DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?

DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?
BAB 36 - Salah Paham


__ADS_3

Seminggu kemudian, tepat hari ini adalah pemberkatan pernikahan Tyo dan Tya. Kedua pihak keluarga menyambut antusias dengan acara pernikahan anak-anaknya begitu juga dengan sanak saudara lainnya.


Acara pemberkatan berlangsung dengan sangat lancar, para tamu undangan memenuhi area gereja dimana tempat pengantin melangsungkan pemberkatan. Tak lupa dengan keluarga Papi Raffa beserta anak istrinya ikutserta merayakan pernikahan kedua pihak keluarga itu.


“Lamai-lamai” pekik Ayumna.


“Telu tekali kan atak?” ucap Tiara.


“Iya lamai....” ucap Ayundha.


Beberapa jam kemudiah, tak terasa acara pemberkatan Tya dan Tyo sudah selesai. Seluruh keluarga besar berbesanan memilih untuk menginap di vila milik Daddy Gama yang mana memiliki puluhan pintu kamar yang tersedia. Dulunya tempat ini adalah milik kakeknya daddy Gama. Tetapi karena perebutan harta dari saudara angkat kakek Daddy Gama maka vila ini disengaja dijual oleh sang kakek untuk menutupi perselisihan itu. Namun, bukannya menutup malah membuat perselisihan itu menyebar luas, membuat mereka kehilangan TYa.


Disisi lain terlihat Ayana sedang melamun, ia memikirkan bagaimana nasibnya kedepan dan bagaimana wajah kedua orang tua kandungnya. Ia sangat ingin bertemu dengan keluarga kandungnya tapi sampai saat ini ia belum bertemu.


Tanpa ia sadari ada seorang wanita paru baya menatap kearahnya, wanita itu merasa bahwa Ayana tak asing baginya, ia meminta sang suami untuk mencari tahu tentang gadis itu. Namun, hasilnya belum ada perkembangan. Disaat Ayana mengeluarkan sebuah gelang unik yang dibuat khusus untuk dirinya yang sudah diberi nama Ayana Raffariano. Hanya itu petunjuk satu-satunya yang ia punya.


“Gelang itu........” ucap wanita itu ketika melihat gelang yang dipegang oleh Ayana.


“Gelang apa mam ?” tanya Alana mengejutkan Mami Rara.


Ya dia adalah mami Rara yang selalu memperhatikan Ayana sedari awal mereka bertemu. Alana yang melihat maminya terkejut pun langsung meminta maaf, namun maminya tak menanggapi ucapan Alana yang mana membuat Alana memperhatikan apa yang tengah maminya lihat.


“Itukan kak Ayana... mami kenapa liat Kak Ayana seperti itu ?” tanyanya sambil menggendong Baby Alva.


Namun, mami rara tak menggubris pertanyaannya. Melihat Maminya berjalan mendekati Ayana yang tengah memperhatikan gelang yang dipakai membuat Alana memanggil suami dan Papinya.


“Papi... Abang.. coba kesini “ panggilnya


Papi Raffa dan Alvaro segera mendekat kearah wanita itu. Alana mengangkat dagunya kearah dimana sang mami berjalan menghampiri Ayana.


“Ada apa dengan mami ?” tanya Papi Raffa.


“Alana nggak tahu pi, Alana tadi panggil mami tapi mami mengeluarkan ekspresi terkejut dan berjalan menghampiri Kak Ayana” jelasnya.


“Sebaiknya kita lihat dari sini saja” ucap Alvaro


Ia juga penasaran apa yang tengah dilakukan mertuaya. Mereka berempat pun melihat apa yang dilakukan oleh Mami Rara.


Sedangkan Ayana ia belum menyadari Mami Rara ada dibelakangnya, Ayana masih asik mengumam perihal gelang yang ada namanya itu nama yang sama dengan nama Papi Raffa.

__ADS_1


“ini gelang namanya sama dengan nama Om Raffa” ucapnya.


“Boleh tante lihat gelangmu” ucap Mami Rara to the point sembari menepuk pundak Ayana.


Yang mana hal itu membuat Ayana terlonjak kaget, bagaimana tidak kaget dia yang sedang asik menggumam dikejutkan oleh tepukan dan ucapan Mami Rara.


“AKHHHH.....” pekik Ayana


“Ma..Maaaf tante mengagetkanmu” ucap Mami Rara merasa bersalah.


“Ta..tante.. huft.. Maaf Ayana kaget” ucapnya.


“tak apa, boleh tante melihat gelangmu itu nak ?” ucapnya memelas.


