
“Hihihihi.....”
“Daddy disini ?”tanya Tyo yang menyadari bahwa lelaki paru baya itu adalah mertuanya.
“Iya Daddy d“Uh,... mum Umna tanen hihihi”. Rengek Ayumna kepada Tya
“Astaga, padahal baru aja loh kalian pergi main, sudah rindu mommy” ledeknya.
isini nak, kamu ngapain disini ?”tanyanya balik.
“Hehe Tyo ketemu sama sikembar ini” jawabnya cengegesan.
“Lalu, kamu Varel ?”tanyanya penuh selidik.
“Sa... sama juga om”. Jawabnya gugup.
“Daddy tahu alamat rumah Tya darimana ?”tanya Tyo lagi.
**************************Happy Reading*******************************
“Daddy carilah.........” jawabnya ketuss....
“Dih, aki-akiii” celetuk Tyo.
“Hesss kamu.... saya pecat jadi menantu” balas Daddy Gama.
“Antu itu apa tatek didi ?” tanya Kiano.
“Haaaaaa..... Daddy silahkan jawab. Tyo angkat bahuuu” ledeknya kepada sang mertua.
“tenapa antat bahahahu didi ?”tanya Ayumna kepo sedangkan saudaranya yang lain juga menuntut jawaban kepada pria yang mereka panggil Daddy itu.
“Gapapa sayang “ jawab Tyo
“Huh beditu ya” balas Ayumna.
“Jadi, daddy kesini ngapain ?” tanya Tyo lagi
“Hm..... sebaiknya nunggu mommy sadar dulu ya” ucap sang daddy.
“Haaaa emang mommy disini ?” tanya Tyo terkejut.
Ternyata, bukan hanya daddy yang datang kemari. Hal itu justru membuat Tyo dan Varell bertanya-tanya. Ada apa sebenarnya ???
Tak lama kemudian, keluarlah Mommy Amira dan Andro mereka berjalan pelan kearah ruang tamu dibantu Ayu. Entah sejak kapan Ayu berada disana membantu Mommy Amira dan Andro. Daddy Gama dengan sigap mengambil alih istrinya dari rangkulan Ayu dan Andro serta membimbing istrinya duduk di sofa dimana ia duduk tadi.
“Mommy......” panggil Tyo.
“Hmmmm.......” hanya dibalas deheman oleh Mommy Amira.
“Jadi Mom, Roro, dan kalian semua disini... Daddy mau membicarakan hal yang sangat-sangatlah penting dan juga menyangkut kesehatan istri daddy.” ucapnya tenang.
“Ada apasi dad ?” tanya Andro penasaran.
__ADS_1
“Iya kenapa berkaitan dengan kesehatan mom, dad ?”tanya Tyo dan dibalas setuju oleh Mommy Amira.
“Jadi beginiiiii..........”
Tiba-tiba, Daddy Gama memberikan sebuah amplop dan meminta Tya yang membuka amplop tersebut.
“Maaf...... Daddy minta kamu yang buka amplop tersebut, apapun hasilnya daddy pasrah dengan keputusanmu” ucapnya ambigu seraya memberikan amplop itu kepada Tya.
“Kenapa harus saya tuan ?” tanyanya penasaran.
“Buka saja..... kamu akan tahu jawabannya, nak” ucap Daddy Gama.
“Hufttt...... baiklaaahhhh” jawabnya pasrah.
Sembari menunggu Tya membuka amplop itu dan melihat isinya, Daddy Gama mengelus tangan istrinya dan tersenyum, iya tahu bahwa istrinya saat ini sangatlah penasaran dengan apa yang ia lakukan. Tapi ia ingin, yang terbaik untuk keluarganya. Terima tidak terima oleh putrinya ia akan tetap berusaha sebaik mungkin. Iya akan memperbaiki semuanya yang putrinya tak pernah dapatkan dari kecil.
“i..... iniiiii.......ba... bagai... bagaimana bisa ?” ucapnya lirih dan tubuhnya bergetar hebat setelah melihat isi amplop itu.
Ayu yang penasaran akhirnya memberanikan diri untuk melihat isi dari amplop itu.
“Haaaaa....... serius ?’’ pekiknya.
“Bagaimana mungkin ?” tanya kepada Daddy Gama.
“Ada apa ?” tanya Mommy Amira penasaran.
Seketika diruangan itu menjadi sunyi, bahkan enam kurcaci cilik juga ikut diam walau mereka ingin sekali bertanya. Ada apa ??? melihat keterdiaman semua orang akhirnya Daddy Gama membuka suaranya, tapi sebelum Daddy Gama berbicara, Tya lebih dulu membuka suara.
