CUPU!! Bodoamat

CUPU!! Bodoamat
PULANG BARENG ALA RAYEN & NAYA


__ADS_3

Kring kring kring


Bel pulang berbunyi, semua Murid SMA ALASKA berhambur keluar untuk pulang. Mungkin ada yang sebagian pulang atau mampir hanya sekedar nonkrong bareng menikmati masa muda.


"Yay lo masih pakai sepeda butut lo itu?!!" kata Renata menatap horor kearah sepeda butut yang menemani setiap hari-hari Naya, dalam perjalanan menuju Istana ilmu.


"yes, As seen, maybe it's pretty clear!" jawab Naya dengan menaiki sepedanya.


"haduh Nay,,, gue bingung sama jalan pikir lo!! keluarga lo lebih kaya dari keluarga gue, tapi lo malah,,, aaah kesel gue" Renata menghentak-hentakan kaki-nya kelewat kesal.


"gue gak kaya! Itu yang kaya adalah keluarga gue. Lagian harta itu hanya titipan, bisa di cari. Gue bahagia dengan hidup kayak begini, karena menurut gue kebahagia itu adalah salah satu yang terpenting dalam hidup, jadi untuk apa gue lepas kebahagian itu, hanya demi untuk menuruti perkembangan jaman" ujar Naya sedikit tersenyum manis.


"mendengar perkataan lo, gue jadi gak tau harus bilang apa! Skakmat gue!" ujara Renata memonyongkan bibirnya.


"udah ah sano lo pergi cepatan, jijik gue liat lo gitu, dedemit apa lagi yang ngerasukin" Naya mendorong Renata menjauh darinya.


"hiks, tega lo sama gue!! Its ok, its ok gue pulang, mau merenung kenapa gue punya sahabat kayak lo, parahnya gue sayang banget lagi" Renata menatap Naya dengan sendu.


"gausah drama lo, gak penting. Pergi gak lo sebelum ban sepeda gue ini melayang!!"


"hahaha, galak baner lo. Yaudah gue duluan bye" Renata berjalan menuju sopir yang menjemputnya sebelum terlrbih dahulu menjawil hidung Naya. Itulah senangnya ia berteman dengan Naya. Seorang Naya yang apa adanya dan galak.


"tat tat, makin hari makin sialan dia" Naya mulai megayuh sepedanya, namun matanya menangkap sosok pacar pertamanya yang akan pulang dengan kembang sekolah si Rose.


"wah menarik nih" kata Naya menatap Rayen dan Rose yang tampak sangat serasi. Cowoknya tampan, Ceweknya juga cetar membahana ulala badai.


"sekali lo bikin gue kesal, beribu kali gue bales" Naya tersenyum miring dan berjalan menghampiri Rayen yang mulai menghidupkan motor sport nya.


"pacar, gue mau pulang sama lo" sapa Naya dari belakang Rayen dan Rose dengan melipat tangannya di dada.


"siapa sih lo!! Pulang aja sono sendiri" ketus Rayen.


"Ray dia itu pacar lo, yaudah gue pulang naik taxi online aja" kata Rose turun.


"tapi Rose gue~~"


"udah gak usah tapi-tapian, gue duluan" Rose berjalan menjauh dari Rayen yang menatapnya sendu dan Naya yang tersenyum senang kerena berhasil membuat Rayen kesel.


"puas lo hah, puas!! gue gak mau pulang sama lo, sampai kapan pun gak mau" Rayen menatapa sengit kepada Naya.


"No problem sih, tapi sesuai kesepekatan lo jadi babu gue, artinya lo harus nurutin semua perintah gue. Gimana cowok pengecut" kata Naya penuh kemenangan.


"ck, yaudah ayo cepat naik" Rayen melongos.

__ADS_1


"ikhlas gak nih" Naya menaikan sebalah alisnya.


"yaudah si, naik naik aja, gak usah banyak bicara" Rayen sudah sangat kesel sampai ke ubun-ubun.


"gue gak jadi deh, gue pengen pulang naik sepada gue" Naya berbalik, tapi sebelum melangkah kepangan nya keburu di tarik oleh Rayen.


"cepatan naik, gak usah bikin lama" ujar Rayen, matanya menghunus tajam ke dalam manik mata Naya yang terlihat polos.


"lest go, gue juga malas ngayuh" Naya menaiki motor Rayen dengan sangat susah payah, karena badannya yang terlampau kecil.


"ck, lambat" Rayen turun dari motornya, mengangkat Naya dan medudukannya.


