CUPU!! Bodoamat

CUPU!! Bodoamat
RAYEN KENAPA!!?


__ADS_3

"Naya tunggu gue!" Rayen mengejar Naya yang sudah melangkah keluar gerbang sekolah, yang berniat ingin pulang.


Tunggu!!


Apa telinga Naya tidak salah dengar, barusan si suara Belaska memanggil dirinya dengan bener! Tidak berliku-liku lagi, cewek itu berbalik ke arah Rayen dengan wajahnya yang heran.


"Gue yaa?" Naya kembali memastikan, bisa sajakan Rayen memanggil orang lain yang bernama Naya juga.


"Iya elo siapa lagi, hm!" Rayen melangkah lebih mendekat pada Naya dengan senyuman.


Naya terpana!! Entah senyum Rayen itu tulus atau tidak yang terpenting Naya heran! Adaapakah gerangan Belatung Alaska ini?


"Ada apa!" ketus Naya buru-buru ia mengubah ekspresinya.


"Gue cuman mau bilang lo harus ikut gue!"


"Hah ?" Naya kurang mengerti dengan perkataan Rayen barusan.


"Lo pulang ikut gue!" Rayen menarik Naya kembali keparkiran, memasukan Naya paksa ke dalam mobilnya.


Semua serba tiba-tiba! Sehingga membuat Naya lambat berpikir.


"Gue mau di bawa kemana?"


"Kita makan ya di cafe yang baru di buka, ada sesuatu yang mau gw omongin" Rayen menoleh sekilas ke arah Naya dengan senyum, sebelum akhirnya melaju meninggalkan SMA Alaska itu.


• • •


"Lo mau apa?" tanya Rayen dengam sambil memilih menu.


"Gue terserah!" jawab Naya singkat.

__ADS_1


Katakan saja ia masih terkejut, heran dan bingung!


Sebenarnya ada apa sih dengan Belaska!!


"Belaska lo kenapa?" akhirnya kata tanya itu keluar juga dari mulut Naya.


"Gue gak kenapa-napa" Cowok itu mengeryit heran.


"Maksud gue, lo kenapa jadi baik gini sama gw?"


"Gue..." perkataan Rayen terpotong oleh seorang pelayan cafe tersebut.


"Maaf menyela, Mas sama mba mau pesan apa?"


"Green tea latte with bubble, dua" sahut Naya cepat-cepat karena dirinya ingin mendengar kelanjutan ucapan dari Rayen


"Baik silahkan di tunggu!" pelayan itupun berlalu setelah mencatat pesanan Naya yang tanpa meminta persetujuaan Rayen, toh sepertinya Rayen juga setuju saja terbukti dari ia tidak menyangkal.


"Lajutin! Kenapa lo tiba-tiba baik sama gue" tanpa basa-basi lagi Naya langsung berkata, dengan tatapan datarnya.


Naya tercengang, Naya terdiam!


Kanaya itu menatap mata Rayen, mencari sebuah kebenaran di sana, but... Memang mata cowok yang ia tatap mengatakan ia bersungguh-sungguh meminta maaf. Namun jangan lupa ia Kanaya, dia tidak akan terkecoh dulu, bisa saja kan iya di mata lain di hati.


Naya dia tidak akan langsung percaya, pasalnya kadang hati tidak sinkron dengan reality yang di katakan.


Sebenarnya Naya takut itu hanya sebuah bualan untuk suatu tujuan, sebab ia tidak bisa menebak isi hati Rayen maupun orang lainya.


"Nay lo kenapa melamun?!" Rayen melambai-lambaika tanganya di depan wajah Naya.


Naya tersentak dan berdeham

__ADS_1


"Ehem! Haha akhirnya lo sadar" Cewek itu tertawa canggung, sebelum akhirnya hanya hening di antara mereka.


"silahkan di nikmati" pelayan datang mengantarkan pesanan Naya.


Naya maupun Rayen sama-sama masih saling terdiam dengan menikmati Green tea latte with bubble.


"Naya lo mau kan maafin gue?" Rayen membuka percakapan


"eh!" Naya tersentak, memang tadi pikiranya berterbangan kemana-mana.


"g..gue, iya gue udah maafin lo!"


• • •


"semua tiba-tiba, nyatanya takdir itu mudah sekali berubah!" gumam Naya di balkon kamarnya, membiarkan angin menerpa rambutnya yang tergerai.


"setidaknya gue perlua ruang waktu untuk percaya!" Naya memandang jauh hamparan Langit.


rasanya sepi sekali...


sebenarnya dia hanya ingin perhatian, ingin di sayang seperti orang-orang, dia juga ingin di hargai dengan dirinya yang apaadanya.


tetapi harapan itu seperti nya, sulit sekali di gapai!


entah karena belum waktunya atau karena tidak pantas?


"hati gue sakit! gue rapuh!" cairan bening yang kerap di air mata itu pun, meluncur bebas dari pelupuk mata Naya.


tanda bahwa pertahanya untuk tegar, telah runtuh sejenak!


° ° °

__ADS_1


**TBC


SORRY BAU UP! KARENA ADA KESIBUKAN PRIBADI SENDIRI**....


__ADS_2