
"Gue!! Barang rongsokan seperti itu!!tidak pantas berada di SMA Alaska yang elite ini!!"
"lo..." Naya menatap nyalang ke arah Rayen yang sedang mendongak dengan arogant-Nya dengan Varel dan Nathan di belakangnya.
"iya gue, terkejut gak lo!! Enak aja kemaren naik motor gue tanpa imbalan, gue tidak sepamrih itu" kata Rayen tersenyum smirk.
Naya menatap sekeliling murid yang sedang mengelilinginya di parkiran.
"kenapa lo malu?! Gantian, kameren lo menang sekarang lo kalah dari gue" Rayen mendekat tiga langkah ke arah Naya yang menatap-Nya dengan tajam bak siluman.
"kenapa natap gue kayak gitu?! Lo marah?! Halah barang rongsokan gitu aja di bela-bela, hahaha" Rayen tertawa mengejek merasa dia telah berhasil membalas Naya.
"Bruk" Naya melempar tas-Nya ke sembarang arah, ia melepas kacamatanya dan mengeluarkan baju seragam dan menyingsing lengan baju-Nya hingga atas, mengambil permen karet dari saku, mengunyah dan membuat gelembung dari permen karet tersebut. Naya berkacak pinggang kembali mentap tajam Rayen.
Sekilah Naya terlihat sangat keren dan sekejap menjadi seorang siswi berandalan, yang tidak suka di kengkang.
"brengsek lo, sialan!! Setidaknya gue mengganggu lo tidak merusak barang-barang lo, dan lo berani-Nya merusak sepeda gue tanpa belas kasih dan tanpa menghargai si pemiliknya" Naya menghampiri Rayen, ia berjinjit, tangan kecilnya mencengkram erat kerah baju Rayen.
"kalo lo pengen balas dendam sama gue, Lo bisa bully gue, lo bisa malu-in gue sepuas-puas yang lo mau! Asal jangan ngerusak sepeda gue!! Lo gak tau gue, lo gak tahu kehidupan gue dan lo gak tau seberapa berharga sepeda itu bagi gue" perlahan cengkraman Naya pada kerah baju Rayen melonggar.
Mata Naya memerah, menahan cairan bening yang hampir merembas keluar dari pelupuk mata-nya. Pasukan oksigen nya terasa menipis berangsur-angsur dengan dada-Nya yang kian sesak.
__ADS_1
"Plak"
Naya menjauh dari Rayen, memungut tas dan satu ban sepedanya yang terlepas, lalu berlari menerobos gerombongan murid, menuju ke luar SMA Alaska sebelum berhasil mendaratkan tamparan pada wajah mulus Rayen.
Sedangkan para murid pun bubar, setelah mendapatan pelototan dari Rayen yang terkena tamparan seorang cewek cupu, huh di sini harga dirinya semakin meronta membenci Naya.
"gue setuju sama Naya, Ray. Lo keterlaluan, gue kecewa sama tingkah semena-mena lo, yang makin hari kian menjadi" tepuk Nathan pada pundak Rayen. Ia berlalu meninggalkan Rayen dan Varel. Bukan tanpa sebab ia mengatakan kecewa pada Rayen, pasal-nya sohib karibnya itu sudah sangat sering berperilaku buruk pada orang yang tidak ia sukai.
"ck sialan, tunggu saja lo cupu gue gak bakal berhenti gitu aja, Nathan pun sampai bela-belain dia" bukanya rasa bersalah yang Rayen ucapkan, melainkan sebuah kalimat yang membuktikan bahwa dia semakin kesal pada Naya. Huh Rayen menjengkelkan!
"tenang Ray walaupun Nathan belain tu cupu, masih ada gue" kata Varel merangkul Rayen.
。。。
Sedikit demi sedikit ingatan kebersamaannya dengan orang yang paling ia sayang bermunculan, orang yang ia sebut Bunah sella, pengganti sosok ibu bagi Naya. Lebih tepatnya Bunah sella adalah pengasuhnya sejak dia masih kecil hingga beranjak menjadi remaja.
Dua tahun belakangan ini ia kehilangan sosok itu, entah kemana dan kenapa, saat itu sangat mendadak Bunah Sellanya menghilang begitu saja, dan hanya meninggalkan sepeda tua yang sering ia naiki bersama-sama dengan Bunah Sellanya mengelilingi komplek.
"tin-tin" bunyi klakson yang di bunyikan di dekat Naya, membuat lamunan-Nya buyar dan menoleh kepada sumber suara.
"Naya mau gue anter gak" tawar Nathan memelankan laju motornya seimbang dengan jalan Naya.
__ADS_1
"oh elo, gak gaperlu, gue masih punya kaki sama uang, jadi gue bisa sendiri" tolak Naya mengalihkan kembali pandangannya ke depan.
"ya dari pada uang lo habis sama kaki lo capek jalan mending ikut gue, gue ikhlas kok, gak perhitungan" kata Nathan masih menggiring Naya.
"gak perlu, gue gak percaya, kalian sama saja, satu spesias sama Rayen" Naya sudah terlanjur marah dan kesal kepada Rayen hingga Nathan yang merupakan teman Rayen pun kena imbasnya.
"tolong percaya sama gue Naya, gue emang temanan sama Rayen, tapi bukan berarti sifat gue juga sama kayak Rayen" Nathan memberhentikan motor sport yang sangat mirip dengan punya Rayen, hanya saja beda warna.
Mendengar perkataan Nathan, Naya berhenti sejenak, ia membenarkan perkataan Nathan.
"yaudah gue ikut lo" Naya beranjak ingin menaiki, tapi kembali ia urungkan saat sebuah mobil hitam juga ikut berhenti di samping Naya dan Nathan.
"Naya!"
●●●
TBC
Dukung Naya sama siapa nih? Rayen atau Nathan? Kalo otor lili sih tetap si itu😂 so semoga tidak bosan yes, tetap beri otor lili dukungan dan semangat yah...
...Thank you for sweet readers♡...
__ADS_1
...~Sweet greetings from CUPU!! Bodoamat~...