CUPU!! Bodoamat

CUPU!! Bodoamat
GUE SUKA SAMA LO!!


__ADS_3

satu,,,


Dua,,, tiga,,, yesss.


permainan basket pun berakhir dengan skor empat : tiga dan di menangkan oleh...? NAYA.


Para penonton yang dari awal menyaksikan pertandingan, bagaikan jendela pesawat yang pecah terbawa badai, terombang-ambing dan nyusss, duar. Terkejut bukan main saat melihat si cupu dengan lincahnya bermain basket.


"huuu, udah gue bilang, kalo gue bakal menang. Cemen banget lo!! Padahal gue dengar lawan gue ini kapten basket SMA ALASKA!" sorak Naya memberikan jempol kebawah pada Rayen yang mengepalkan tangannya.


"sialan" Rayen mengangkat tangannya dan meniju angin melampiaskan ke-kesalannya, Naya sudah benar-benar menginjak Nama baiknya sebagai Kapten basket SMA ALASKA yang tidak terkalahkan.


"bro bro yang sabar yah, gue turut berduka cita" Naya menepuk-nepuk pundak Rayen dengan tampang mengesedih.


"Cih jangan pegang gue, perjanjian awal batal, gue gak mau nerima syarat lo!!" ketus Rayen.


"Oh tidak bisa begitu Men. Kalo lo ngingkarin atau ngebatalin asli lo itu banci" ejek Naya penuh kemenangan.


"Yayaaa, lo emang yang terhebat" teriak Renata dan menubruk memeluk Naya.


"apaansih lo, lebay!!" ujar Naya meronta-ronta ingin di lepaskan.


"gak soib banget lo" Renata melepaskan pelukannya.


"bodoamat!!, So gimana kapten Rayen" Naya melipat tanganya di dada, kembali berfokus pada Rayen.


"gue tetap batalin, daripada harga diri gue tercabik-cabik ngaku suka sama cewek kayak lo!!" dengan santainya Rayen berkata seperti itu.

__ADS_1


"emang gue seburuk itu ya?!! Sampai tidak layak di sukai" kata Naya datar. Tenang, tenang, hatinya sama sekali tidak tersentil sedikit pun dengan kata begitu. Karena cacian sudah sangat familiar ia dapatkan.


"sadar diri aja sih!! Cewek ketinggalan jaman yang tidak pantas merasakan hidup di jaman now. Noh sana lo pinjam mesin waktu doraemon, balik ke jaman purba" pedasnya perkataan Rayen hanya sebongkah kotoran ayam bagi Kanaya...


Renata hanya bungkam. Ia tidak perlu mebela Naya, karena ia tau bahwa mulut pedas yang mencaci Naya hanya masih berada di level lima kebawah, sedangkan Naya sendiri memiliki mulut pedas level seratus, cabe asli yang langsung di petik dari otak.


"siapa tadi yang ngatain gue ketinggalan jaman?! Coba angcungi tangan. Em tunggu-tunggu kenapa di depan gue ada cowok banci, cowok pengecut yang lemah mental! Mending kembali deh jadi oroknya mami, terima tantangan si cupu aja gak berani, cemen cemen" Naya dengan sengaja berbicara dengan keras.


"Cukup! Ok gue terima tantangan lo. Tapi ubah penampilan lo, gue tau lo itu cupu yang gila uang, gila karena gak bisa mengubah penampilan" kata Rayen dengan tersenyum miring.


"DUK"


Naya menendang kaki Rayen dengan keras.


"heh, gue bukan manusia gila uang!! Kalau gue mau uang, uang yang di titip Sang Pencipta pada gue juga banyak. Tidak semua di dunia ini yang dapat di beli dengan uang, termasuk untuk menjadi diri sendiri" Naya berkata dengan kesal.


"It's ok deh kalau lo tetap nolak tantangan gue, asal lo jangan ganggu gue lagi, lo aman dari gue. Sebenarnya gue juga gak terlalu peduli sama itu pertentang. tapi gue dapat fakta menarik yaitu seorang Rayen yang pengecut" Naya menepuk pundak Rayen dan berlalu, di ikuti Renata yang menjukan jari tengahnya untuk Rayen, menandakan ia juga menganggap Rayen seorang pengecut.


