
Semua Art menunduk takut, sedangkan salah seorang dari mereka hanya mengumpat kesal, ia sangat kesal melihat bayi-bayi itu.... apalagi mereka banyak memerintah seolah mereka ada tuan rumah disini, padahal hanya bertamu dan hal itu membuat ia sangat kesal.
“cuma segitu doang gara-gara anak kecil, kita di omelin habis-habisan” ucapnya dalam hati.
“Saya tidak mau ini sampai terjadi lagi”ucapnya tegas.
“Bi Sitih, Lia, Bi Arsih dan Yunur... tolong jangan sampai terulang kembali... atau kalian saya pecat secara serentak....” ucapnya lagi.
“Baik nyonya... tidak akan lagi” jawab Bi Arsih dan Bi Sitih serentak.
Sedangkan Lia dan Yunur hanya menggangguk kepalanya saja sebagai jawaban patuh.
************* Ayo gaesss Lanjut Baca hehhe..*************
Selepas kepergian Nyonya Amira, Bibi Arsih langsung mengintrogasi teman-temannya, karena ia tak ingin kejadian ini terulang lagi.
“Diantara kalian siapa yang disuruh nyonya untuk mengantar kue kepada anak-anak diruang bermain ?” tanyanya galak.
“Bibi nggak ya bi...”ucap Bibi Sitih.
“Saya juga” balas keduanya.
“terus siapa dong, masa piringnya terbang sendiri.” ucapnya kesal.
“Yamana tahu terbang benaran” jawab Yunur.
“bisa jadi” jawab Lia.
“Jika aku tahu, salah satu dari kalian berdua yang melakukan itu... siap-siap aku panggang jadi cobekan.” ancamnya.
Hal itu membuat Lia dan Yunur saling tatap lebih tepatnya mengejek wanita tua itu. Padahal dimansion ini banyak sekali ART tetapi mereka bergantian setiap harinya berada di rumah utama dan sisa berada di paviliun belakang.
Kembali ke ruang tamu.
“Bagaimana ?” tanya Daddy Gama.
“Tidak ada yang tahu siapa yang melakukannya”. ucap Mommy Amira kesal.
Ia baru saja datang, tapi sudah ditagih dengan pertanyaan segampang itu. Hal itu membuat Mami Adinda dan Papi Retno tersenyum geli melihat kelakuan kedua manusia itu.
“mbak..... kita sudah lama tidak bertemu Ciara dan Gia ya.... apa kabar mereka sekarang dikota K” ucap Mami Adinda tiba-tiba.
Mami Ciara adalah Maminya Clarissa yang sekarang berada di kota K sedangkan Mommy Gia ia juga sudah menikah dengan kakak tingkatnya, bernama Andika, mereka memiliki anak yang seumuran Sikembar Tyo,Nio, dan Nia yaitu Govanan. Sedangkan anak keduanya adalah Goziarandri. Anak ketiganya adalah sikembar Randifa dan Rayanna. Ciara dan Gia adalah sahabat Mommy Amira dan Mami Adinda yang mana Daddy Gama adalah cinta pertama Mami Ciara maminya Clarissa dan karena suatu hal yang membuat Ciara dan Gama harus putus karena perjodohan antar dua keluarga eh.... gitu.. dan disaat Gama patah hati ia malah curhat kepada Amira yang statusnya sahabat Ciara. Dari teman curhat menjadi sepasang kekasih dan akhirnya keluarlah Amora dan Agistya. Nah begitu.....
__ADS_1
Awalnya, Mommy Amira takut jika Ciara menuduhnya sahabat dalam selimut. Karena dianggap mengambil kesubuhan dalam kesiangan..... seperti itu perumpaan dari saya ala kebangongan yang gatau bener tapi yaudah dibenerin yah hehehehehehehehe.....
“Aduh Aku kangen sama mereka dind.” ucapnya sambil melirik kearah suaminya.
“Mom, kenapa lihat Daddy begitu ?”tanyanya aneh.
“Yah siapa tahu kamu merindukan mantanmu itu” ledek papi Retno.
Iya juga mentertawakan kebodohan sahabat TKnya itu.... bagaimana bisa berpacaran dengan teman yang bersahabatan akrab, namun hal itu tak membuat tali persahabatan mereka putus malah jadi eratkan gitu.
“tydackkkk !!!” ucapnya sedikit lekong. Hal itu membuat Papi Retno dan Mami Adinda tertawa terbahak-bahak.
