
"bruk"
"auh, sakitt"
"Rose" teriak Rayen.
"mampus, sepatu gue kena kepala Rose nya Rayen" Lirih Naya. Naya berbalik, kaki-nya melangkah ingin kabur, namun sanggulan di kepalanya di tahan oleh Rayen.
"Hm, bagus bagus abis bikin orang sakit malah kabur, siapa yang ngajarin pacar Rayen gitu hah?!!" kata Rayen garang.
"haduh awas nanti sanggulan gue lepas, mending lo bantuin Rose bawa ke rumah sakit Luar Negeri siapa tau kepalanya cedera akibat sepatu tarzan gue" kata Naya memukul-mukul tangan Rayen yang di kepalanya.
"tuh" Rayen membalik badan Naya, menghadap kembali pada Rose yang sedang di bantu oleh seseorang cowok yang tak kalah tampan dengan Rayen, sering di sapa dengan Ziro. Tapi masih tampanan Babang Rayen sih, titik no debat!!
"Lo gak cemburu?!" Naya mendongak menatap Rayen.
"Gak, sama sekali" Rayen menggeleng santai.
"Emang dia siapanya Rose?" tanya Naya.
"Mantan kekasih, yang membuat Rose susah move on" jawab Rayen cuek.
"Oohh, ganteng ya" kata Naya memuji.
"Ck, gantengan gue" kata Rayen kesal dan berlalu begitu saja setelah menarik paksa sanggul Naya, yang membuat Rambut Naya tergerai.
"ck si-sialan ini" tangan kecil Naya bergerak ingin menojok perut Rayen, tapi cepat di hentikan Rayen.
"lo cantik kalau gini, tapi cuman lumayan" Rayen menatap lekat Naya, eh tapi tunggu pikirannya kembali berputar mengingat kepada ke-jadian kemaren.
sedangkan Naya, jangan di tanya!! Dia sedang syok mendengar ada orang yang memujinya, walau ujungnya ada kata lumayan. Tapi It Ok lah, itu saja dia sudah syok.
"perasaan tompel lo udah ilang, lah kok balik lagi?!! Ketemu di mana?" kata Rayen dengan tampang bodoh.
"di rumah sakit, katanya dia masuk angin gegara lo ke-kencangan bawa motornya, kasian tompel gue muntah-muntah" ketus Naya, melotot ke arah Rayen.
"oh gitu! Ya lo pikir gue percaya gitu sama omongan lo, gue tau itu palsu!"
"ya gue pikir lo gak sebodoh itu percaya sama candaan gue" Naya melipat tangan-Nya di dada.
"shh jawab aja mulut lo" Rayen menatap sengit Naya.
"emang kenapa?!! Mulut-mulut gue, hak gue dong" Naya tak kalah sengit menatap Rayen.
Rayen maupun Naya saling menatap sengit dengan Background imajinasi api yang berkobar.
"Ray siapa dia?!" sapa Ziro yang lewat di samping Rayen dan Naya dengan Rose.
Tapi masih tidak di hiraukan oleh dua manusia yang masih saling tatap sengit itu, sepertinya Rayen dan Naya masih bergelut dan mengumpat lewat batin masing-masing dan di salurkan dengan tatapan mereka.
"Naya sepatu ini milik lo ya?!" kata Rose menenteng sepatu kedepan wajah Naya.
"eh!" akhirnya tatapan mereka pun ambyar.
"iya itu milik gue! Sorry yah gue gak sengaja, aslinya gue pengen ngelempar ke arah teman gue tapi kena lo" kata Naya mengulurkan tangan-Nya bermaksud meminta maaf.
__ADS_1
"Well! Lo di maafkan" Rose menyambut uluran tangan Naya dengan tersenyum manis.
"patesan Rayen suka sama dia, dia ramah, gak seperti kebanyakan cewek-cewek populer yang songong-nya minta tobat" batin Naya, menatap kagum Rose.
"Ray dia siapa, kok gue baru liatc kata Ziro lagi, yang bertanya oerihal Naya.
"loh Ro, lo gak tau? dia kan pacar Ray, padahalkan udah treding topik, dasar kudet lo" jelas Rose dengan menoyor pelan kepala Ziro.
"wah gak nyangka tipe lo kok jadi gini Ray, hilang harga diri sama julukan pangeran sekolah buat lo, kalau pacaran sama cewek modelan begini" kata Ziro menatap Naya dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan nada mengejek.
"Ziro lo apa-apaan sih" tegur Rose. Sedangkan Rayen hanya melirik malas Ziro. Bisa di katakan Rayen dan Ziro itu adalah musuh, apapun yang Rayen dapat kan, Ziro harus juga.
"Ray gue hari ini nge-akhirin kesepakatan kita, jadi secara tidak langsung bisa di bilang putus, gue sial dekat-dekat sama lo" kata Naya mengikat rambut-Nya dengan sembarang.
"bruk" Naya menendang keras kaki Ziro.
"ganteng doang, punya mulut lebih cewek dari cewek" Naya berlalu meninggalkan tiga orang yang saling mrnampilkan ekspresi berbeda-beda.
"Naya, woi cupu tunggu gue, maksud lo apa?!!" Rayen mengejar Naya dengan langkah lebarnya.
"auh, walapun dia culun dan dekil seperti itu, tapi dia terlihat sangat menarik" kata Ziro tersenyum menatap kepergian Naya, tidak sadar bahwa dia telah menyakiti perasaan wanita gagal move on yang berada di sampingnya, Rose.
