DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?

DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?
BAB 13


__ADS_3

Tok.... tok.... tok....


“Permisi........” ucap lelaki paru baya tersebut.


Tok.... tokkk.... tokkkk....


“Huffffttt” keluhnya.



Anaknya yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, bisa-bisanya Daddynys mengetuk pintu padahal disebelahnya ada bel. Ia segera memencet bel tersebut dan tak lama keluarlah seorang gadis muda dengan tangan yang sedang memegang penggorengan.


“Iyaa maaf, mencari siapa ?” tanya gadis itu.


“Apa benar ini kediamannya nak Tya ?” tanya laki-laki itu ragu.


“Benar tuan, ada apa ya ?” tanya Ayu.


“Apa boleh saya bertemu dengan nak Tya ?” ucapnya memelas.


“Oh boleh, silahkan masuk pak, bu “ucapnya sopan.


“Lalu aku, apa boleh ikut masuk kak ?”celetuknya.


“haaaaaaa... oh silahkan hehe maaf” ucapnya rada syok.


*******************HAPPY READING GUYS **************************************


“Ada siapa yu ?” tanya Tya yang baru selesai memasak.


“Ada keluarga mau ketemu sama elu” jawab Ayu.


“Lah, siapa ?” tanyanya bingung.


“Ya mana gue tahu, dah lu ke sono deh. Siapa tahu lu kenal” ucap Ayu sembari mendorong Tya.


“Iya....iya sabar napa dah” ucap Tya sewot.


“Huftt,, sepinya rumah.. Mas varell ngajak anak-anak keluar. Kan jadinya rumah sepi begini.”Keluhnya.



Yupp.... Anak-anak diajak Tyo dan Varell pergi jalan-jalan meninggalkan kedua ibu muda itu kesepian dirumah. Varell mengatakan bahwa iya dan Tyo ingin qualty time bersama ana-anak tanpa emak-emak rempong hahaha begitulah.


Sedangkan disisi lain,.........


“Didi..... au eskliem toklat dung”. rengek Rian kepada Tyo.


“Iya didi, Umna duda au toklat leskliem” ucapnya belibet dah gitu aja.


“Baiklah, kita beli es krim” Ucap Tyo dan disoraki oleh keenam anak kembar.


Mereka berdelapan beranjak dari tempat tersebut menuju truck es krim. Mereka semua menjadi pusat perhatian orang-orang ditaman, terutama kedua pria tampan tersebut. Aduhaiiiii, emak-emak menggoda mereka, bahkan ada yang berani genit dengan mendekatkan diri membawa anak yang seumuran dengan enam bocil itu.



“Aduh, mass..... tampan banget, mau nggak jadi ayah dari anak-anakku ?”tanya nya dengan suara genit.


“Monmaap bu, saya sudah menikah” ucap Tyo.


“Aduh, saya jadi yang kedua mau dong mas ?”ucapnya sedikit mendesah.


“Lah elah emak-emak rempong” celetuk Varell


“Mas iri ya, boleh kok mas kalau masnya mau hehe, saya janda gemoy loh” ucapnya menggoda Varell.


“Tente, dudah tua dangan dandu didi Umna.” pekik Ayumna.



Iya tak suka Daddy dan Ayahnya digoda, walau sebenarnya ia tidak tahu benar atau salah, tetapi dia harus waspada ala anak-anak.



“Kenapa ? kamu nanti punya saudara secantik anak saya.”ucap wanita itu ngotot.

__ADS_1


“Maaf bu, tapi kita nggak berminat sama ibunya. Silahkan bubar” ucap Tyo jengah dikelilingi emak-emak rempong. Tau begini ia akan mengajak Tya.


Begitu juga Varell, menyesal tak mengajak Ayu. Huh dasar mereka.


“Yahhhh, nggak seru... “keluh mereka.



“Tyo kamu disini sayang ?”tanya wanita seksi itu.