"NAYA TUNGGU!! GUE SUKA SAMA LO, LO MAU GAK JADI PACAR GUE" ujar Rayen lantang dengan memejamkan matanya dan tangan terkepal kencang.


Para siswi penonton yang ingin bubar, menjadi terhenti seketika, dengan mulut menganga tidak percaya, kaki mereka seakan mati tidak bergerak.


Benarkah itu suara Rayen, suara idola sekolah mereka, suara pemilik wajah tampan yang di gilai bayak wanita, suara yang tiba-tiba mengatakan perasaannya kepada siswi baru dengan penampilan cupu yang membuat eneg.


Nathan dan Varel yang berada di ujung lapangan pun terkejut bukan main, benarkah itu Rayen, teman mereka?


Naya sendiripun berhenti dari langkahnya dengan tersenyum penuh kemenangan, Rayen sudah berani menantangnya jangan harap bisa bebas begitu saja dari jerat seorang Kanaya Zoetessa.

__ADS_1


"Nat, gak salah dengarkan gue! Katakan kalo semua ini hanya sebuah ilusi yang numpang lewat, nyari jalan pintas" kata Varel dengan sungguh tidak percaya. Bagaimapun Rayen mengatakan kalau dia hanya menyukai kembang sekolah mereka yang bernama Rose.


"Ye bego-nya elo!! Apaan coba ilusi yang numpang lewat, nyari jalan pintas! Noh yang ada hembusan kentut lo yang nyari jalan pintas, masuk ke lubah hidung orang terus tembus ke ginjal" Nathan menoyor kepala Varel yang berisi otak sedikit miring 190° derajat mungkin.


"ck, merusak drama lo" kata Varel kembali memperhatikan apa kelanjutan drama yang di bintangi oleh Kanaya dan Rayen.


"good, gw tarik gelar pengecut, menjadi pria bodoh yang telah masuk ke dalam jaring perangkap Kanaya. Selamat!! Gue duluan ya pacarku" tanpa berbalik atau menghampiri Rayen kembali, Naya lanjut jalan meninggalkan lapangan basket yang sudah penuh dengan desas-desus tentang ia dan Rayen.


Muka Rayen sudah memerah menahan amarah. Dia yang berniat mempermainkan Naya, malah dia yang kena permainan Naya. Dia benar-benar tidak bisa menganggap remeh seorang Kanaya, si manusia cupu yang misterius.


"Aaaa sial, kemaren gue baru ngakuin perasaan gue buat Rose, kenapa malah jadi begini!! Dia pasti menggap gue playboy" Rayen mengacak-ngacak rambutnya frustasi.


"gue gak nganggep lo gitu kok" kata seseorang cewek yang sangat di damba Rayen. Dia adalah Rose, gadis cantik dan pintar, berasal dari keluarga konglomerat, berkepribadian baik, ramah yang membuat Rayen si urakan dan keras kepala menjadi tunduk saat bersama Rose.


"Rose" Rayen berbalik kebelakang dan mendapati Rose sedang tersenyum kepadanya.


"Lo tau kan gue cintanya sama lo, gue terpaksa karena kesepakatan" Rayen menggenggam tangan Rose.


"Iya gue tau, lo jalani aja dulu sama dia. Jujur gue belum bisa balas perasaan lo" kata Rose dengan tersenyum manis.


"gue ngerti arti sebuah move on, gue cuman berharap suatu hari nanti lo bakal balas perasaan gue" ujar Rayen yang juga ikut tersenyum. Melihat senyum manis Rose barusan tidak membuat hati Rayen segila dulu, entah apa alasnya, dia pun tidak mengerti.


"oh, ternyata dia udah kepincut sama gadis cantik itu, baguslah ini semakin seru" ujar Naya yang melihat dari jauh.


●●●


TBC

__ADS_1


Beri like dan komennya dong untuk Kanaya dan Rayen♡


__ADS_2