
Setelah pasangan suami istri itu keluar dari ruangannya Quonzo Afrollo yang biasa dipanggil Dokter Afro menghela nafas panjang jika menyangkut sang anak, apalagi diumur Queenlla yang sudah menginjak 10 bulan ia belum bisa berdekatan perempuan lain selain sepupunya Nania dan kakak perempuannya yang hilang serta ibunda Rachel.
Yupss... yang mendatangi ia barusan adalah paman dan bibinya, maminya Maharani adalah adik kandung Ayah Rafael sedangkan papinya adalah sahabat Ayah Rafael, kini kedua orang tuanya sudah tenang disisi yang kuasa akibat kecelakaan maut pasca 2 minggunya ia bercerai dengan mantan istrinya.
Disisi lain.......
“Mum, canya na Dikia molot telus nih “ ucapnya sambil memegang celananya yang terus-terusan melorot.
“Hahahha... ini celana siapa sayang ?” tanya Tya terkekeh begitu juga dengan Mommy Amira.
“Sayang... ini bukannya celana Riano ?” tanya Mommy Amira kepada cucunya.
“nih canya na iki, “ pekiknya.
Ia sangat marah ditertawakan oma dan mommy nya, yang sebenarnya itu adalah celana Riano yang dipaksanya untuk dipakai. Hingga Dikia yang dikenal pendiam, jutek dan dingin menjadi Dikia yang gampang menangis akhir-akhir ini.
HUAAAAAAA....
Kan dah dibilang, pecah juga tangisnya.
“Aduh, aduh.... cucu opa kenapa nangis nih” ucap Daddy Gama sembari menggendong Ayumna yang baru bangun tidur.
“Uphaaa, mum ama uma tedekin Iki hiks.. hiks..” tangisnya pilu seolah ia korban bully mommy dan omanya.
“Wahhhh... Oma sama Mommy sini biar Opa pukul mereka” ucapnya bohong agar Dikia tak berdrama lagi.
(Skiplah yang disini).
Ditempat Tyo berada......
“Ini apa ?” tanyanya dalam hati.
Amplop yang berlogo rumah sakit ia temukan terselip dengan kertas-kertas kerjaannya. Ia penasaran dengan isi amplop tersebut dan akhirnya ia membuka isi amplop tersebut dan....
Jreng...jreng.......
1.......2.......3......
“Ja.... jadi.. iiniii bener-bener kan ? nggak tipu-tipu... jadi mereka benar-benar anak aku ?”tanyanya dalam hati
__ADS_1
Antara senang dan bahagia ternyata anaknya yang hilang selama ini ternyata berada ditangan calon istri tercintanya.... ohh betapa bahagianya, sekali lagi ia melihat tanggal dan jam berapa amplop itu dibuat.. sekali lagi ia melotot, tanggal dan waktunya sebelum Tya mengalami kecelakaan parah itu. Apa ia mendapat jackpot hari ini ? ia tak sabar langsung menelpon kedua orang tuanya untuk kumpul dimansion Daddy Gama.
Sedangkan orang tuanya yang diminta sang anak untuk berkumpul dimansion besannya pun segera bergegas kesana dengan rasa penasaran yang ada dibenak masing-masing, begitu juga dengan keluarga Ayah Rafael mereka meminta untuk berkumpul di mansion Daddy Gama.
“Mereka ini kenapa sih ?” tanya Mommy Amira bingung.
“kenapa pada minta kumpul disini” ucapnya lagi
“sudahlah, sayang. Kita sambut saja. Minta para Art memasak banyak makanan siang ini” pinta Daddy Gama.
“Huh baiklah “ jawab Mommy Amira.
Ia segera menuju dapur, memerintah ART nya untuk memasak banyak menu makanan untuk menyambut besannya dan keluarga dari Rafael. Sedangkan Daddy Gama ia menuju kamar sikembar dan Tya ia menuju kamar Ayu yang sedang istirahat.
“Bi Arsih, Bi Sitih, minta tolong ajak teman-teman yang lain memasak menu siang yang banyak ya, karena keluarga besan saya dan keluarga RAfael akan datang siang ini dan saya minta menu nya harus yang banyak ya..” perintah Mommy Amira.
“Baik, nyah “ ucap kedua bibi itu.
“segera laksanakan....”ucapnya lagi dengan tegas.
Bi Arsih pun langsung memanggil teman-temannya untuk membantu memasak di dapur utama, sedangkan Bibi Sitih membawa Ariten kepasar langganan mereka.