Kebetulan ia, syuting ditaman tersebut dan ketika mereka bersiap untuk pulang ia tak sengaja melihat Tyo dan Varell beserta anak-anak kurcaci. Tyo yang mengenali suara itu hanya diam dan tak peduli, ia tetap menggandeng ketiga anak kembar tersebut dan Varell menggandeng ketiga anak kembar juga. Mereka melangkah pergi tanpa menghiraukan wanita itu. Yup, wanita itu adalah Syandra. Ia sedang melakukan syuting iklan di salah satu taman kota bersama beberapa rekannya.


“TYOOOOOO.......” teriaknya kesal.


“Awas aja, aku akan buat kamu menyesal telah mengabaikan aku dan anak-anak itu awas saja...”ucapnya penuh ancaman.



Ia meninggalkan tempat tersebut dengan rasa kesal yang teramat kesal, lalu bergabung dengan teman-temannya yang lain.


“Lu ngapain kesana syan ?”tanya teman seprofesinya.


“Nggak kenapa-kenapa” ucapnya ketus.


“Oh, yaudah kita makan yuk di mall sekalian shopping” ajak Viola.


“Kuyyyyyyy...” ucap mereka semua.


Ditempat yang berbeda, dihadapan sepasang suami istri dan anak lelakinya. Tya dan Ayu duduk setelah menyuguhkan beberapa jenis makanan ringan dan teh anget.


“Silahkan, bu .. pak... tuan..” ucap Ayu.


“Terima kasih nak.” ucap laki-laki paru baya itu.


Sedangkan sang istri menatap wajah Tya dengan tatapan rindu. Iya merindukan Amora dan Agistya putrinya yang hilang.


“Amora........”gumamnya.


Ia tak bisa menahan rasa rindu itu, iya segera memeluk Tya dan menangis tersedu-sedu, hal itu membuat semua orang disana terkaget-kaget. (Adoh lebay kali bah).


“Mommy.....” ucap Sang suami dan anaknya bersamaan.


Namun wanita paru baya itu menangis sangat kencang dan memanggil nama putrinya.


“Mom......” Panggil ANdro.


“Huhuhu... Mom rindu...”ucapnya lirih.


Tangisan yang memilukan, membuat siapapun dibuat menangis. Tiba-tiba tubuh Mommy Amira ambruk dipelukkan Tya.


“Tante.......” pekik Tya dan Ayu.


“Mommyy.......!!!” teriak kedua lelaki beda usia itu.


“Bawa tante ke kamar Ayumna dan Ayundha om” ucap Ayu seraya membuka kamar kedua putri kembarnya.


Daddy Gama membopong tubuh sang istri dan masuk kekamar anak-anak. Diikuti Andro dan Tya yang masih kebingungan ada apa dengan ibu tersebut. Ayu memberikan minyak angin kepada Daddy Gama dibantu Ayu dan Tya. Sedangkan Andro disuruh Daddynya untuk menghubungi Dokter Clarissa dan sekaligus mengirimkan alamat rumah Tya.


“Tante kenapa om ?” tanya Tya penasaran.


“Huffft... istri saya merindukan putri kami yang sudah meninggal dan juga saudara kembarnya yang hilang.


“Apa karena itu, tante menangis memelukku ?”tanya Tya ragu.


“Iya, dan berapa umurmu sekarang nak ?” tanya Daddy Gama.


“25 tahun om” jawab Tya.


“Kalau kamu ?” tanyanya kepada Ayu.


“Saya seumuran Tya, om” jawab Ayu.


Tak lama datanglah Andro bersama Dokter Clarissa, ternyata Andro memilih menunggu Clarissa diluar karena ia ingin memberi ruang untuk sang daddynya yang entah kenapa ia merasa bahwa sang daddy sengaja membawa ia dan Mommynya kerumah ini.


“Haduhhhhh, om.... tante kenapa disuruh pingsan lagi sih” celetuk Clarissa.

__ADS_1


“Heiii, periksa tantemu dulu.... baru ngomell”ucapnya jengah


“Hehehe o’om...” ucapnya lalu memeriksa keadaan Mommy Amira.


