktu menunduk menatap ayahnya dari luar.


" Terima kasih, Dad. "


" You're welcome. Hati-hati pulangnya, Angel! Jangan kemaleman, "


" Siap! "


Reyna menjauhkan tubuhnya saat Marchel mulai kembali menyalakan mobil.


" Bye bye akak!! " Teriak Aaron mengeluarkan kepala kecilnya dari jendela seberjalannnya mobil.


Reyna menatap mobil sang ayah yang perlahan mulai tak terlihart dengan senyuman dibibirnya.


" Angel? "


" Ah, Kak Gavin? " Sapa balik Reyna setelah memutar tubuhnya pada orang yang menyebut namanya.


" Kamu di antar siapa ke mari? Tidak membawa mobil? " Tanya Gavin basa-basi.


" Ah.. Itu.. Aku diantar Daddy. Ingin menolak namun tidak enak, " Balas Reyna dengan tersenyum ramah.


Reyna memang tidak membenci ataupun menghindar dari Gavin setelah tahu bahwa pria itu yang akan dijodohkan dengannya dan pria itu juga yang menaruh hati padanya.


Karena bagi Reyna, Gavin adalah Gavin. Gavin yang baik hati serta teman yang baik. Bukankah tidak pantas Gavin dibenci hanya karena mencintai?


" Eum.. Begitu. Pulangnya, bagaimana jika ku antar? " Tawar Gavin.


" Tentu, " Balas Reyna menyambut baik.


" Masuk? "


" Ah, ya. "


Reyna dan Gavin memasuki perusahaan dengan sesekali berbincang dan tertawa disetiap langkahnya tanpa menyadari jika dari kejauhan seseorang menatap mereka penuh kebencian.

__ADS_1


πŸƒ πŸƒ πŸ‚ πŸƒ πŸƒ


Di lain tempat, Nayara baru saja menyelesaikan sarapan yang bisa disebut makan. Dua piring nasi goreng porsi besar dia habiskan dalam sekejap, membuat Rey yang melihat ***** makan adiknya yang tidak biasa itu dibuat menggeleng takjub.


" Mau tambah lagi, Nayara? " Tawar Rey setengah menyindir.


" He he he.. Naya kenyang, " Balas Nayara mengelus perut ratanya.


Nayara menyandarkan punggungnya disandaran kursi. Dia bersendawa dan langsung menutup mulutnya menyengir pada Rey yang melotot ke arahnya.


" Tidak sopan, " Cibir Rey.


" Maaf Kak, he he.. Kelepasan tadi, " Cengir Nayara.


Rey menggeleng.


" Ekhem, Kak Rey. Bagaimana kalo kitaβ€” Huek! " Nayara menutup mulutnya dan berlari cepat menuju wastafel.


Rey jelas panik menatap kepergian adiknya. Cepat-cepat dia menyusul Nayara dan memijit pelan leher belakang Nayara saat wanita itu tidak kunjung berhenti memuntahkan cairan bening.


" Naya, kamu kenapa? Jangan membuat Kakak khawatir kamu, Nayara. "


" Huek.. Huek.. " Nayara terus muntah-muntah membuat Rey cepat-cepat membuat teh hangat untuknya.


Dirasa cukup, Nayara kembali terduduk di meja makan dan langsung meminum teh hangat yang disodorkan Rey.


" Kamu kenapa? " Tanya Rey khawatir.


" Hiks.. Gak tahu, hiks.. Akhir-akhir ini Naya mual terus, " Keluh Nayara menangis.


" Stt.. Tenang dulu, tenang. Jangan nangis okay? " Pinta Rey memeluk tubuh adiknya.


" Hiks.. Mau Kak David. Hiks.. Naya mau Kak David Kak Rey... Hiks.. Mau Kak David, " Pintanya diselingi tangisan.


" Naya! " Tegur Rey tidak suka.


" Mual, hiks.. Nayaβ€”Huek!! " Nayara kembali berlari memuntahkan cairan yang sama. Air matanya mengalir dengan bibir yang sudah memucat.


Rey menatap adiknya datar saat menyadari sesuatu.


" Kamu sudah berhubungan dengan David? " Tanya Rey menatap adiknya datar.


Deg.


Nayara mengangkat kepalanya dengan wajah terkejut. Dia mengingat-ingat sesuatu lantas menutup mulutnya sendiri saat dirasa apa yang terkintas dipikirannya benar.


" Kak Rey, " Kata Nayara menatap Rey dengan mata membola.


Tangan Rey mengepal, " Kita pulang sekarang! "


_-_

__ADS_1


TBC!


__ADS_2