HAHAHHAHAHAHAHAHAHH
Puas mengerjain Daddy Gama, akhirnya mereka berempat menuju kamar tamu, dimana semua anak-anak berada disana bersama Zici, namun baru saja bangun Zici berlari tergopoh-gopoh.
“Ada apa ci ?” tanya Mami Adinda kepada menantunya.
“Anu..... Anu.... Mam...”
“Anu apa Ci, ada apa ? anak-anak mana?”tanya Mommy Amira.
“ Aduh.... itu yang cowok tangannya luka tiba-tiba kejang-kejang dan badannya panas sekali.” ucap Zici cemas.
“APA ?!” teriak semua orang disana.
“Huft ini permulaan tuan dan nyonya hahaha”. ucapnya seraya berlalu ke belakang.
Sedangkan di kamar tamu, Kiano mengaduh sakit dan badannya kejang-kejang. Papi Retno menghubungi Dokter kepercayaannya untuk memeriksa cucu Gama. Sedangkan Gama, meminta Tyo dan Varell membawa Tya dan Ayu kemansion sekarang juga.
Tuuuuuuuuut....
“....................................”
“Hallooo......Tyo.. kamu dan Varelll tolong jemput Tya dan Ayu sekarang”
“......................................”
“Nanti aja Daddy jelasin, sekarang jemput mereka.”titahnya.
“......................................”
“Daddy tunggu.....”
__ADS_1
Tuuuuuuuuuuut.......................
Sementara itu, Mommy Amira, Zici, dan Mami Adinda menenangkan anak-anak yang ikut menangis lantaran saudara kembarnya kejang-kejang.
“Papi dokternya maaanaaaa”teriak Mami Adinda.
“Sebentarrrr.....”balasnya teriak.
Semua panik, Kiano kejang-kejang sedangkan dokter kepercayaan mereka tengah mengalami macetnya jalanan ibu kota. Berbeda dengan kedua pasangan kekasih, dimana Varell membopong tubuh Ayu dan Tya membawa beberapa pakaian dirinya, Ayu dan juga kembar 6 itu yang dibantu oleh Tyo kekasihnya.
Etsssss....... sejak kapan mereka jadian ??????????? ya sejak saat ituuu.... iya itu kapan.
“masih ada yang ingin dibawa ???” tanya Tyo.
“Sudah tidak ada lagi” jawabnya.
“Apa Ayu sudah dibawa Varell ?”tanyanya lagi.
“Sudah sayang......”jawab Tyo
Panggilan yang kesekian kalinya membuat Tya malu-malu meong... bagaimana bisa disituasi begini sempat-sempatnya mendengung.... apa tidak malu dengan usia tapi hal itu malah membuat Tya merona, meletup-letup kata si Ayumna...
“Ayo.....” ajak Tya ia tidak sanggup berdua-duan dengan Tyo yang raja gombal mematikan aliran listrikk..
“Ayo...” jawabnya sembari menggandeng tangan Tya, sementara tangan sebelahnya membawa tas berisi pakaian mereka delapan.
Mereka berdua keluar dari kamar Sikembar enam dan berjalan menuju mobil tak lupa Tya mengunci pintu lalu menyusul Tyo yang duluan pergi ke mobil.
“Sudah siap ?” tanya Tyo yang kali ini mengemudi karena Varell menjaga Ayu dibelakang, sementara Tya iya duduk disamping Tyo.
“Siap ?!” jawab Tya dan Varell bersamaan. Sedangkan Ayu ia masih tertidur.
Mobilpun bergerak menjauh dari perkarangan rumah Tya dan Ayu keluar dari area perumahan menuju jalan raya.
___Hallo gaes, aku up banyak malam ini... hehe semoga kalian suka selalu dengan ceritanya ya walaupun singkat-singkat ya gapapalah... atur-atur author aelaa...
seperti biasa jangan lupa like, comment dan ajak teman kalian mampirrrr.... banyak-banyak like, comenttlaaa... masa masih dikittt... uhhh kalian gimana...
sayaa maksa lohh hehehe... becanda bundaa...
intinya sering-sering mampirlah... doakan semoga rajinnnn aku update ceritanyaaa...
aku juga bingung mau ngapain biar pada rame ini novel hehehe...
__ADS_1
sabar-sabar... saya juga sabar ni... mau dahulukan yang mana... doakan doakan saja ya semoga persemoga dilancarkan...
AMINKAN YA BUNDA, AYAH🖤