
“apa ini benar Tyo ?”tanyanya bergetar.Seraya memberikan hasil itu kepada istrinya.
“ Iya dad, itu benar-benar hasilnya 99,99%” jawab Tyo.
“jaa.. ja.. dii i..iniii anak-anaknya Amora yang hilang diculik 2 tahun yang lalu ?” tanya Mommy Amira Syok.
Mami Adinda dan Papi Retno yang mendengar itu, segera meminta hasil yang ada ditangan Mommy Amira sedangkan Tya dan Ayu hanya terbengong tak percaya, begitu juga keluarga Ayah Rafael yang menyimak.
“Mi... mereka benar-benar anak abang Tyo?” tanya Amnia yang juga mengintip hasilnya.
“Anak-anak bang Tyo ?” tanya Amnio
“iya anak-anak abang” tangisnya
Mereka semua bergiliran melihat hasil test DNA yang mengatakan bahwa Ayumna 99,99% anak kandung AmniTyo. Yup, Tyo mengambil sehelai rambut Ayumna ketika Ayumna terlelap didekapannya saking penasarannya ia mencoba test DNA menggunakan rambut Ayumna untuk membenarkan rasa penasarannya.
Lalu, bagaimana dengan Ayu dan Tya ???
************ yok gaes*********************
Bagaimana reaksi Tya dan Ayu mengetahui bahwa anak-anak yang selama ini mereka rawat seperti anak mereka sendiri merupakan anak kandung saudari kembarnya dan kekasihnya pria yang telah melamarnya beberapa hari yang lalu.
Apa karena ini, calon suaminya melamarnya beberapa hari lalu ? itulah yang sedang Tya pikirkan. Sedangkan Ayu menatap tak percaya, ia memandang Tya yang duduk disampingnya. Ia tak tahu harus bersikap bagaimana.
“Aku tidak akan merebutnya darimu, aku menikahimu untuk memberikan keluarga yang lengkap untuk anak-anak kembarku” ucap Tyo tegas.
“Anak-anak kembarku ?”ucap Tya dalam hati.
Apa Tyo melamarnya hanya untuk menjadi pengganti kakak kembarnya ? atau bagaimana intinya perkataan itu membuat Tya sedikit tersinggung. Namun ia memilih diam, dan hal itu tertangkap oleh kedua orang tua Tyo maupun keduan orang tuanya.
“Hm..hm..hm”
Suara deheman, Ayah Rafael membuat semua orang menoleh kearahnya.
“Maaf menyela sebentar, saya juga kesini untuk memberikan ini” ucapnya canggung.
“Silahkan Gam, buka isinya” pinta Ayah Rafael.
“Kalian ini kenapa sih, yang dikasih surat, yang dikasih amplop” ucap Mommy Amira kesal.
“nanti akan tahu hasilnya “ ucap Bunda Rachel santai.
Disisi lain, hati Tya bergemuruh menahan rasa sakit dihatinya, apakah Tyo benar-benar menyukainya atau sebatas menjadikan ia sebagai pengganti kakak kembarnya yang telah tiada.
Hal itu membuat Tya tiba-tiba mendadak permisi untuk kebelakang sebentar.
“Dad, Tya ijin kebelakang sebentar ya.. kebelet pipis hihi” ucapnya dengan suara bergetar menahan tangis.
__ADS_1
“hai, ada apa sayang ?” tanya Daddy Gama yang saat ini tengah membaca isi surat tersebut dan seketika ia menoleh kearah sang putri ia merasa bahwa suara putrinya berbeda, ia melihat kearah Ayu meminta jawaban kepadanya namun, Ayu hanya mengendikkan bahunya pertanda ia tak tahu.
“Ya sudah, gih sana... nanti ngompol “. ledek sang Daddy.
“is Daddy, mah” rengek Tya dan beranjak dari kursinya.
Melihat kepergian Tya, Ayu menatap curiga kepada sang sahabatnya. Ada apa dan kenapa ? namun tanpa sengaja ia menoleh kearah Tyo yang diam saja melihat Tya keluar dari ruang utama.
“Whatsss... ini seriusan ?” pekik Mommy Amira.
“Ada apa mom ?” tanya Ayu dan Andro bersamaan.
Begitu juga dengan yang lainnya, mereka meminta penjelasan. Namun, ditengah- tengah kekagetan haqiqi mommy Amira. Tyo mendapat sebuah telepon dari seseorang dan meminta ijin untuk pergi kesuatu tempat yang tak ia katakan kepada orang-orang, melihat Tyo berjalan tergesa-gesa, membuat Mami Adinda bertanya.
“ada apa Tyo ?” tanya sang Mami.
“Iya bang, ada apa ?” tanya Nia dan Nio bersamaan.
“Tyo harus pergi.....”
