DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?

DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?
BAB 10


__ADS_3

“tumben Ayu menghubungiku, ada apa.” ucapnya dalam hati.


“telfon balik aja deh, anggap saja nelfon kekasih hihihi...”ungkapnya.


Tut.....tut....tut....


“Duh, nggak diangkat. Sibuk kali ya”.ucapnya.


“Lu kenapa rell ?” tanya Tyo.


“Ini nih, Ayu telfon. Tapi aku telfon balik dia nggak...........


“Hallo yu , a.......


“WHATTTTTTT...?! Kalian dimana sekarang? Aku sama Tyo segera kesana”. Pekiknya


“Ada apa ?”tanya Tyo penasaran.


Varell tak menjawab, ia menarik Tyo menuju lobby tanpa memperdulikan ocehan Tyo yang kesal main tarik. Heheheehehe, varell....Varell.. selalu saja.


********************************Happy Reading*********************


“Daddy........”panggil Tyo


“Nak, Tyo...”balas Daddy Gama.


“Daddy, ngapain disini ?”tanyanya


Kebetulan Daddy Gama baru saja dari kantin untuk membeli kopi, sedangkan Andro menunggu sang mommy yang sudah siuman.


“Daddy, menunggu mom mu. Kamu sendiri sama Varell ngapain ?”. tanyanya balik.


“Mommy kenapa, dad?”. tanya Tyo.


“Tyo sama Varell mau jengukin Tya, Om”.jawab Varell


“Tya siapa ?”tanya Daddy Gama.


“Tya ???”. guman Tyo yang masih penasaran ada apa.


Sedangkan,Daddy Gama ia penasaran siapa wanita itu.


“Mas Varell....”panggil Ayu.


“Ayu, kamu kenapa ?”tanya Varell dengan panik, padahal pacar bukan huhu miris. Sedangkan Ayu jangan ditanya pipinya udah merah-merah merona cihuyyyyy.


“Tyaa, mas... Tya tertabrak hiks..hiks, dia kehilangan banyak darah dan stock di rumah sakit habis. Gimana ini mas hiks..hikss”tangisnya pecah, ia memeluk erat tubuh Varell, untuk pertama kalinya ia memeluk tubuh pria.


“Tya..... dimana, dimana ruangannya Ayu”Ucap Tyo panik.


“Hiks... hikss disana...”tunjuknya kepada Tyo.


Tyo langsung bergegas keruangan tersebut, dan kebetulan Dokter Farhan baru saja keluar untuk mencari keluarga pasien.


“Tuan muda......”sapa Dokter Farhan.


“Bagaimana keadaan Tya,Dok ?”tanya Tyo tak sabaran.


“Kondisinya kritis dan ia banyak kehilangan darah, tadi saya sudah memberitahu temannya, tapi waktu saya keluar tidak ada dan ada tuan muda disini.”jawabnya.


“Apa golongan darahnya, dok?”tanya Tyo.

__ADS_1


“AB tuan muda”jawabnya.


“Apa stock di rumah sakit benar-benar habis ?”tanya Tyo.


“iya tuan, tapi kita harus cepat bertindak. “ucap Dokter Farhan.


“Bagaimana Tyo, apa yang terjadi ?”tanya Daddy Gama yang ternyata mengikuti Varell dan Ayu ke ruangan Tya.


“Tya kekurangan darah dan stock dirumah sakit habis.”Jawabnya lesu.


“Golongan darahnya apa dok?” tanya Daddy Gama.


“AB tuan besan.”jawabnya


“Ambil darah saya saja dok, kebetulan darah saya sama.”ucap Daddy Gama.


“Daddy serius ?” tanya Tyo memastikan.


“Iya Daddy serius. Kamu temui mommy dulu ya jaga dia sebentar”ucap Daddy Gama.


“Puji Tuhan “ ucap mereka yang disana. Sedangkan Ayu ia masih menangis dipelukan Varell dan itu adalah kesempatan dalam kesenjangan Varell hehehe.


“Baik dad. Kabari kalau sudah rell.” ucapnya kepadan Daddy Gama dan Varell.


Sepeninggalan Tyo ke ruangan Mom Amira dan kepergian Dokter Farhan dan juga Daddy Gama, kini hanyalah tinggal Varell dan Ayu yang masih sesegukkan.


Crittttt....


“Mommy......”panggil Tyo.


Kedua orang berbeda umur melihat kearah Tyo. Andro yang melihat itu bertanya darimana Kakak iparnya ini tahu kalau mommy disini. Begitulah pikirnya.


“Mommy kenapa ?”tanyanya pada Andro, kemudian memeluk wanita paru baya itu.


“hei kenapa kamu yang kesal.” ucap sang mommy.


