
Arzan, orang kepercayaan Morgan berjalan memasuki area perusahaan David. Langkahnya sedikit memelan saat melihat seorang gadis yang tampak berantakan sedang berusaha menyetop taxi dengan kesusahan karena selalu penuh.
Rasa kemanusiaannya terusik saat tanpa peduli sekitar tangisan gadis itu semakin pecah. Tanpa diminta kakinya melangkah mendekat.
" Perlu bantuan, Nona? "
Clarissa menoleh, bibirnya semakin melengkung ke bawah dan saat itu juga tangisannya semakin pecah saja. Entah kenaps melihat wajah Arzan bawaannya bukan tenang malah semakin kalut saja fikirannya.
Arzan kelimpuhan, refleks dia menepuk-nepuk punggung Clarissa dan tanpa diduga gadis itu menerjang tubuhnya dengan pelukan kuat.
" D-David, hiks.. Gue mau David, mau dia.. Hiks, "
Wajah bingung Arzan berubah datar, jadi gadis ini yang diceritakan Reyna dan temannya? Cih.
" Jangan murahan. Anda cantik, bisa mencari pengganti David dengan mudahnya. "
" Gak mau, hiks.. Gak mau. G-gue cuman mau David, hiks.. Mau dia, "
" Dia sudah beristri, " Clarissa mendongak, menatap Arzan dengan mata berair.
" Gak peduli, gue gak peduli. Gue mau kok, jadi istri kedua bahkan simpanannya. Yang penting gue sama David terus, "
" Dasar gila, "
" Hiks.. G-gue, gue— "
Arzan menatap tubuh Clarissa yang mendadak merosot. Gadis itu pingsan dan dapat Arzan rasakan tubuhnya juga panas.
" Sial. Merepotkan saja, " Gumamnya.
Membawa Clarissa kedekapannya, Arzan menggendong gadis itu dan memasukkan Clarissa ke dalam mobil. Sepertinya dia harus merawat gadis gila ini, untuk sementara. Agar tidak mengacau bahkan menjadi boomerang untuk hubungan temannya. Selama bersamanya, mungkin Arzan akan memberinya paham.
____-_________
Di ruangannya, David uring-uringan sendiri. Sejak tadi pria itu mondar-mandir tidak jelas dengan tangan memegang asal tubuhnya.
" Arghhh!! Bisa gila gue, "
Sempat berperang dengan fikirsnnya sendiri, akhirnya dengan langkah lebar David berniat menjemput Nayara di kediaman keluarganya.
Sedangkan di sana, terlihat Nayara dan Reyna yang sedang terduduk santai di taman depan. Bumil dan calon pengantin itu terlihat serius dengan Nayara yang terisak pelan.
" Kayaknya, a-aku mau pisah aja. "
" Heh! " Tegur Reyna. " Gue bawa loe ke sini cuman mau ngasih si David pelajaran yah, bukan bantu loe pisah sama dia. Ingat Naya, pernikahan sama pacaran itu beda. Emang loe siap jadi janda? "
" Enggak sih, tapi— "
" Gue tahu si David emang aanjing. Tapi Naya, gue percaya kok dia gak mungkin selingkuh. Dia mungkin hanya— "
" Aku liat sendiri, Angel. Sakit banget rasanya, "
Reyna terdiam. Dia menghela nafas dan menatap sendu Nayara yang kembali terisak pelan.
" Hiks.. Kayaknya a-aku mau kasih tahu keluargaku saja, hiks.. Aku beneran mau pisah kayaknya, "
" Jangan gegabah, fikirin dulu baik-baik. Mau jadi apa anak loe tanpa ayahnya, "
" Kan bisa nikah lagi, "
" Gampang sih kalo ngomong. Tapi gue yakin loe gak bakalan lakuin itu, "
" Hiks... Tahu ah! "
Reyna menggigit bibir bawahnya, dia mendekat pada Nayara dan memeluk temannys itu.
" Sabar, Nay. Dinginin dulu kepala loe, berfikir dalam tenang, lalu setelah itu ambil keputusan. Gue hanya ngasih saran, sebaiknya gak gegabah. Selebihnya gye dukung apapun keputusan loe, "
____-____
" Nayara!! Naya!! Sayang!! "
Seluruh anggota keluarga yang tengah bersantai k
__ADS_1
dibuat terkejut oleh teriakan putra sulung mereka.
" David? " Beo Bella.
" Jangan teraik, David! " Bentakan Marchel tidak David indahnya, matanya menatap liar setiap sudut di sana.
" Nayara, istri David di mana Mom? " Tanyanya dengan tak sabar pada Bella.
" Dia— "
" Naya mau pulang, " Seluruh atensi teralihkan pada wanita dengan perut yang sedikit membuncit.
" Sayang? "
Nayara menatap David sekilas, " Nayara pulang ya? Di anter Angel kok, "
" Iya, ayo pulang. Aku sengaja jemp— "
" Ke rumah Ayah Bram, "
David terkejut, " S-sayang? "
" Ayo, Angel! "
" Gak. Kamu ikut aku aja, ya? Ke apart kita, "
" Naya gak mau, "
Bella menelan salivanya, " Di sini aja ya, sayang? Sama Mommy. Kamu gak perlu ikut David, di sini aja sama Angel. Kalian jarang tidur bareng lagi, kan? "
Nayara menggeleng, " Maaf, Mommy. Naya memang rindu Mommy Elle, Kak Rey juga pulang malam ini. Jadi sekalian nginep aja, "
" Gak bisa! " Bentak David.
" Turunkan suaramu David! " Bentak balik Marchel.
" Dad istri David— "
" Hiks.. Angel ayo, " Pinta Nayara mulai ketakutan melihat wajah garang David yang matanya mulai memerah seperti marah.
