
Hallo gaes ceritanya masih berlanjut ya.. heheeh... bukan TAMAT.
Satu tahun kemudian, di sebuah mansion keluarga Daddy Gama tengah merayakan ulang tahun sikembar yang ke empat tahun. Makin bertambah usia mereka makin namplah sifat asli setiap anak. Dikia diusianya yang ke empat tahun bersifat cuek pada orang lain kecuali keluarganya, Ayundha menjadi sosok gadis kecil yang cerewet seperti ibunya, Riano si tukang narsis seperti daddynya waktu kecil, Riano si pemarah, kiano pria kecil yang bersifat cuek dan dingin kepada orang lain tapi tidak dengan mommynya, yang terakhir Ayumna si gadis kecil yang sangat centil.
Semenjak satu tahun ini membawa perubahan besar dalam kehidupan Tya dan Tyo. Yups Tya yang diusianya 27 tahun masih betah sendiri sedangkan Tyo diusianya yang sudah matang tetap saja menduda, semenjak ia gagal bertunangan dengan Racheillie dan juga ia mendapatkan kenyataan bahwa ia hanya dijadikanjalan menuju kesuksesan oleh kedua orang tua Rachiellie. Hal itu membuat Tyo tak habis pikir dan menjadikannya pria gila kerja serta mendapat julukkan si duda darting.
Untuk Varell ia memilih mengundurkan diri dari perusahaan Tyo dan berfokus dengan usaha yang ia rintis bersama Ayu. Kini Varell dan Ayu sudah memiliki putri yang bernama Gracia Amdani Putri ( 10 bulan ). varell dan Ayu memilih untuk tinggal dikediaman yang telah dibeli oleh Varell untuk keluarga kecilnya. Tetapi, Varell dan Ayu serta istrinya terkadang menginap di mansion Ayah Rafael dan Bunda Rachel.
Jika ditanyakan, apakah mereka sering berkunjung ke mansion Daddy Gama jawabnya iya setiap hari kamis, sedangkan kemansion Ayah Rafael setiap Weekend dan kemansion Uyut Amdani setiap hari minggu dan itu wajib. Semua anak dan menantu keturunan Uyut Amdani wajib kumpul dihari minggu untuk mendoakan mendiang Uyut Amdani, Uyut Gibran, Uyut Anjas dan lainnya.
“mommy, where are you ?” tanya seorang anak laki-laki mencari keberadaan mommynya.
“Bibi, dimana mommy ?” tanyanya kepada Bi Enda.
“Mommy tuan ada di taman belakang” jawab Bi Enda.
“telima tasih bi” ucapnya.
Segera ia bergegas ketaman belakang untuk menemui mommy tersayangnya.
“Mommy....” teriaknya memanggil sang mommy.
Wanita yang dipanggil mommy tersenyum dan merentangkan tangannya.
“Anak mommy sudah pulang sekolah, saudaramu yang lain mana sayang ?” tanyanya kepada sang anak.
“meleka didepan mommy” jawabnya dan mendudukan diri disamping sang mommy.
“Mommy !!!!” teriak anak-anak yang lain.
Ya mereka adalah sikembar kurcaci, yang mana sudah dua hari ini mereka masuk di sekolah taman kanak-kanak. Diusia mereka yang sudah empat tahun Tya membawa mereka untuk mendaftar sekolah dan untungnya sikembar mau dan mereka sangat senang karena memiliki teman-teman selain di mansion.
“Ayo kalian semua ganti pakaian terlebih dahulu, setelah itu makan siang” titah Mommy Tya.
“Siap Mommy” ucap keenam anak kembar itu.
Setelah kepergian sikembar, Bi Sitih datang menghampiri Tya.
“Maaf non.... didepan ada tuan Tyo, ia ingin bertemu nona Tya.” ucap Bi Sitih.
“buat apa menemuiku, kalau mau bertemu si kembar silahkan saja. Jangan ingin bertemu denganku.” ucapnya dingin.
“tapi non, tuan Tyo ingin bertemu nona bukan sikembar.” ucap Bi Sitih tak enak.
“Biarkan saja bi, aku tak peduli”. jawabnya singkat.
__ADS_1
“kalau begitu bibi permisi non” pamit Bi Sitih.
Sepeninggalannya Bi Sitih, Tya menghela nafas panjang. Bukan sekali dua kali, setiap hari semenjak kejadian itu Tyo selalu datang untuk menemuinya Tya sangat risih dibuat Tyo.
“Maunya apa sih....” ucapnya kesal dan ia beranjak masuk kemansion sekedar untuk melihat putra-putri kembarnya sudah siap makan apa belum.