Clarissa belum menyadari adanya Tya dan Ayu disana, bahkan ia masih bingung ini rumah siapa ? namun ketika ia berbalik dan hendak menyampaikan hasil pemeriksaannya ia terkejut melihat Tya yang sangat mirip dengan Almarhumah Amora.


“Astagaaaaaa..... Amora disini” pekiknya mengelus dada.


“Ommmmmm..... Amora bangkit lagi ?”tanyanya memastikan.


“Heiii.... dia bukan Amora” ucap Daddy Gama.


“tapi kenapa mirip banget om”. ucapnya lagi.


“Hei,,, sampaikan dulu hasil pemeriksaan mu, kamu membuat mereka panik”tegur Daddy Gama.


“Hehehe maaf,Om...”ucap Clarissa.


“Tante nggak kenapa-kenapa om, hanya syokkkkk saja. Tapi tante syok kenapa sih ?” tanya Clarissa penasaran.


“Mommy syok ketika melihat kakak itu” tunjuk Andro.


“Hei tanganmu tidak sopan” ucap Clarissa seraya menepis tangan Andro.


“Hehehe maaf.”ucapnya terkekeh.


“Tapi benar loh om, dia mirip amora” ucap Clarissa jujur.


Sedangkan Ayu dan Tya bingung setengah jalan, ada apa dengan keluarga ini, kenapa mengatakan ia mirip sekali dengan wanita yang bernama Amora dan siapa dia, bagaimana rupanya. Menyadari kebingungan kedua wanita tersebut, akhirnya Daddy Gama membuka suara.


“Tunggu Mommy sadar, akan saya jelaskan” ucapnya seakan tahu dengan pikiran keduanya.


“Haaaaa.... iya om”. jawab keduanya


“kalau begitu, kita keluar dulu. Sembari menunggu mommy siuman alangkah baiknya kita keluar saja”. Ajak Daddy Gama.


“Biar saya saja yang jaga tante, om” ucap Ayu.


“Biar Andro saja kak yang nungguin mommy”. Ucapnya kepada Ayu.


“Ohh baiklah.”balas Ayu.


Akhirnya mereka semua keluar dan meninggalkan Andro dan Mommy Amira dikamar tamu. Sedangkan Clarissa pamit undur diri, karena ia harus menemani Mami dan Papinya ke acara ulang tahun perusahaan.


Dan disinilah mereka bertiga, Daddy Gama, Ayu dan Tya. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, tanpa sadar mereka kedatangan para kurcaci dan dua induknya.


“Mummmmmmm.... Undaaaa.... tita ulang.....” pekik keenam anak curcaci berlari mencari mommy dan bundanya.


“Haduhhh....jangan lari-lari.” pekik Varell dan Tyo bersamaan.


“Itu mummm “pekik Ayumna.


“Mummmmmm, undaaaaa” teriak mereka.


Hal itu membuat, ketiganya tersentak kaget mendengar teriakan keenam anak kembar itu, dan juga terlihat adanya Tyo dan Varell menyusul.


“Uh,... mum Umna tanen hihihi”. Rengek Ayumna kepada Tya


“Astaga, padahal baru aja loh kalian pergi main, sudah rindu mommy” ledeknya.


“Hihihihi.....”


“Daddy disini ?”tanya Tyo yang menyadari bahwa lelaki paru baya itu adalah mertuanya.


“Iya Daddy disini nak, kamu ngapain disini ?”tanyanya balik.


“Hehe Tyo ketemu sama sikembar ini” jawabnya cengegesan.


“Lalu, kamu Varel ?”tanyanya penuh selidik.


“Sa... sama juga om”. Jawabnya gugup.


“Daddy tahu alamat rumah Tya darimana ?”tanya Tyo lagi.


...Happy Reading Gaeesss......

__ADS_1


...seperti biasaaa jangan lupa like,comment and share......


...ajak temen-temen kalian juga buat mampir dinovel aku🤍...


__ADS_2