CUPU!! Bodoamat

CUPU!! Bodoamat
BUNAH SELLA


__ADS_3

"Naya!" Tn. Dery melongok-kan kepalanya dari jendela mobil.


"Mampus, Papah kenapa pake berhenti segala sih" bisik Naya pada dirinya sendiri.


"kemana sepeda kesayangan mu! Kenapa hanya tinggal ban? Ayo cepat masuk ke mobil Papah kita pulang" kata Tn. Dery yang masih belum tahu keberadaan Nathan.


"Om Dery, Papah nya Naya ya?!" sapa Nathan turun dari motor nya.


"iya Naya anak bungsu saya" jawab Tn. Dery yang masih tidak menyadari bahwa itu adalah Nathan anak dari sahabat karibnya.


"oh Nathan, ternyata kamu! Wah bisa-bisanya Om tidak melihat keberadaan dan tidak mengenali mu" Tn. Dery turun dari mobil dan memeluk Nathan hangat.


"hehe, gimana kabar Om?" tanya Nathan.


"Om baik kok, bagaimana kabar Ayah mu, Om sangat merindukannya, sudah lama tidak saling mengobrol"


"Ayah baik-baik aja Om, masih sama, tetap keras kepala. Hahaha" jawab Nathan tergelak. Nathan maupun Tn. Dery nampaknya sangat dekat dan akrab, mereka terlibat perbincangan hangat dan melupakan keberadaan Naya.


Naya yang merasa tidak di pedulikan, ia menggunakan kesempatan itu untuk beranjak pergi diam-diam.


•••


"huh, akhirnya gur bisa kabur, besok gue bakall ngenyumpal mulut Nathan agar tidak membicarakan siapa gue" kata Naya mengatur nafasnya akibat berlari.


Sekarang tujuannya tidak menjadi pulang tapi kakinya melangkah memilih pulang ke rumah minimalis yang dulu di tinggali Bunah Sella nya, di sebuah komplek yang berbeda dari rumahnya.


"cieee yang sepedanya rusak, jalan kaki kek orang gila nenteng-nenteng ban sepeda butut" ejek seseorang di samping Naya dengan mengendarai motor yang pernah Naya tumpangi kemaren. You know it siapa lagi kalau bukan si tengik Rayen.


"lo mau kerumah gue yah! Minta ganti rugi" kata Rayen lagi, yang masih tidak ada respon dari Naya, yang hanya terus berjalan, ia menganggap Rayen sebagai asap bajai yang tidak perlu di hiraukan.


"woi sombong banget lo, atau lo mendadak bisu" Rayen masih saja mengoceh walaupun tidak di hiraukan Naya.

__ADS_1


Dari jauh mereka tampak seperti Dilan dan Melia dengan setting tempat, wajah, suasana, dan perasaan yang berbeda.


"gue gak ada urusan sama lo, ngapain lo? Atau jangan-jangan lo yang ngengikuti gue, saking mau nya ngelihat gue menderita" ketus Naya, akhirnya mulutnya gatal juga untuk menyahuti ocehan Rayen yang membuat panas telinga maupun hati nya.


"enak aja ngikuti elo, yang ada lo gak pantas masuk ke komplek Elite ini!!"


"tidak pantas dari mana-nya? Gue tercipta sama seperti yang lain, gue di kasih kaki buat manampak tanah yang ingin gue jelajahi, so hanya karena ini perkomplekan yang kebanyakan tempat tinggal para konglomerat dan miliarder, gue yang cupu ini gak boleh masuk gitu?" kata Naya dengan tersenyum sinis.


"emang ada UU yang berisi larangan orang jelek gak boleh masuk komplek orang elite, kalau ada coba sebutkan pasal berapa? biar gue cari dan gue ingat!! Lagian ini bukan komplek milik lo tapi umum" sambung Naya lagi.


"manusia yang terlahir kaya itu lucu ya!! Hanya perbedaan kasta, kadang sebagian lupa sekaya-kayanya mereka, bahwa mereka tetaplah ibarat sebuah patung yang di kasih nyawa yang akan tetap berpulang kepada sang pencipta, tetap sama seperti orang yang mereka rendahkan" Naya berkata dengan termenung dan terus berjalan di terpa angin sepoi-sepoi.


Sedangkan Rayen yang masih tetap menjalankan motornya pelan di samping Naya, merasa tenggorokannya tercekik dan terskakmat oleh perkataan yang di katakan Naya.