Namun, belum juga ia masuk seseorang memanggilnya didepan pintu masuk.
“Tya...... “ panggilnya.
Sejujurnya ia sangat rindu dengan wanita yang ada dihadapannya ini, namun ia urungkan karena emang ia yang salah dari awal, tapi ia ingin berbicara baik-baik dengan wanita yang ada dihadapannya ini.
Tetapi Tya, melewatinya begitu saja walaupun Tyo mencekal tangan Tya tetap saya tidak tak ingin disentuh.
“jangan sentuh aku...!!” teriaknya
“pergi dari sini...” ucapnya lagi.
“Aku tak mau Tya...” ucapnya lirih.
“Aku bilang jangan sentuh aku” ucap Tya berusaha melepaskan cekalan itu dan Tyo semakin mengeratkan cekalan itu sehingga membuat Tya kesakitan.
“shhhhh sakit lepaskan” teriak Tya kesakitan.
“Tapi aku perlu kita bicara” bentak Tyo.
“APA YANG KAMU LAKUKAN PADA PUTRIKU !!!” suara bariton itu membuat Tya dan Tyo kaget terlebih Tya yang menahan kesakitan.
“Daddy... hiks.. hiks sa..sakit” adunya.
“Lepasin tangan anakku” bentaknya kepada Tyo.
“PENGAWALLLLL...!”
“baiklah... kita omong baik-baik” ucapnya sambil melepaskan cekalanya.
Setelah cekalan itu terlepas Tya berlari memeluk Daddynya dan menangis dipelukkan sang daddy. Sedangkan Tyo ia merasa bersalah telah menyakiti Tya dan bersikap kasar kepadanya. Entah kenapa ia tak bisa mengendalikan diri untuk tidak emosian. Tapi rasa bersalahnya lebih dominan dengan akal sehatnya.
“Tya, ayo kita ngobrol” ucapnya pelan.
“Aku tidak mau...” pekiknya.
“Kamu masuk dulu sayang, biar daddy yang urus..” namun ternyata Tya sudah tak sadarkan diri setelah iya berteriak kepada Tyo.
Menyadari hal itu, Daddy Gama membopong putrinya.
__ADS_1
“dad, Tya kenapa ?” tanya Andro yang baru pulang kuliah
“Pingsan” jawab Daddy Gama santai.
“LAh, yang bilang tidur siapa ?” ucapnya bengong.
Namun, ketika ia melihat Tyo yang masuk kedalam mansion membuat Andro menahan kesal. Untuk apa datang kemari, setelah menyakiti hati kakaknya. Tyo yang melihat Andro segera menyapanya.
“Baru pulang, Ro ?” tanya Tyo.
Andro tak menjawab, ia berlalu meninggalkan Tyo yang menghela nafas kecewa. Tyo kemudian menghampiri anak-anaknya yang sedang makan.
“Kalian makan apa sayang ?” tanya Tyo lembut.
“Sayul” ucap Ayumna.
“Wah, kamu sudah mau makan sayur sayang ?” tanya Tyo.
“Iya” jawabnya singkat.
Setelah itu, Tyo pamit untuk pulang dengan rasa kecewa karena tak sempat berbicara kepada Tya. Ia sangat-sangat merasa bersalah.. ia bermaksud untuk meminta maaf dan berusaha memperbaiki diri. Kini hanya penyesalan yang ia dapatkan dari orang-orang terdekat.
“Apa yang ia lakukan disini ?” tanya Mommy Amira.
“Aku pun tidak tahu...”jawab Daddy Gama.
“Anak itu sekarang jadi gila kerja dan dingin terhadap semua orang, tetapi dengan kita dia melunak” ucap Mommy Amira aneh.
“Namanya juga penyesalan” ucap Daddy Gama.
Disisi lain keluarga kecil Bunda Ayu dan Ayah Varel.
“Utuh... utuh.. anak Ayah Palell, tantik tali” ucap Tiara yang sekarang tengah bersama Bunda Ayu dan Gracia.
“tatak Tiala duga tantik tok” balas Bunda Ayu menirukan suara cadel khas bayi.
“ Hihi hi matasih.. matasih...” jawabnya malu-malu.
“Tiara kesini tadi dianterin siapa ?” tanya Bunda Ayu yang sama sekali tidak melihat Mami dan Papi Tiara.
“Tama Ayah Palell” jawabnya
“Lalu Ayah Varell dimana ?” tanya Bunda Ayu.
“Udah Balik Tantol ladi, und”jawabnya kesal.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...