Tibanya diluar, Tyo melihat bahwa Tya sedang duduk ditaman depan sembari mengobrol dengan tukang kebun dimansion itu. Tanpa menegur Tya, Tyo pergi begitu saja ke arah mobilnya dan menjalankan mobilnya keluar halaman mansion Daddy gama.
“Dia kenapa sih ?” tanya Tya dalam hati.
Hatinya kembali sesak mengingat pembicaraan Tyo didalam sana, tanpa ia sadari dirinya tengah diamati oleh seseorang dari kejauhan.
“Kasian sekali anda nona, hahaaha” ledeknya dari kejauhan.
Rekannya itu langsung memandang kearah yang ditunjuk temannya, senyum misterius tercetak jelas dibibir keduanya.
“Ayo pergi dari sini, nanti orang-orang mencurigai kita” ajaknya.
“Okey.”
Di Ruang Keluarga Utama.
“Ja.. jadi... Ayu anak kalian ?” tanya Mommy Amira syok. Begitu juga dengan Ayu tak kalah syok.
Ia tak menyangka bahwa, bunda Rachel dan Ayah Rafael adalah orang tua kandungnya. Apa doanya dikabulkan oleh sang pencipta ?
“Nabillah Rahayu Nindia Putri” panggil sang Ayah kepada anaknya.
Ayu tak bergeming, ia menatap semua orang yang ada disana. Pandangannya terhenti tepat kearah Dokter Afro, sesuatu menyakitkan menghantam keras ingatannya.
AKHHHHHHH SAKIT
Teriakan Ayu menggema diruangan itu, membuat semua menjadi panik terlebih bunda Rachel dan Ayah Rafael. Untung Daddy Gama duduk tak jauh dari Ayu jadi ia dengan cepat menopang bahu sang anak angkat. Sedangkan Papi Retno menelelpon dokter pribadinya untuk datang ke mansion Daddy Gama.
__ADS_1
“Sayang......” teriak Varell heboh melihat kekasihnya kesakitan sambil memegang kepalanya.
“A..ayuu..” teriak Mami Adinda dan Bunda Rachel.
“Bawa Ayu kekamarnya” pekik Mommy Amira.
Daddy Gama membopong Ayu, Varell, Papi Retno dan juga Ayah Rafael bergegas membantu Daddy Gama. Papi Retno menunggu dokter pribadinya.
Sedangkan yang tersisa diruangan itu walaupun penasaran tetapi mereka membujuk anak-anak yang menangis histeris. Nania yang membawa putri kembarnya diminta Mami Adinda untuk membawa mereka ke kamar tamu begitu juga Nia diminta Maminya untuk menemani Nania dikamar tamu, karena kehamilannya yang cukup besar karena mengandung bayi kembar supaya tak kelelahan dan berakibat fatal.
Disisi lain, Tya terkejut melihat dokter Sanciario mendatangi mansion daddy.
“Hallo nona Tya...” sapa Dokter Sanciario
“Hallo dok,” ucapnya gugup
“ Ada apa ya dok ?” tanya Tya bingung.
“Ini nona......
Belum selesai Ario mengatakan maksud kedatangannya ia sudah dipanggil oleh Mami Adinda. Ia pamit dan bergegas kearah Mami Adinda.
“Ario kamu sudah sampai, kenapa belum masuk ? sudah di tunggu nih” panggil Mami Adinda
“Baik, Mam...” jawab Ario sedikit berteriak.
Melihat kepergian Dokter Ario, Tya beranjak menyusul dokter tersebut, ia merasa penasaran siapa yang sakit ? namun yang terlintas adalah.......
“Astaga.... AYU” pekiknya.
Entah kenapa ia merasa Ayu tengah sakit, hal itu memicunya untuk menyusul dokter Ario.
Sementara disisi Tyo.
Mobil yang dikendarai Tyo telah sampai dilobby Apartemen mewah miliknya, ia bergegas melangkahkan kakinya yang jenjang kearah kamar khusus untuknya.
Setelah sampai di unitnya, Tyo langsung memasukkan pin dan terbukalah pintu tersebut. Hal yang mengejutkan oleh Tyo adalah pemandangan Kamarnya yang sangat berantakan. Ia mencari seseorang yang sudah seminggu ini menginap di apartemennya.
“Kamu sudah pulang ?”tanyanya tersenyum.
“Apa yang kamu lakukan ?” tanya Tyo.
“ Hm.... aku sedang memasak untukmu”. ucapnya tersenyum manis.
“Kenapa diluar sangat berantakan ?Apa yang kamu lakukan?” tanya Tyo lagi.
“Aku melihat tikus dan aku melempar semua barang-barang kearah tikus itu, tapi dia tidak kunjung pergi” ucapnya manja.
__ADS_1
“ ohh... baiklah” ucap Tyo seraya berlalu kekamarnya.
hayo, ada apa dengan Tyo ? siapa wanita yang ada di apartemennya ?? apakah Tyo selingkuh dibelakang Tya ????