Dari dua puluh enam alfabhet dia tidak mampu menyusun sepatah katapun untuk menimpali omongan Naya, merasa sudah mati kutu, Rayen hanya mampu menancap gas dan melaju kencang meninggalkan Naya.


"pergi juga akhirnya beban SMA Alaska seperti yang di bilang Renata" kata Naya mengeleng-geleng pelan.


Naya mengambil kunci dari bawah salah satu pot bunga, membuka pintu dengan pelan dan tersenyum lirih.


Naya berjalan berkeliling rumah Bunah Sella nya yang selalu bersih. Wait wait tentu saja selalu bersih, setiap akhir pekan dia tak pernah absen datang kesini, untuk membersihkan atau hanya sekedar bernostalgia. Dari kecil dia di asuh Bunah Sella, dia dan Bunah Sella nya sering bermain dan menginap di sini.


"Bunah Sella pergi kemana? Mengapa tidak ada kabar, Naya pengen cerita banyak hal tentang Naya semenjak Bunah Sella pergi" Naya mengusap matanya yang kembali berkaca-kaca.


Kaki nya berenti menatap dalam Foto Bunah Sella yang tergantung besar di dinding dengan bingkai mewah.


Naya mengakui Bunah Sella nya sangat cantik dan awet muda. Oh Big no, bukan dirinya saja yang mengakui Bunah sella nya sangat cantik tapi sepertinya semua orang juga merrasakah hal yang sama. Sungguh Bunah Sella nya itu cocok untuk menjadi model bukan pengasuh.


Merasa puas berkeliling Naya merebahkan dirinya di sofa.


"Bunah Sella pergi begitu saja tanpa sempat menceritakan kehidupan Bunah Sella sendiri" sungut Naya menggerutu, Naya sama sekali tidak tahu menahu sedikit pun kehidupan Bunah Sellanya, yang ia tahu Bunah Sella adalah pengasuhnya yang cantik dan baik

__ADS_1


Saat Naya bertanya tentang kehidupan Bunah Sella, Bunah sella nya selalu menghindar dan mengalihkan pembicaraan.


"Aku tidak tau alasan Bunah Sella yang terlalu menutup diri, yang pasti aku merasa Bunah Sella menyembunyikan sesuatu hal besar di balik itu" Naya berkata dengan memejamkan matanya, merasa lelah akhirnya Naya tertidur, tanpa ingat bahwa ia belum mengasih kabar kalau dia sedang berada di rumah Bunah Sella kepada nyokap dan bokap nya.


。。。


dari mengobrol di pinggir jalan hingga berpindah mengobrol di cafe terdekat. Tn. Dery maupun Nathan baru menyadari kalau Naya telah lama tidak ada bersama mereka lagi.


"lho Naya kemana Om?" mata Nathan menyapu sekeliling Cafe mencari keberadaan Naya, siapa tau ada nyempil dengan badan mungilnya itu.


"Om juga gak tau, mungkin dia sudah pulang duluan, udah gak perlu khawatir dia udah besar" kata Tn. Dery dengan santai.


"Om kenapa santai banget, kalo semisalnya Naya di culik atau tersesat, gimana" kata Nathan menatap nanar Tn. Dery yang terlihat sangat santai.


"oh ayolah Nathan tidak ada yang menculik dia, lagian dia bukan anak Tk lagi yang bisa tersesat menuju jalan pulang" kata Tn. Dery menyesap green tea nya.


"Emh" Nathan hanya mengangguk.


"Om jujur saja aku sangat terkejut ternyata Om mempunyai dua orang putri. Nathan benar-benar tidak mengetahuinya padahal dulu Om sering berkunjung ke eumah Ayah tapi Om hanya mengenalkan Oliv sebagai putri satu-satunya, sepertinya Naya sangat berharga hingga di sembunyikan begitu" kata Nathan panjang lebar, akhirnya unek-unek pertanyaan yang dari tadi bergumpal di kepalanya dapat ia katakan.


"Ehem, intinya untuk Om mohon kamu tidak memberitahukan itu kepada siapapun, hanya segelitir orang yang tahu. Om mohon kamu jangan mengatakan kalo Naya adalah putri bungsu Om" kata Tn. Dery dengan mimik memohon.


"kenapa Om?"


●●●


TBC


...Thank you for sweet readers...


...Sweet greetings from Dari author Lilia♡...

__ADS_1


__ADS_2