DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?

DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?
BAB 32 - Ada dalang dibalik kecelakaan ???


__ADS_3

“Ambil darah saya dok...” jawabnya kepada sang dokter.


“Darah saya juga bisa dok, darah kami sama...” jawab lelaki yang satunya.


“to..tolong selamatkan nyawa anakku” ucap wanita paruh baya itu.


Ia menangis, melihat salah satu putranya terbaring tak berdaya diatas brangkar dengan keadaan yang dimana ia membutuhkan transfusi darah.


“Mami tenanglah, semuanya akan baik-baik saja. Doakan semoga abang melewati masa kritisnya.” ucap sang anak bungsunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Bagaimana mami bisa tenang, didalam dia sedang berjuang melawan maut.” ucapnya sendu.


“mami pulang ya..biar kakak ipar yang anterin mami” Bujuk anak bungsunya.


“ia mami, biar kakak anterin mami pulang... nanti abang ditungguin sama adek saja dulu, sebelum papi datang”. bujuk menantunya.


“mami mau disini, mami mau nemanin anak mami hiks.. hiks..” tangisnya


“Mami, mami dengarin aku... mami pulang istirahat besok kesini lagi okey mi” bujuknya lagi tapi pada dasarnya mami mertuanya keras kepala.


Namun, tak berapa lama datanglah dua wanita dewasa dengan bayi didalam gendongan sang ibu berjalan cepat kearah keluarga inti. Wanita itu tak dapat menahan tangisannya, ia bergegas memeluk wanita paruh baya itu dan meminta maaf.


“Mami.... hiks... hikss maaf... maaf “ ucapnya sesegukkan.


“Bagaimana keadaannya kak ?” tanya ibu satu anak itu.


“keadaannya kritis dan mereka tengah melakukan transfusi darah”. jawab anak bungsu itu.


“Apa sudah dapat darahnya ?” tanya wanita itu.


“emmm... suamimu dan kakakku yang transfusi darah” jawabnya lagi.


“Apa belum selesai ?” tanyanya.


“belum..” sembari menggelengkan kepalanya.


“Sayang.........” panggilnya kepada sang istri yang tengah berbicara kepada ibu satu anak itu.


“mass...” jawabnya dan segera menyalami sang suami.


“Zayanzia mana sayang ?” tanyanya karena tak melihat sosok gadis mungil.


“ ada diruang pribadi kita, aku titipin sama bibi”. jawabnya pelan.


“Haduhhh....... kamu ini” ucapnya gemeshhh.


“Heheheeh...”.

__ADS_1


Melihat istrinya dipeluk oleh wanita yang menolak keberadaan anak sulungnya kini tengah menangis seraya mengatakan maaf berkali-kali namun, istrinya hanya membalas pelukan tanpa menjawab permohonan maaf itu.


“Mami......... “ panggilnya pelan.


Sang istri menoleh kearah panggilan itu dan ia menangis histeris dipelukan sang wanita yang tengah memeluknya hingga kesadarannya perlahan hilang.


“MAMIIIIIII...” pekik mereka semua.


Mereka yang laki-laki segera menggotong tubuh wanita paru baya itu dan membawanya keruang pribadi dan meminta salah satu dari mereka memanggil dokter pribadi segera menghampiri diruangan pribadi mereka.


Disisi lain......


“Yulhuuuuu... baspadaaaaa.. kurcaci cantik jelita tidak pendek pulang sekolaaaaahahahahaha...” pekik kedua kurcaci cantik bersamaan.


“Hei, dirumah tidak ada orang” tegur Mommy Amira.


“Mommy Tya belum pulang dali kek stop oma ?” tanya Ayumna.


“Cake shop, Ayumna” ucapnya gemas.


Mommy Amira tidak tahu bahwa, anaknya sudah pulang dari tempat yang ia rintis.


“Kak, Tya belum pulang mom ?” tanya Andro.


“Belum tuan” jawab Lia.


“oh, baiklah “ ucapnya lalu bergegas ke kamar untuk membersihkan diri.


“Siap Om” ucap keenamnya dan bergegas pergi kekamar mereka.


Sedangkan Mommy Amira, menghubungi suaminya dan bertanya dimana keberadaannya. Karena Mommy Amira tahu bahwa anak dari sahabatnya mengalami kecelakaan dan ia harus menjemput anak-anak terlebih dahulu.


Note :


Kalo yang nanya bukannya Mommy Amira dan Mami Adinda pergi kesekolah mengantar keenam anak kembar ya ? kok bisa Mami Adinda ada di rumah sakit ? sejak kapan ?


