
“Sayang bangun....”ucap Varell.
“Varell, tolong ambil minyak angin dulu” ucap Bunda Rachel.
“Baik, tante” ucap Varell.
Tak lama...
“Ini tant” ujarnya seraya memberikan minyak angin kepada Bunda Rachel.
“Bisa keluar sebentar, tante mau mengoles minyak ke badan Ayu.” ucap Bunda Rachel dengan kedok ingin memastikan saja.
“Tapi tante... Varell mau disini saja. Varell bakalan liat kebelakang kok” jawabnya sembari membelakangi Bunda Rachel dan Ayu.
“Huftt... anak ini” ucapnya jengkel.
Bunda Rachel pun segera mengoles minyak dibadan Ayu dan..
DEGH .... DEGH ..... DEGH ....
“iii..... iiiiniiii” ucapnya membeku.
******Mari baca lagi hehehe***************
“Minum lagi, nak” ucap Mommy Amira memberikan segelas air kepada Ayu.
Ya.. Ayu telah sadar setelah Bunda Rachel keluar beberapa menit lalu dengan segudang rasa penasaran dihati mereka masing-masing.
“Um.. makasih mom” balas Ayu tersenyum.
Mommy Amira membelai kepala Ayu dengan sayang, ia tersenyum sekarang ia memiliki dua putri, satu putri kandung dan satunya putri angkat. Mommy Amira dan Daddy Gama sepakat untuk mencari keberadaan orang tua Ayu yang sebenarnya, mereka juga ingin anak angkatnya bertemu dengan orang tua kandungnya entah bagaimana caranya mereka harus bisa menemukan kedua orang tua kandungnya dan tak lupa Papa Gadika yang membantu calon menantunya untuk menemukan kedua orang tua kandungnya.
Di sisi lain, terlihat Bunda Rachel termenung dipinggir kolam dimansion Daddy Gama. Ia menumpahkan rasa sedihnya disana dan juga rasa bahagianya karena ia mendapatkan petunjuk apakah Ayu benar putrinya yang menghilang atau bukan. Tampak Ayah Rafael berada tepat dibelakang Bunda Rachel, Ia ingin memberi waktu istrinya untuk menenangkan diri padahal jiwanya sudah sangat penasaran dengan apa yang membuat istrinya kembali bersedih setelah sekian lamanya. Tak ingin berlama-lama, akhirnya Ayah Rafael menghampiri istrinya dan menanyakan ada apa.
Sedangkan di posisi Tya dan Tyo,...
“Huft, syukurlah Ayu sudah sadar..” ucapnya melihat sang mommy yang menyuapi Ayu dengan penuh kasih sayang.
“Iya, apa Ayu sampai seperti ini jika sedang sakit, sayang ?” tanya Tyo
“Tidak, baru kali ini” jawab Tya
“Apa tidak pernah sama sekali ?” tanya Ozi kepo
“Tidak kak, sama sekali tidak” jawab Tya
“Apa Ayu punya penyakit langka ?” tanya Ozi lagi
PUK... PUK....
“Aduh.....” pekik Ozi karena kepalanya mendapat tabokan dari Tyo dan Varell
__ADS_1
“Kalau ngomong yang fakta dikit kek apa” ucap Varell kesal
“Heii, sesuai fakta” ketus Tyo.
“Emakkkk Ozi yang cantik di hakimi masallleee” teriak Ozi sambil berlari menjauh karena ia tahu Varell akan memukulnya lagi.
“Astaga, mamud satu itu” keluh Gova
Grezz hanya tersenyum dan mengusap pelan tangan Gova, ia sangat lucu dengan tingkah Ozi yang tak pernah ada dewasa-dewasanya.
“Ayo kita nikah saja..” ajak Gova kepada Grezz
“Haa......” pelongo Grezz mendengar ucapan calon suaminya.
“Heiii, kalau mau nikah ada persiapannya” pekik Tyo dan Varell bersamaan.
Tya dan Anzii tertawa ngakak, sungguh keluarga ini banyak candanya daripada serius, namun ada kala mereka akan benar-benar serius.
“bagaimana keadaan Kak Ayu?” tanya Nania cemas.
Entah kenapa ia juga mencemaskan keadaan Ayu.
“Dia baik-baik saja, nan” jawab Tya.
“Perutmu sangat besar, apa mereka kembar ?” tanya Tya penasaran sekaligus antusias.
“Hmmmmmmmmmmm, RAHASIA” bisik Nania tersenyum.
