
"Yaelah Varel gue kira siapa!" kaget Nathan, temannya ini tiba-tiba nongol bak jin saja.
"Hayo ngapain kalian" tuduh Varel, otak Varel ini sebenarnya sudah tercemar dan traveling kemana-mana jadi bawaanya selalu suodzon.
"Ga usah ngomong sembarangan lo! Sana hus hus" Reflek Nathan menarik tangan Naya dan memaksa Naya naik ke motornya, berbelok dan melaju kencang tanpa memperdalam lagi percakapan dengan Varel yang akhirnya gak nyambung dan bawaanya selalu pengen nge-gas
"Sialan, Nathan!! Mengapa oh mengapa Varel tampan tiada tanding selalu di tinggal" Varel menangadah menatap sendu langit dengan tebaran bintang.
"Oh malam gelap tolong beri jawabannya! Hiks" Varel mengusap matanya seperti sedang mengusap air mata padahal sebenarnya ia hanya mengusap belek mata. Yaelah Varel!!
...
"Nathan stop! Jangan kencang-kencang gue takut" Naya berpegangan erat pada jaket Nathan.
"Oh oke" Nathan memelankan laju jalan motornya, membuat Naya bernafas lega.
"Lo mau bawa gue kemana!" Naya melihat sekililing setelah dari tadi hanya menutup mata, ternyata ia sudah tidak berada di dalam gang gelap itu lagi
"Mau ngantar lo pulang" jawab Nathan.
"Gue gak mau!" tolak Naya.
"Kenapa!?"
"Ya gak mau aja"
"Yaudah, kita makan yuk gue yang bayar!" ajak Nathan lagi.
"Gue juga gak mau" tolak Naya mentah-mentah.
"Aelah gak ada basa-basi nya lo nolak ajakan gue" Nathan terkekeh.
"Gue gak terlalu minat dengan kata basa-basi" sahut Naya membuat Nathan langsung terdiam menutup mulutnya rapat-rapat.
"Antar gue ke rumah Renata" kata Naya tiba-tiba menepuk pundak Nathan.
"Di mana?"
__ADS_1
"Lo jalan aja entar gue kasih tau!"
"Siap Nyonya Bos!"
•••
"Ini rumah Renata?!" tanya Nathan setelah sampai di depan gerbang rumah sahabat Naya itu.
"Yaiyalah!"
"Yaudah gue ikut mampir yah!" Nathan melepas helmnya dan hendak turun dari motornya, namun buru-buru di cegat oleh Naya.
"Gak usah! Lo gak perlu mampir! Cepat pulang gih!" usir Naya langsung, tanpa sadar Naya berjinjit, mengambil alih helm Nathan dan bergerak memasangkan kembali.
Membuat cowok bernama Nathan itu nyengir tersenyum senang, entah apa sebenarnya yang ada di pikiran dan di lubuk hatinya. Yang pasti dia senang atas perlakuan taksadar cewek yang berpenampilan cupu ini.
"Yaudah gue langsung jalan aja ya, bye" Nathan menghidupkan motor nya lalu menoleh kembali ke arah Naya.
"See you tomorrow Zoe!!" Nathan berkata dan memberikan senyum termanisnya sebelum melaju.
Naya mematung, Naya membeku, ugh benarkah Nathan menyebutnya Zoe! Sungguh mengapa jatungnya jadi berdetak kencang, ia merasa kaki nya melemas. Jelaskan ini ada apa? Mengapa ada sebuncah perasaan bahagia, mungkinkah ini ada hubunganya dengan Bunah Sella?! Tidak maksudnya seperti ini, mungkinkah ia terlalu merindukan panggilan Zoe dari Bunah Sella nya?!
“non Naya” sapa satpam rumah Renata yang membuyar kan semua asumsi-asumsi Naya.
“eh pak ada renata nya” kata Naya menoleh.
“ada non mari silahkan” satpam tersebut mempersilahkan Naya masuk
“terima kasih pak” Naya mulai memasuki perkarangan rumah Renata, sepertinya para penghuni rumah tersebut belum ada yang menyelam ke alam mimpi
Naya mengeryit melihat mobil asing yang terpakir, mungkin Nyokap dan Bokap Renata ke datangan tamu. Sekali lagi MUNGKIN!
"ting, tong, ting, tong” Naya memencet bel berulang kali, menunggu sang empunya rumah membuka kan pintu.
“ngapain lo kesini” suara ketus yang sangat di kenal Naya menyapa indera pendengarnnya.
“eh Tat gue pengen ngobrol aja sama lo” sahut Naya dengan memberikan senyumanya.
__ADS_1
“entar aja, gue sendiri dirumah! Gue udah ngantuk pengen tidur” sahut Renata, lagi lagi dengan nada ketus. Tidak ada sepatah kata pun terbesit di benak Renata untuk mempersilahkan Naya masuk dahulu.
“lho lo sendiri di rumah! Terus itu mobil siapa? Gue kira itu orang tu lo kedatangan tamu” tunjuk Naya kea rah mobil terpakir tersebut.
“mobil ROSE” kata Renata dengan menekan kata ROSE.
“Rose” beo Naya.
“iya Rose!!”
"Ngapain Rose di rumah lo!" cemas-cemas Naya jawaban apa yang di berikan Renata.
"Gue nyuruh nginap di sini" jawab Renata santai. Tidak tahu kah kata barusan yang di ucapkannya sungguh memberantakkan ruang hati Naya.
"Udah deh, pergi lo! Gue mau tidur" usir Renata."
"BLAM" Renata menenutup pintu dengan keras, meninggalkan Naya yang masih mematung dengan menata perasaan nya yang campur aduk! Sedih, kecewa, marah, dan rasa ingin menertawakan hidupnya ini! Benar saja ini kombinasi rasa campur aduk yang sungguh mampu merangkai kata sangat menyakitkan.
"TAT LO KENAPA SIH! GUE ADA SALAH APA BARU-BARU INI SAMA LO!! TAT LO JADI JAHAT SAMA GUE, SETIDAKNYA BERI GUE SEDIKIT ALASAN KENAPA LO JADI GINI SAMA GUE!!" teriak Naya dengan suara pilu, tangannya mengetuk-ngetuk pintu rumah Renata.
"Tat lo tau?! Gue galau karena persahabatan kita sia-sia gitu aja entah karena apa! Tat lo tau?! Gue benci ketika seorang sahabat berubah hanya karena mereka bertemu teman baru" kata Naya lagi, ia menahan sekuat tenaga agar air yang menandakan kerapuhan ini, tidak jatuh begitu saja, namun sekuat-kuat ia menahan! Usaha itu sia-sia. Air mata tetap lah air mata yang terkadang suka jatuh tiba-tiba tanpa jeda.
"Tat gue tau lo masih ada di balik pintu ini! Kalau gitu gue pamit yah, semoga hari esok tuhan memberi secercah kebahagian untuk gue, lewat perantaraan besok lo udah kayak biasanya lagi" Naya beranjak pergi, tanpa menoleh lagi ke arah rumah Renata, bagaimana pun ia juga sedang kecewa berat dan sangat berat.
"Maaf" lirih Renata, menyingkap horden dan mengintip kepergian Naya.
Kata Maaf yang entah di tunjukkan untuk maksud apa! Sttt ini masih rahasia...!
• • •
**TBC
EH maaf gusy baru update kebetulan author lagi sibuk-sibuknya sama tugas sekolah.
mon maaf yak😅
tnhkyou for sweet readers...
__ADS_1
luv luv💋**