•••
"maksud lo apa!!?" Rayen menyentak tangan Naya saat ia berhasil mengejar.
"pendengaran lo kurang bagus?!" kata Naya ketus.
"gak gue cuman mau mastiin"
"tapi walaupun begitu lo gak bisa bebas dari gue, karena sudah membuat Kanaya kesal" batin Naya tersenyum sinis.
"baguslah, jadi gue gak usah malu" Rayen juga berjalan dengan arah yang berlawanan dengan Naya.
"Tapi tunggu, kok gue ngerasa gak senang yah?!" Rayen menghentikan langkah-Nya.
"Udah ah gak usah di pikirin" dan lanjut jalan.
。。。
XI-IPA 2
"selamat pagi anak-anak" sapa guru laki-laki yang mengajar di bidang Kimia, bernama Pak Marsel.
"Pagi pak" sahut semua murid kecuali Naya yang terlihat tampak sibuk dengan bukunya.
"langsung saja kita mulai pelajaran, perhatikan dengan baik" Pak Marsel mulai menerangkan materi tentang Tata nama senyawa dan persamaan reaksi, yang mungkin sebagian di pusingangkan dengan rumus-rumus seperti KMnO₄ , Li₃PO₄ ,(NH₄)₂SO₄ dan lain-lain. Ada juga yang bersemangat dan berbinar melihat para rumus itu termasuk Rayen dan Naya yang masih duduk sebangku.
"woi cupu, mending lo tukeran, duduk sama Nathan dan gue sama teman lo" bisik Rayen yang membuyar-kan kosentrasi Naya. Tanpa menjawab, Naya berdiri dan meminta ijin sebentar kepada Pak Marsel untuk betukar duduk dengan Renata.
"Pak saya ijin sebantar ingin bertukar tempat diduk"
"Ya silahkan" sahut Pak Marsel.
"Tat, lo pindah ke samping Rayen, gue di situ" kata Naya mengemas buku-bukunya.
__ADS_1
"Lho kenapa?" tanya Renata.
"Udah gak usah banyak tanya" kata Naya dengan lirikan tajam di balik kacamatanya.
"Yee anabel marah" Renata pun mengemas bukunya dan berdiri, bertukar dengan Naya.
"lo gak masalahkan duduk di sini?" tanya Naya pada Nathan yang kini menjadi teman sebangku-Nya.
"Gue gak pilih-pilih, malah gue senang, niat nya pengen kenal lebih jauh sama lo" ujar Nathan tersenyum lebar, melihatkan deretan gigi rapi-Nya.
"semoga aja omongan lo tulus dari hati" jawab Naya dan kembali berkonsentrasi.
"gue serius, gue pengen ngerasain punya teman cewek yang apaadanya, yang tidak tergila-gila dengan barang-barang brended" kata Nathan terdengar tulus, membuat Rayen yang berada di depannya berdecih tidak suka.
"Selamat mencoba Nathan" kata Naya melirik ke arah Nathan yang sedang tersenyum-senyum.
"cih bisa-bisanya mereka ngobrol saat pelajaran" batin Rayen tidak suka dengan interaksi Naya dan Nathan.
•••
"uhuk!"
"You are serious?! Kemarin lo pulang bareng Rayen, terus muka asli lo hampir ketahuan dan identitas lo hampir ketahuan!" kaget Renata meminum es jeruk perasnya dengan rakus karena tersedak cilok yang baru ia masukan ke dalam mulut.
"Jangan keras-keras, nanti kedengan orang" kata Naya pelan.
"Ups, sorry! Tapi Rayen gak ngungkit-ngungkit lagi kan?" tanya Renata memelankan suaranya.
"Gak, tapi masalahnya pasti abis pulang ini gue di seret sama Papah minta penjelasan" ringis Naya menggaruk-garuk kepalanya.
"HAHAHA, selamat menikmati sahabat" kata Renata menepuk-nepuk meja, menertawakan penderitaan Naya yang sebentar lagi akan terjadi.
"Tat, pantat gorila, sialan gak ada ahlak" Naya menyumpal mulut Renata dengan gorengan tahu nya dan berlalu pergi.
"Hehe, lumayan gorengan gratis" cengeges Renata.
•••
Bel pulang pun berbunyi. Ini hari ke dua Naya bersekolah di SMA ALASKA, ia berjalan dengan santai menuju parkiran sepeda yang ia tinggal kemarin, Naya sama sekali tidak menghiraukan padangan jijik dan bisik-bisik orang terhadapnya. Toh pikir-Nya, bukan dia juga yang mendapat dosa karena menyinyir dan meng-gosip.
"Loh kenapa sepeda gue jadi hancur begini!? Kenapa siapa yang merusak" Naya berjongkok menyentuh kedua ban-Nya yang sudah terlepas, badan-badan sepeda Naya pun sudah bengkok bengkok semua. Orang yang berada di situ berkeliling menertawakan Naya yang sedang menahan amarah, sedangkan Renata sedang tidak bersama Naya karena sudah pulang.
"SIAPA YANG MELAKUKAN INI" teriak Naya dengan amarah.
hening, semua terdiam melihat kilatan marah di mata Naya.
"JAWAB GUE, SIAPA YANG MELAKUKAN INI" Naya mengepalkan tangan-Nya dengan erat.
"Gue!! Barang rongsokan seperti itu tidak pantas berada di SMA Alaska yang elite ini!!"
●●●
**TBC
ayo jangan sungkann beri dukungan dan semangat buat cerita Naya dan Reyen yah🤗**
__ADS_1
-Dapat salam nih dari Yaya dan Tat tat😂