"gitu aja gak bisa, makanya jangan sok jual mahal. Naik aja gak mau pegang pundak gue, udah tau bantet" kata Rayen ketus di hadapan Naya.


"cih apaan sih, sana jangan terlalu dekat" Naya mendorong wajah Rayen yang terlalu dekat dengan wajahnya.


"Lo malu ya menatap pahatan wajah tampan gue, lo gak kuatkan saking tampanya gue" goda Rayen dengan tersenyum jahil.


"bagi gue, muka lo itu bagaikan muka kodok di campur muka gorila, gak bisa di jabarkan saking jeleknya" kata Naya menatap kesal Rayen, enak saja dia di katakan malu karena menatap wajah Rayen.


"sialan lo" Rayen naik kembali, memberikan Naya helm dan melajukan motornya dengan pelan.


"lo apa yang lo suka dari cewek tadi" kata Naya membuka suara.


"Rose maksud lo?"


"hm"


"terus kenapa gak jadian?" tanya Naya.


"dia belum bisa move on dari kekasihnya yang ninggalin dia, bego banget ya tuh cowo, udah dapet Rose yang sempurna malah di tinggalin" kata Rayen.


"itu nama-nya belum jodoh. Eh tapi bay the way lo korban cinta bertepuk sebelah tangan, enak gak" kata Naya dengan nada mengejek di akhir kalimatnya.


"enak-enak aja, gue ngerasa biasa aja saat di gantung gini" jawab Rayen santai.


"oh"


"oh doang?!!"


"lah terus gue harus ngomong apa?!! Mulut-mulut gue" Naya memukul pudak Rayen dengan keras.


"ck, gausah mukul juga kali. Di mana rumah lo?"

__ADS_1


"antar gue sampai di depan Gang pelita emas"


"hm"


"Ngeeeng" Rayen tiba-tiba melajukan motornya dengan kencang, membuat Naya melakukan gerakan refleks memeluk Rayen dengan kencang juga.


"Rayen woi bego pelan-pelan" teriak Naya.


"gue takut, pelan pelan plis" Naya kembali berteriak. Namun Rayen seakan tuli, suara Naya hilang terbawa angin.


"Rayen" lirih Naya, dia hanya pasrah dan memejamkan matanya, semakin Rayen melaju cepat, semakin Naya mengeratkan kaitan tangannya di pinggang Rayen.


"ckitt" Rayen mengerem mendadak saat sampai di depan Gang pelita emas yang di maksud Naya.


"Woi turun udah sampai, mau sampai kapan lo meluk gue" ujar Rayen.


"hiks, hiks" Naya tidak bergerak tapi dia menangis terisak.


"lo nangis?!!" kata Rayen heran, perkara apa yang membuat Naya sampai menangis, pikir Rayen.


"udah gue bilang jangan cepat-cepat, tapi lo gak dengar, gue fobia sama kecepatan begitu" kata Naya turun dengan sedikit melompat.


"sorry gue gak tau, lo takut banget ya sampai gemetar begini" Rayen ikut turun dan memegang pundak Naya.


"sorry sorry, gue teriak berepa kali tapi gak lo hirauin" kata Naya menepis tangan Rayen.


"sengaja, soalnya pelukan lo nyaman sweety" goda Rayen dengan mengerlingkan matanya.


"blushit!! Jangan panggil gue sweety, lo kira gue popok merek sweety apa" ketus Naya, dengan melepas kacamatanya dan mengusap-ngusap muka-nya.


"Udah sana-sana pergi, udah muak gue liat muka elo, tau kalau lo nyebalin begini, gue peluk lo sampe keluar usus dari mulut" Naya mengibas-ngibaskan tangannya.


"tunggu dulu" Rayen menangkap tangan Naya dan memperhatikan setiap lengkuk wajah Naya.


"ck, apaan sih. Udah-udah jangan natap gue kayak begitu nanti lo jatuh cinta lagi. Jangan deh mending, karena gue belum kenalan sama yang nama-nya cinta" kata Naya dengan PD, padahal Rayen sedang mempethatikan sesuatu yang hilang begitu saja dari wajah Kanaya.


"Jadi lo bohong?!! Padahal kenyataannya lo gak..." Rayen tidak menjeda ucapannya.


"gak apa?!!"


Kira-kira apa yang di maksud bohong oleh Rayen? Dan kenyataan apa yang di maksud Babang Ganteng Rayen?


●●●

__ADS_1


TBC


Hai hai hai, kasih dukungan dan semangat dong untuk ceritanya Kanaya dan Rayen🌹


__ADS_2