CUPU!! Bodoamat

CUPU!! Bodoamat
KELUARGA


__ADS_3

"gue hidup menurut diri gue sendiri, mengikuti apa kata hati gue, bukan harus hidup dengan apa yang di katakan orang lain. Well setidaknya itu prinsip gue." Kanaya Zoetessa.


●●●


"Naya, baik-baik lah di sekolah baru mu. Sudah kelima kalinya kau pindah dalam dua tahun ini." kata Papah Naya yang biasa di pangil Tn. Dery dan bernama lengkap Dery Lvy Samatha.


"hm liat saja nanti, tergantung sikap mereka terhadap Naya." Naya menyahuti ucapan Papahnya atau Tn. Dery, tanpa melihat si empunya suara, ia asik dengan makanan di hadapan nya.


"Naya apabila Papah mu berbicara perhatikan." tegur Ny. Tania selaku ibu yang telah melahir kan Naya. Namun selalu tidak pernah mengerti akan diri Naya.


"tidak perlu di perhatikan, telinga Naya saja sudah cukup untuk mendengar." jawab Naya dan menyelesaikan suapan terakhirnya.


"NAYA KAU SANGAT TIDAK SOPAN KE PADA PAPAH DAN MAMAH." Terdengar bentakan dan teriakan dari ujung tangga.


Yang pemilik suaranya adalah anak sulung di keluarga yang bemarga SAMATHA. Kakak dari Naya yang bernama lengkap Olivia Lvy Samatha.


Naya memutar bola mata nya jengah karena musuh bubuyutannya yang berbentuk sang Kakak telah muncul.


Oliv berjalan menuju meja makan menghampiri keberadaan Tn. Dery, Ny. Tania dan Naya.


"wah Oliv kau sangat cantik sayang." puji Ny.Tania pada anak sulungnya dan melirik sekilas pada Naya.


Naya yang melihat itu tentu saja paham akan lirikan tersebut, apalagi kalau bukan menyindirnya.


"tentu saja anak Papah yang satu ini yang paling cantik." puji Tn. Dery dan dengan mata yang memperhatikan penampilan Naya.


Naya yang mengepang dua rambutnya kadang menyanggul rambutnya.

__ADS_1


Naya yang berkacamata bulat dengan bingkai hitam tebal.


Naya yang memakai pakaian dan aksesoris kolot ketinggalan jaman dan usang.


Naya yang berwajah polos, pucat tanpa sentuhan mekeup. Mampu membuatnya sangat di bedakan dan tersisih di keluarga besar Samatha dan orang-orang di sekitarnya.


sebenarnya dia sedikit ragu bahwa dia bukan keluarga sah Samatha. Karena dari sikap dan penampilan semua anggota keluarga besar Samatha, tidak ada yang seperti dirinya. Bahkan dari segi wajah pun ia merasa asing sendiri, sungguh dari segi apapun ia tidak mirip sama sekali dengan keluarga besar Samatha.


"Naya kapan kau bisa merubah penampilan mu?" tanya Tn. Dery, papahnya.


Oliv memandang remeh adiknya.


"sapai aku ingin." sebenarnya Naya sungguh muak mendengar pertanyaan itu, sangat sangat muak.


"apakah kau tidak malu dengan orang-orang. Kita keluarga terpandang di kota ini, dan hanya kau Naya yang berpenampilan begitu lusuh. Apa kau juga tidak bosan di bully orang? Jawab Papah Naya! Ingat ada marga Samatha di ujung nama mu Kanaya." ujar Tn. Dery dengan tajam.


"BRAK"


"Bukankah kalian tidak pernah memperkenalkan ku pada setiap rekan bisnis mu itu Tn. Dery, jadi kau tidak perlu malu."


"Aku juga tidak perlu orang memandang ku dalam hal penampilan, aku tidak peduli dengan setiap nyinyiran yang di berikan orang untuk ku. Ingat aku hanya KANAYA ZOETESSA.Tidak akan ada SAMATHA dalam akhir nama ku." tegas Naya dan berlalu melangkah ingin pergi.


"Naya berani sekali kau berbicara lancang kepada Papah mu." geram Ny. Tania.


"Naya sekali lagi kau berbicara seperti itu, nama mu akan Papah coret dalam daftar keluarga dan ahli waris." ancam Tn. Dery penuh kemenangan. Karena ia merasa ancaman nya akan sedikit berguna untuk Naya.


Naya menghentikan langkah nya, tanpa berbalik ia menjawab dengan enteng ancaman Tn. Dery sang Papah.

__ADS_1


"silahkan saja. Aku juga tidak butuh itu semua dan suatu saat nanti akan aku pastikan marga setiap keturunan ku adalah ZOETESSA." Naya kembali melanjutkan langkahnya dan pergi tanpa berpamitan.


sedangkan Oliv yang menyaksikan itu biasa saja dan menyeringai.


Dia merasa sangat senang setiap kali Naya di marahi, baginya itu hiburan, tentu saja karena ia tidak menyukai adik


nya Kanaya...


Setelah Naya benar-benar pergi dengan mengayuh sepeda bututnya.


Ny.Tania segera memeluk erat sang suami, ia berujar sedih.


"Pah sampai kapan Naya jadi anak yang sangat keras kepala?"


Tn. Dery membalas pelukan istri nya.


"papah juga bingung menghadapi sikapnya."


"pah." panggil Ny.Tania pada suaminya.


"hm?"


"Mamah takut kalau dia..d..ia, hiks hiks." Ny. Tania tidak melanjut kan perkataan nya dan malah menjadi terisak.


Tn. Dery yang tau akan maksud perkataan istri nya, hanya bisa menghela nafas panjang dan ikut merasa sedih.


Oliv yang tentu tau kemana arah pembicaraan ke dua orang tuanya, menjadi jengah, karena itu ia semakin membenci adiknya Kanaya.

__ADS_1


.


Author be like : Cuman gabut ko buat cerita ini


__ADS_2