“Huwaaaaaa benar kah” ucap Tya yang tahu bahwa itu benar.
Entah kenapa Nania sangat manja kepada Tya dan Ayu padahal mereka baru saja bertemu dan juga Nania sangat tidak ingin jauh dari Ayu yang mana, setiap ada Ayu ia akan menempel, namun tiba-tiba......
“Auhhhhh... shhhh sakittttt” pekik Nania
Tya yang sangat dekat dengan Nania pun ikut berteriak heboh,
“Naniaaaa ada apa...?” ucapnya panik
“Kak...perut Nania sa..sakiitt Akhhh”ringisnya sembari memegang perutnya.
“Nania mau melahirkan...” teriak Mami Adinda yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi dikamar Ayu.
Mendengar istrinya akan melahirkan Brastra atau Roy yang mana enaklah segera menghampiri istrinya dan meminta tolong kepada siapapun untuk membantunya membawa istrinya ke rumah sakit. Namun....
“Air ketubannya sudah pecah...” teriak Mami Adinda lagi.
“Astaga...” teriak Bunda Rachel cemas.
Malam itu kegaduhan terjadi di mansion Daddy Gama, namun sebelum itu Nania memanggil Ayu dengan tangisan dan kesakitan yang bercampur aduk.
“Kakak... Kak Ayu tolong Nania hiks..hikss”
__ADS_1
Entah apa yang merasuki tubuh Ayu, ia beranjak dan berlari menghampiri Nania yang sudah lemas dan ia lupa bahwa dirinya masih dalam keadaan lemas, hal itu membuat semua orang disana heboh melihatnya.
Mami Ciara dan Mommy Gia bergegas menolong Nania dan juga menghubungi Suster Farah istrinya Dokter Farhan. Sembari menunggu Suster Farah, mereka memberikan pertolongan pertama kepada Nania, sedangkan Roy ia memilih menenangkan istrinya sedangkan Mommy Amira ia mencari pakaian bayi milik Yaya dan Rara yang masih bisa digunakan. Tak lama kemudian datang Suster farah bersama Fheno dan Fhano beserta babysister mereka.
“Aduh, suster lama sekali...” keluh Mami Adinda
“maaf nyonya, jalanan macet” ucapnya takut
“Yaudah sus, langsung saja” ajak Mami Ciara menengahi sedangkan Mommy Gia meminta Mami Adinda tenang.
“Semuanya sudah disiapkan ?”tanya suster Farah
“Sudah sus” jawab Roy.
“Yang lain boleh keluar selain, Suaminya” ucap Suster farah tegas. Tak lupa ia meminta babysister anaknya untukmengajak sikembar bermain dengan Tiara anak Mami Zici. Ia tak tahu bahwa ada sikembar enam dimansion itu karena ia datang tergesa-gesa.
“Baiklah kita mulai....”ucap Suster Farah fokus..
“Namanya siapa ?” tanyanya lagi
“Nania dok” jawab Roy cemas.
“baiklah dengarkan aba-aba saya ya” ucap Farah memulainya.
“Tarik nafassss...... hembuskan pelan “peraganya dan diikuti Nania.
“ugh huhu... Nia mau Kak Ayu...... ikut Nania di sini” ucapnya dengan nafas tersenggal.
“cepat panggilkan” perintah Suster Farah kepada suami Nania.
“Baiklah” ucapnya cepat dan pergi keluar dan tak lama datanglah ia bersama Ayu.
“Ayo dek, kamu harus bisa..” ucap Ayu
“Baik kak” jawab Nania tersenyum
“Kita mulai lagi ya... atur nafass, ,.... tarikkk.... dan dorongggg” perintah Suster Farah begitu seterusnya hingga Nania melahirkan bayi kembar dengan selamat.
Oek... oek... oek...
“Puji Tuhan....” ucap mereka semua.
“Adik ai lahillll hihi” ucap Ayumna girang entah adik siapa pikirnya tak penting yang penting bayi.
“eh, tapi suaranya kok seperti double?” tanya Mami Adinda bingung
“Iya ya, apa jangan-jangan cucuku kembar ?”tanya Bunda Rachel
“Aaapa iya kembar ?” tanya Mommy Roses.
“Besannn... sepertinya kembar” pekik Bunda Rachel kepada Mommy Roses yang baru beberapa menit sampai ke mansion Daddy Gama bersama anak dan putri bungsunya.
__ADS_1
Halloo bunda-bunda, jangan lupa like, comment dan ajak teman² bunda untuk mampir ya di novellku ini.
dukung terus novellku ya