CUPU!! Bodoamat

CUPU!! Bodoamat
BROKEN ANGEL


__ADS_3

"Gue terharu sama lo!!"


"Kenapa terharu sama gue?" tanya Nathan.


"Lo laki-laki pertama yang ngerti perasaan gue dan ngerti situasi gue saat ini, lo juga laki-laki pertama yang ngajak gue berteman" ungkap Naya dengan menatap lekat Nathan.


"Lo serius?!!" Nathan tersenyum senang.


"Heum" angguk Naya.


"Fine! Kalo gitu nanti gue juga bakal jadi laki-laki pertama yang buat jadi sandaran saat lo nangis"


***


"Tat tungguin gue!" seru Naya pada Renata yang sudah ingin memasuki mobil jemputannya.


"Apa!" jawab Renata singkat dan menatap Naya malas.


"Kerumah Bunah sella yuk, gue punya resep kue baru, kita bikin sama-sama kayak biasa!!" ajak Naya antusias. Dengan yakinnya ia bersangka Renata bakal menyetujui ajakannya.


"Sorry Naya, gue ada janji sama Rose" jawab Renata dan kembali bersiap untuk masuk, namun pertanyaan Naya membuat geraknya berhenti.


"Lo kenapa sih Tat? Dari tadi lo cuekin gue mulu?!" Naya berkata dengan nada lelah. Lelah dengan keluarganya, lelah dengan nasibnya dan paling lelah dengan kehidupannya sendiri.


"Gue kenapa!!" Renata menunjuk dirinya sendiri.


"Heh!! Lo tanya sendiri sama diri lo! Kenapa lo punya sikap keras kepala dan tidak mau terima setiap masukan dari gue"


"Lo gak sepenting itu kanaya!! Gue ngerasa lelah temanan sama lo, gue lelah punya teman jelek dan mau nya menang sendiri" setelah mengatakan ungkapan itu Renata segera masuk dan meninggalkan Naya yang sedang berdiri mematung dengan kesendirian.


"Lo gak sepenting itu Kanaya!!" Naya mengulang perkataan Renata dengan miris. Tidak pernah menyangka dan tidak pernah ia tebak dalam hidupnya, bahwa sahabatnya yang kemarin masih ok ok saja, barusan mengatakan hal sepedas itu?!! Rasanya Naya ingin berteriak tapi masih ingat malu.


"Gue gak tau, lo tulus buat gue selama ini atau tidak Tat. Tapi esok atau nanti kalau lo berubah seperti biasa gue bakal tetap terima lo! Mungkin lo hanya sedang khilaf marah sebentar. Bagaimana pun hanya lo yang ada buat gue sekarang" gumam Naya dengan tatapan kosong.


Selama dari tk hingga SMA, Ia tidak pernah mendengar Renata berbicara seperti itu. Kalau bertengkar bisa di katakan sering, tapi hanya bertengkar dengan perdebatan-perdebatan kurang penting itu pun tidak serius.


Naya mengambil hp nya dan earphone dari dalam tas nya dan menyetel musik favorite yang selalu membuat nya tenang, nyaman dan damai.


Naya menyusuri jalan dengan sembarang arah, terserah kaki nya melangkah. Yang ia inginkan sekarang hanya mendengarkan musik dan berjalan terus menerus, guna menenangkan suasana hati-nya.


BROKEN ANGEL

__ADS_1


I'm so lonely broken angel


I'm so lonely listen to my heart


One and only broken angel


Come and save me before I fall apart


You, you are the one


I miss you so much, now that you're gone


Dont, don't be afraid


I'll be by your side leading the way...


I'm so lonely broken angel


I'm so lonely listen to my heart


One and only broken angel


Come and save me before I fall apart


Feeling in love, don't want it to end


Two, two worlds apart


Less in a dream, it's breaking my heart...


I'm so lonely broken angel


I'm so lonely listen to my heart


One and only broken angel


Come and save me before I fall apart


La la leyli...la la leyli..la la la la laaa..


La la leyli...la la leyli..la la la la laa..

__ADS_1


I'm so lonely broken angel


I'm so lonely listen to my heart


One and only broken angel


Come and save me before I fall apart


I'm so lonely broken angel


I'm so lonely listen to my heart


One and only broken angel


Come and save me before I fall apart


La la leyli...la la leyli..la la la la laaa..


La la leyli...la la leyli..la la la la laa..


...


"Ngapain lo cupu!" terdengar suara keras si pemilik suara pelaku perusak suasana Naya untuk kesekian kalinya, berangsur-angsur dengan earphone nya yang di tarik paksa. Siapa lagi yang terus-terusan memanggil Naya, Cupu! Dan yang terus-terusan mengganggu Naya Kalo bukan Rayen Keeanan Alaska!


"Ck, Belaska lo itu kenapa ngikut gue melulu sih" keluh Naya, dia berkata begitu memang faktanya. sebab semenjak pindah ke SMA Alaska setiap di jalan ia selalu bertemu yang namanya Rayen. Seolah itu memang sudah di tetapkan untuk sebuah takdir di masa esok dan esok.


"yeee Cupu PD banget, lo kali yang ngikutin gue!" sangkal Rayen. Enak saja dia di bilang ngikuti seorang yang ia sebut Cupu itu.


"stop stop stop....!!! Gue muak liat muka lo melulu. Udah deh Belaska gue udah gak gangguin lo, gue maluin lo! Lo balas gue dengan ngerusak sepeda gue! Gue nampar lo sama ngejekin lo, lo juga udah ngebalas gue!! Sekarang itu kita impas. So! stop gangguin gue" Naya menghentak-hentakan kakinya sering dengan wajah kesalnya.


"gue gak bakal berhenti gangguin lo! Semampu gue, gue bakal tetap gangguin lo sampai pada akhirnya lo keluar dan mundur sendiri dari SMA Alaska" kata Rayen terdengar jahil dan tersenyum picik.


"oh apa rupanya alasan lo?!" Naya menatap Rayen datar.


"lo gak perlu tau!!!"


...


TBC


salam dari Kanaya Zoetessa...🐰

__ADS_1


Tnhkyou for sweet readers


__ADS_2