“ kalian ......... hiks....” tangis Tya
“Iya sayang ... ada apa ? kenapa gadis cantik itu menangis ?”
Melihat Tya yang menangis dipelukkan Ayu, membuat Andro dan Mommy Amira bertanya-tanya sedangkan Tyo ia akhirnya paham akan arah pembicaraan ini. Varell jangan di tanya lagi, ia diam memperhatikan semuanya sembari menenangkan si kurcaci-kurcaci cilik ini juga ikutan menangis.
“Huhuhu ... Mum .... hiks hiks.. uhuk..uhuk.. ”
“Akh tatitttt... “ pekiknya
Semua orang menoleh kearah seorang gadis nan mungil itu... dan kaget melihat Ayumna memegang dadanya. Tya yang melihat itu belari menghampiri Ayumna.
“ Nak, kamu gapapa sayang ?” tanya Tya khawatir.
“ini tatit mum.. uhuk..uhuk” ucapnya sambil menepuk dadanya.
“Hei jangan ditepuk” tegur Tyo sambil memegang lembut tangan Ayumna.
“Kamu banyak makan es krim ya ?” tanya Ayu.
“Hihi uhuk.. uhuk...” jawab Ayumna.
“Ohhhh... Astagaa.....” keluh Ayu dan Tya.
“Kalian memberi berapa banyak es krim ?” amuk Ayu.
__ADS_1
“Cuma sedikit kok...” jawab Tyo santai...
“APA CUMA SEDIKIT ?! “ pekik Ayu.
Varell, yang mendengar pekikan Ayu hanya mengerutu dalam hati. Ia takut Ayu tak ingin bersamanya apalagi ia melakukan kesalahan. Semoga si kurcaci tak mengadu bahwa ia yang membiarkan mereka banyak memakan manisan.
“tata .... yayah Alel enda papah matan anyak anis unda” adu Kiano dan Riano.
“Apa..... Ayah Varell bilang seperti itu ?” tanya Ayu memastikan.
Hal itu membuat bulu kuduk Varell dan Tyo merinding. Bagaimana bisa mereka melupakan bahwa kekasihnya adalah manusia berwujud singa betina. Sejenak mereka melupakan pokok pembahasan yang sangat-sangat dinantikan oleh keluarga Daddy Gama. Bukannya tidak sopan tapi Tya dan Ayu lebih mengutamakan kesehatan anak-anaknya. Namun, untuk menghargai maksud kedatangan keluarga itu Tya meminta Varell untuk menemani anak-anak bermain di taman belakang. Varell menyanggupi itu dan ia melihat kearah Ayu yang menatapnya dengan sangat tajam seolah ingin menelannya hidup-hidup.
Setelah kepergian Varell beserta staff anak-anak kurcaci, kini mereka yang tersisa membahas isi amplop tadi yang sempat tertunda.
“Bagaimana, nak ?” tanya Daddy Gama kepada Tya.
Sedangkan yang ditanya hanya diam saja, mau menangis lagi kan tidak lucu. Karena khawatir kondisi Ayumna ia melupakan tangisan harunya. Yang mana ia tak menyangka bahwa ia akan bertemu dengan orang tua kandungnya. Setelah sekian lama, ia merindukan kedua orang tuanya dan sekarang ahhhh..... gimana ngomongnyaaaaaaaa......
“Bagaimana apanya dad ?” tanya Mommy Amira emosi.
Ia lalu mengambil paksa surat yang ada di atas meja itu, lalu membacanya Andro pun ikut melihatnya. Sedangkan Daddy Gama hanya tersenyum dan menunggu jawaban dari Tya dan melihat ekspresi dari istrinya dan andro anak lelakinya satu-satunya. Tyo dan Ayu ??? ya dia hanya diam dan menyaksikan pertemuan anak dan keluarga kandungnya.
“A... Apa i... ini benar ?” tanyanya kepada suaminya.
Apa iya sedang bermimpi ???? Kalau ia tolong bangunkan!!!!... Author..
Happy Reading ,gaess ...
Jangan Lupa Like dan Comment
Ajak temen-temen kalian, buat mampir di karya aku yaa... banyak-banyak memberi vote wkwk....
Ikan Hiu Goyang-goyang...
I love U reader sayang ...
hehe ....
makin kesini... makin ngalay...
gapapa lah, tetap slayyy...
mau main, harus mampir...
kalo ga gitu gabakal ditemeni..
tolong dong para reader...
sering-sering mampir di novelku ini...
eak..eakk... kaga nyambung pantunnya..
ya gapapa... yang penting alurnya jelas ya kan .. hehe..
__ADS_1
Ayoayoooo..... mampir ajak teman kaliann bunda-bunda ..