“Abisnya mommy gitu si, kan Roro nggak bisa manjah-manjah gitu”. candanya dengan gaya yang dibuat-buat lekong hehehhe.


“is kamu ini.”ucap sang mommy.


Oh, ya kamu kenapa berada dirumah sakit ?” tanya Mom Amira.


“Teman Tyo kecelakaan mo.”ucapnya lirih.


Entah kenapa ia sangat takut kehilangan Tya, padahal ia dan Tya tidak sedang menjalin hubungan spesial. Tunggu...tunggu... kalo Ayu disini anak-anak sama siapa ?” begitulah pikirnya.


“Nak, mom ingin jalan-jalan. Mom malas disini nggak enak “ungkapnya.


Tapi, mom ....


“ayo keluar.....”ucapnya kesal.


“baiklah..ayo...


Baru saja Mommy Amira turun dari brangkar muncullah dokter Clarissa.


“Loh, tante mau kemana ?”tanyanya.


“Tante mau jalan-jalan.”Ucapnya memelas.


“Tapi tante belum sehatan.”ucap Clarissa.

__ADS_1


“Tante........


Belum selesai, Mommy Amira berbicara tiba-tiba Suster Vania memanggil Clarissa.


“Kak, anak-anak tadi memaksa menemui mommy mereka dan anak yang pingsan tadi juga menangis memanggil sang mommy.”ucap Vania.


“Anak-anak..........”panggil Tyo.


Yang lain saling tatap mendengar Tyo memanggil enam anak kembar itu. Apa Tyo mengenali mereka.


“Abang kenal ?”tanya Andro.


“Didih.......”Pekik Ayumna dan Ayundha.


Sedangkan yang para cowok berlarian kearah Tyo dan memeluk erat kaki pria itu. Ayumna merontak didalam gendongan Vania, ia bersama Ayundha saudari kembarnya berjalan dengan pelan kearah Tyo. Untung saja infus Ayumna sudah dibuka. Kalau tidak bisa berabe. Mereka masih menatap Tyo dengan tanya jawab.


Namun, berbeda dengan Mommy Amira, ia melihat kemiripan anak-anak itu dengan anak dan menantunya. Ia menangis histeris melihat wajah-wajah menggemaskan itu, merasa bahwa kerinduan sang ibu kepada anaknya. Mereka terkaget mendengar tangisan itu.


“huaaaaaaa hiks...hiks Rara.... Yaya.... mommy kangen hiks..hiks “teriaknya.


Clarissa dan Vania dengan cepat menangani Mommy Amira.


“enekkk...... “Pekik Ayumna yang sudah berada digendongan Tyo. Entah kenapa tiba-tiba memanggil Mom Amira dengan sebutan nenek.


“nenek ???” ucap Andro dan Tyo bingung sekaligus heran.


CEKLEKKK....!!!


“Ada Apa ini ?”tanya Daddy Gama panik.


“Apa yang terjadi ?”tanyanya lagi.


Ia sangat kaget melihat istrinya kembali histeris dan sejak kapan diruangan istrinya ada anak-anak.


“Ayumna, Dikia, Ayundha, Rian, Riano, Kiano.... kalian kenapa bisa disini nak ?”tanya Ayu.


“Undaaaa.........”teriak anak-anak itu dan berlari memeluk Ayu.


Varell menggendong Rian dan Kiano, sedangkan Ayunda digendong Ayu. Dikia dan Riano tetap cool memegang ujung baju Varell dan Ayu.


“Mereka anak kakak ?”tanya Andro yang penasaran dan mulutnya sudah gatal dari tadi.


“Ia.. ia, Kenapa ?”tanya Ayu gugup.


“Kalian disini yang jagain, Tya siapa ?”tanya Tyo


“Hadehhh......”ucap Ayu kelupaan, ia malah mengikuti Varell kesini. Bucin kali sih.


“Kalau gitu, aku sama Ayu balik kesana lagi.”ucap Varell sembari membawa anak-anak, namun Ayundha dan Ayumna menolak Ayundha memaksa turun dan berjalan kearah Tyo.


“Tyo, Dad mau ngomong samamu dan biarkan anak-anak bersama Andro sebentar.”ucap Daddy Gama dengan tegas.


“Baik,dad. Sayang kalian main dulu sama Uncle Roro ya, daddy mau ngobrol sama Kakek sebentar saja.”Ucapnya.


HELLO GAES.... SEPERTI BIASA JANGAN LUPA DUKUNG NOVEL KU INI YAA...


LIKE, COMMENT, DAN SHARE.... AJAK TEMAN-TEMANMU UNTUK BERKUNJUNG DAN MEMBACA HASIL KARYA KU...


I LOVE YOU,GAES..


THANK U

__ADS_1


DAN HAPPY READING...


__ADS_2