Ayana yang merasa tak enakpun segera memberikan gelang itu kepada Mami Rara. Walau ia bingung kenapa Mami Rara tiba-tiba ada disini. Tapi ia tak masalah, malah ia merasa nyaman berada didekat Mami Rara. Aneh tapi nyata.


“Darimana kamu mendapatkan gelang ini, nak ?” tanya Mami Rara dengan suara yang sudah bergetar.


Ayana yang mendengar suara Mami Rara langsung menoleh. Ia dapat melihat jika Mami Rara sudah menahan tangisnya.


“Tante.. tante ada apa ? tante kenapa menangis ?” tanya Ayana.


“Kata ibu panti, gelang ini sudah ada saat aku bayi dan gelang ini adalah satu-satunya petunjuk untuk Aya bisa bertemu dengan keluarga kandung Aya, tant. Tapi Ayana sampai sekarang belum bertemu mereka. Ayana selalu bawa gelang ini berharap ada yang mengenal gelang ini dan Ayana bisa bertanya kepada orang itu.” ucapnya sedih.


Mami rara yang mendengar itu sontak memeluk erat Ayana dan menangis sangat keras. Ayana kaget sekaligus panik melihat ekspresi yang ditunjukan oleh Mami Rara kepadanya. Yang mana Mami Rara berulang kali meminta maaf kepadanya.


“Mami kenapa menangis ?” ucapnya bingung.


Namun, bukannya dijawab ia malah ditinggal oleh Papinya yang berlari kearah Mami Rara dan juga Ayana.


“Ayo susul papi, yang “ ucap Alvaro dan mengambil alih Alva kegendongannya. Ia lupa bila istrinya tengah hamil 2 bulan.


“Haaa... a”


“Ayo” ajak Alvaro karena istrinya masih sempat bengong.


“Pelan-pelan bang” ucap Alana.


Sedangkan Mami Rara tetap menangis dipelukan Ayana membuat Ayana bingung, karena setiap ditanya Mami rara hanya mengatakan maaf dan maaf.

__ADS_1


“Mami Ada apa ?” tanya Papi Raffa yang khawatir melihat istrinya menangis.


“Maaf om, Ayana nggak tahu.. tante tiba-tiba menangis setelah melihat gelang ini.” ucap Ayana sembari menunjukkan gelangnya kepada Papi Raffa.


“Ini.. ini kan gelangnya Alana “ ucap Papi Raffa yang belum ngeh.


“maaf om, tapi ini gelang Ayana bukan gelang Alana anak om..” jawab Ayana kesal.


Mami Rara yang mendengar itupun, mendorong sedikit tubuhnya dan beralih menatap tajam suaminya. Ia sangat kesal, apakah suaminya ini pikun atau otaknya belom dikasi asupan begizi beronde-rondeh, hmmm.


Melihat istrinya menatap tajam kearahnya, membuat ia bergedik bahu, istrinya sangatlah menakutkan ketika sedang menangis dan marah.


“Mami.. mami kenapa menangis ?” tanya Alana


Membuat tatapan tajam itu beralih kearah sang anak. ALana yang melihat tatapan kerinduan itu merasakan apa yang tengah Maminya rasakan. Ia pun menatap kearah Alana yang bermuka kesal.


“Kak Ayana kenapa ? dan...... TUNGGU ?!” pekiknya.


Membuat semua orang terkaget mendengar pekikan itu.


“Aduh yang, kasian anak kita kaget” tegur Alvaro kepada sang istri.


Alva tengah tertidur sedangkan istrinya berteriak seperti itu, bagaimana tak menangis anaknya mana juga dia sedang hamil. Alana..Alana..


“Gelang itu mirip punyaku kak, apa itu gelangku ?” tanya Alana memastikan.


“Ini gelangku, sudah ada nama Ayana Raffariano” ucap Ayana kesal.


Seolah ia sedang dituduh mencuri.


"coba aku liat" ucap Alana tak percaya.


Ayana pun memberikan gelang itu, untuk diperlihatkan kepada Alana. setelah gelang itu dipegang oleh Alana. Alvaro juga ikut penasaran.


"Papiiiiiiiii ... i.. ini gelang sama punya Alana. tetapi kenapa wajah kita tidak sama ?" tanya Alana bingung.


Setahunya kalau kembar kan pasti mirip banget gitukan, lah ini beda.


HAYO ADA YANG TAHU KENAPA BISA TERJADI ?

__ADS_1


KOMEN DIBAWAH YA GES YA.


__ADS_2