Jawabannya itu, bahwa ketika mereka sedang menunggu keenam kurcaci belajar, tiba-tiba Mami Adinda mendapatkan sebuah panggilan dari anaknya namun, bukan anaknya yang berbicara tetapi pihak kepolisian yang kebetulan bertugas razia dijalanan dan kejadiaaannnya saya skip sajaa.....


Intinya mendengar hal itu, Mami Adinda menangis dan membuat Mommy Amira terkejut serta Tiara yang terlelap akibat mengantuk pun ikut menangis karena terkejut. Untuk itu, Mommy Amira meminta Mami Dinda untuk segera menelpon anak dan menantunya serta ia diminta untuk datang saja ke rumah sakit . begitu jelaskannya ya.


..............................


Dirumah sakit.


“mami, pulang ya bersama Nia dan Zici kasihan mereka bawa cucu-cucu kita.” titahnya


Ya, mami Adinda sudah sadar dari pingsannya dan kini tengah bersandar dengan Tya yang tak mau lepas dari Mami Adinda sambil meminta maaf. Padahal sudah dimaafkan.


“Kamu juga Tya pulanglah, nanti papi kabari jika Tyo sudah siuman” ucapnya kepada mantan calon istri anaknya.

__ADS_1


“Tapi Tya mau nunggu Tyo pi” ucapnya memelas.


“Tidak... besok saja kamu kembali kesini.” ucapnya tegas.


“tapi.......”


“tidak ada tapi-tapi Tya, Papi harap pulanglah. Lihat Daddymu tertidur disofa saking lelahnya, lihatlah Gracia yang tidur dipangkuan Bundanya dan kamu masih enggan pulang ?” tanya Papi Retno kesal


“Varell bangunkan Daddy Gama dan ajak mereka semua pulang, begitu juga mami dan kalian. Biar papi dan Amnio yang jaga Tyo disini” ucapnya tegas tak terbantahkan.


Mereka semuapun menurut, Varell segera membangunkan Daddy Gama sambil menggendong Cia sedangkan Ayu merangkul Tya yang masih murung.


Begitu juga dengan Araka,Mami Adinda, Zici, Amnia dan Tiara serta Zayanzia yang tengah terlelap tidur siang. Kini ruangan itu kosong, tinggal Papi Retno dan Amnio.


“Kamu sudah tahu siapa yang mencelakakan Tyo ?” tanya Papi Retno kepada putra keduanya.


“Nio, masih mencari dalangnya dan menanyakan kejadian itu kepada polisi yang bertugas.” ucapnya lemas.


“Kamu mau papi beliin susu ?” tanya Papi Retno.


“Buat apa pi ?” tanya Amnio.


“Buat disalai..” jawabnya kesal.


“Hehhe.. Nio nggak suka susu papi, Nio itu sukanya kopi pahit ala Zici” ucapnya kesal.


“Hahahahahah........” tawa Papi Retno mengingat Zici yang mengerjai Amnio dengan kopi yang terlalu pahit.


“Jangan tertawa pi” ucap Amnio malu.


Papi Retno sudah tidak dapat menawan tawanya, ia tertawa hingga membuat amnio kesall.


Disisi lain....


"Anak lelaki itu masih kritis tuan, mungkin sebentar lagi akan mati akibat kekurangan darah". ucap assistennya.


"HAHAHAHAHAHA.... bagus aku puas". ucapnya.


"tidak ada yang menyaingi diriku lagi dalam hal bisnis ini, aku akan menjadi yang terkaya didunia ini" ucapnya lagi.


" kita lihat saja apakah ia akan bertahan atau tidak " ucap sang pria tua


usianya sudah tak lagi muda tetapi karena harta dan kekuasaan ia menjadikan dirinya sebagai prioritas. iya juga tak ingin menjadi yang terbawah dari semua orang.


istrinya telah lama meninggal dunia akibat penyakit yang tak kunjung disembuhkan karena terbatas biaya, ia menyalahkan para orang terkaya yang dengan tega membunuh istrinya... padahal itu semua tidaklah benar, istrinya meninggal karena memang sudah faktor usia yang sudah memakan usianya.


tetapi hati dan matanya seolah tertutup karena harta dan kekuasaan.


maka dari itu ia mengincar salah satu anak pengusaha hebat sejagat raya untuk menyingkir ia dari saingannya.

__ADS_1


walaupun begitu dia juga manusia bukan ???


__ADS_2