" Angel!! " Nayara memekik kaget, dalam satu kali tarikan tubuhnya digendong secara kasar oleh David.
Diingatkan kembali David bukan orang sabar, apalagi mendengar istrinya ingin menginap di rumah yang terdapat Rey di dalamnya. Tidak bisa.
" Hiks.. Turunin.. Turunin!! "
Reyna menatap khawatir, " Itu kok? "
" Sudah baby, jangan ikut cambur lagi hem? "
Reyna menatap Morgan malas, " Alay banget, " Gumamnya.
" Mommy, kenapa Kakak cantik digendong Abang? Lagi sakit ya? " Dengan polosnya Aaron bertanya.
Bocah kecil itu memang sejak tadi berada di sana dan hanya diam menyaksikan. Sedikit terkejut melihat Kakak cantiknya menangis dan Kakak tertuanya marah.
" Aaron lihat gak perut Kak Naya? "
" Besar. Ada dede bayinya kan? "
" Nah, makannya digendong Abang. Kak Naya kan gak boleh lelah. Soalnya.. "
" Ada dede bayi di sini, " Lanjut Aaron menepuk perutnya.
" Pinter, " Bella mencium putranya gemas.
" Mor, itu temen aku gak bakalan diapa-apain kan? "
" Gak tahu. Diapa-apain juga gak papa kali, Na. Halal itu, " Jawab Morgan membuat Reyna mendelik.
" Baby, " Reyna menoleh.
" Gaut nih. Shopping mau gak? Ada Mall yang baru buka ka si Erza, "
__ADS_1
" Serius kamu, ngajak aku shopping? " Morgan mengangguk.
Reyna tersenyum misterius, " Jangan nyesel kalo Blackkardnya aku kuras loh, "
" Kuras aja! Habisin kalo bisa, "
" Wah nantangin. Ya udah ayo! Mom, Angel jalan dulu ya? "
" Hati-hati kamu! "
" Iya! "
_____-_____
Mobil mewah terparkir dihalaman luas sebuah apartement. David menatap Nayara yang memalingkan wajah ke arah jendela.
" Lagi hamil, gak inget banget main gendong-gendong gitu. Kasar lagi, "
" Maaf. Aku emosi tadi, "
Nayara keluar meninggalkan David yang menghela nafas melihat kepergian istrinya.
Di dalam apartement, David menatap marah pada istrinya yang menyusun pakaian ke dalam koper.
" Mau ke mana kamu! "
" Pulang, hiks.. Aku gak mau tinggal sama kamu dulu, "
" Nayara! "
" Apa?! " Nayara balik menyentak, membuang kasar pakaian yang berada di tangannya dan beralih menghadap David dengan dagu diangkat tinggi.
" Jangan kekanakan, " Tekan David menatap tajam.
" Hiks.. Kamu gak ngerasain, hiks.. Akutuh sakit, sakit banget. Tiap lihat kamu, aku selalu inget kalo kamu bekas orang, hiks.. Benci. Aku benci, " Decis Nayara.
David memejamkan matanya kuat, kembali membuka dan menatap Nayara dengan tatapan seteduh mungkin.
" Berapakali aku harus minta maaf, sayang? Jangan gini please, aku bisa gila kamu nangis terus. Apalagi karena aku, "
" Kamu gak mau lihat aku nangis tapi kamu sendiri yang buat aku nangis. Sadar gak sih, Kak? "
" Mungkin buat kamu itu masalah spele, tapi masalah spele itu yang buat aku sakit. Di sini sesek, "
Nayara menyeka air matanya, " Aku mau pisah pokoknya. Aku gak bisa maafin hal yang disebut penghianatan. Dulu mungkin aku gak peduli kamu mau deket sama siapapun, termasuk si Clarissa itu. Karena apa? Kamu belum jadi milikku. Tapi sekarang kamu milikku, dan kamu selingkuhin aku. Aku gak bisa, sekalinya selingkuh kalo dimaafin bakal ngulangin hal yang sama. Aku pergi aja, "
David memeluk istrinya dari belakang dengan cepat.
" Jangan gini, hiks.. Kamu bikin aku ikutan sakit, hiks. Jangan gini sayang. "
Nayara terkejut, apalagi saat merasakan bahunya basah diikuti suara tangis David.
" Kak? K-kamu— "
" Maaf sayang, hiks.. Aku minta maaf. Aku gak suka dia, aku juga bodoh diem aja saat dia lakuin itu tadi. Hiks.. Aku cuman mau lihat aja dia sejauh mana, hiks.. Kalo dia kelewatan aku gak akan segan hukum dia. Hiks.. Tapi kamu malah keburu dateng sebelum aku, aku.. "
" Hati aku sakit banget lihatnya. Hiks.. Aku egois ya Kak? Aku mau pergi aja dari kamu. Rasanya, aku gak kuat. Aku— "
" Enggak sayang, enggak. Aku gak akan biarin ksmu pergi. Gak akan, "
" Aku mohon Kak, aku— "
David membalik tubuh Nayara, dengan gerakan cepat bibirnya menyerang bibir Nayara membuat wanita hamil itu sedikit kewalahan mengimbangi suaminya.
Dengan bibir masih bertautan David mendorong pelan tubuh istrinya ke atas ranjang dengan dirinya meniindih dari atas.
David melepaskan tautan mereka, menatap Nayara dengan penuh cinta.
" Sepertinya aku harus buat kamu lelah, sayang. Agar kamu tidur dan lupa keinginan buat ninggalin aku.
_-_
TBC!
__ADS_1
________
Belum sempat direvisi ulang ya, dimaklum jika ada Typo atau kalimat gak nyambung.