Disana baru saja pukul 8 pagi masih sempatlah untuk mereka berbelanja dan memasak bahan-bahan yang masih ada di kulkas utama. Yakk, kulkas di Mansion Daddy Gama ada 3 dan dua-duanya sudah kosong bahan makanan, sedangkan kulkas satunya masih ada beberapa bahan sayur dan daging mentah.
“Keluarga besar akan kumpul” ucapnya tak kalah ketus.
Bi Arsih sangat kesal dengan kelakuan Lia dan Yunur yang selalu mengomel-ngomel ketika disuruh memasak, tapi mereka juga ingin makan-makanan yang enak didapur utama. Itulah yang membuat bibi Arsih membalas ketus, saking kesalnya sama mereka berdua, begitu juga dengan yang lainnya mereka akan melawan perkataan kedua gadis itu.
Sedangkan dikamar sikembar, Daddy Gama mengajak anak-anak untuk segera mandi dan setelah itu membawa mereka untuk berjalan-jalan ria ditaman depan.
Kenapa mandi kalau ujungnya berjalan-jalan kan, ya ?
“Upha, tenapa tita mandi dulu balu dalan-dalan ?” tanya Ayundha yanng bingung dengan sang opa.
“ia kita akan berfoto ria ditaman”ucapnya gamblang.
“api kan, di ahman anas upha” ucap Rian dan Kiano bersamaan, sedangkan Dikia ia memilih diam saja karena ia masih kesal ditertawain Oma dan Mommynya.
“ayo. Nanti panasnya naik, kita main ketaman... kuy.” ajak Daddy gama semangat.
__ADS_1
“Cuuuuyyy..”ucap mereka serentak.
Anak-anak memakai baju kaos polos berwarna-warni,
Dikia memakai kaos berwarna abu-abu,
Ayundha memakai kaos berwarna ungu muda,
Riano memakai kaos berwarna biru laut,
Rian memakai kaos berwarna hijau muda,
Kiano memakai baju berwarna merah darah,
Sedangkan Ayumna memakai kaos berwarna Merah muda.
Tak lupa Daddy Gama memakai kaos berwarna Hitam.
Bawahan mereka semua menggunakan bahan jeans yang laki-laki memakai celana sebatas lutut, sedangkan yang perempuan memakai rok sebatas lutut. Lihatlah betapa gemoynya Daddy Gama bersama keenam cucu kembarnya. Sedangkan Daddy Gama meminta Pak Jamat menjadi forografer dadakan, ya walaupun sebenarnya Pak Jamat adalah fotografer yang prefesional tapi karena ada seseorang yang membuat karirnya meredup dengan adanya skandal palsu terpaksa ia memilih tenggelam dari karirnya yang sudah ia rintis dari usianya 17 tahun.
Beberapa menit kemudian,.......
“huuuaaa anas taliii....” keluh Riano dan Rian.
“Bibi, minta tolong minumnya dong....”pinta Daddy Gama.
“Baik, tuan....” jawab ARTnya
“Tuan, saya balik kedepan pos ya” ijin Pak Jamat.
“Disini aja dulu pak..”pinta Daddy Gama.
Ya, mereka sekarang berada ditaman samping, saking tak kuat dengan terik matahari Daddy Gama mengajak semua pasukannya untuk bertengger di taman samping dekat dapur utama yang mana disana terdapat ayunan, gazabo, kolam ikan milik Andro, serta berbagai tanaman bunga milik wanita kesayangannya.
Terlihat, Ayumna, Ayundha, Kiano dan Dikia yang tengah duduk diayunan sedangkan Daddy Gama, Pak Jamat, Riano dan Rian duduk di gazebo,dengan kaki yang menjuntai kebawah gazebo yang terdapat kolam ikan milik Andro.
Tak lama, datanglah Bibi Enda membawakan cemilan beserta es teh manis diteko dengan beberapa gelas plastik dan dua gelas kaca.
“Tuan, ini teh dan cemilannya... dan juga kata nyonya, tuan beserta anak-anak kurcaci segera bersiap karena keluarga besan akan segera sampai kemansion ini” ucapnya kepada Daddy Gama.
__ADS_1
Yup, hanya pegawai lama yang berani memanggil keenam anak kembar itu dengan sebutan kurcaci, karena Mommy Amira, Daddy Gama, dan yang lainnya memanggil seperti itu berbeda debgan yang lain mereka memanggil nama keenamnya dengan sangat sopan.
🍄🍄🍄🍄 sorry gabisa up terus.. karena ada sesuatu pekerjaan yang gabisa saya tunda.