
“Undahhh, tapan mum tadal ?” tanya Ayundha.
“Doakan ya sayang, doakan Mommy agar cepat sadar.” ucap Ayu.
“ Ya, Tuhan tulung tembuhkan mum tita ya, tita dandi kuk enda akal-akal ladi, iyakan atak-atak umna.” ucap Ayumna kepada saudara-saudaranya.
“ia tita enda akal-akal telus, lebut ainan tuadala-tuadala tita ladi kuk, api tembuhin mum tita Ya,Tuhan.” doa Ayundha
“Amin,”. ucap Ayu.
“iiiiii.... unda tita itu elum teletai doana, macih tatu, uwa, iga empat, ladi yang elum’. Protes Ayumna.
“Haaaaa.........”cengok Ayu.
“Tuhan, tami dandi enda akal-akal”.ucap Rian.
“Dilki dandi duga lah Tuhan enda cul-cul tama mum hihi”doanya.
“Atak Dilki, talo doa telius bial mubluss”protes Ayumna lagi.
“Lanzuuuttt. “ucap Ayundha menengahi saudaranya.
“Iya ini lanjut kuk...” ucap Riano.
*********************Happy Reading***********************
“Tuhan, Liano dandi enda injam-injam nama Lian. Liano dandi enda lusuh-lusuh tama umna ladi yah, tapi Tuhan tembuhkan mum tami” doa Riano.
Ayu yang mendengar doa anak-anak sampai tersedak air liurnya. Bagaimana bisa mereka jujur disaat mereka ingin sang mommy sadar heran tapi mau bagaimana lagi hihihi....
“Tuhan Tiano au mum, sekalang tadal. Sudah oteh”doa Kiano singkat.
“Amin...”ucap mereka semua disana.
Cittttt...............
“Tyaaaa........” ucap Ayu panik, ia segera menekan tombol darurat, sedangkan anak-anak menangis histeris.
HUAAAWAAAAA MUM
“Danan tindal tami temua huawawawawa....”
CEKLEK....
Para dokter dan suster datang bersamaan dengan Daddy Gama dan Tyo. Suster Farah meminta mereka untuk keluar sebentar karna mereka akan menangani pasien.
“Ada apa dengan Tya, nak ?” tanya Daddy Gama.
Sedangkan Tyo ia mondar-mandir didepan pintu ruangan Tya sembari menggendong Ayumna dan Ayundha yang masih menangis sesegukkan.
“Ayolah Tya jangan begini... cepat sadar kasihan anak-anak”. ucapnya dalam hati.
“HIKS...HIKS... Mum tita hiks.. hikss...”.
“Sayang, bertahanlah,. maafkan daddy dan mommy”ucap daddy Gama
“tatek nanis ?” tanya Riano polos.
“Hem’em... maaf nak”. ucap Daddy Gama tersenyum.
“Nggak tahu om, saya dan anak-anak lagi berdoa tiba-tiba monitor detak jantung Tya berbunyi nyaring hiks.. hikss.”
Sungguh, Ayu sangat-sangatlah takut kehilangan sahabatnya satu-satunya, senang susah mereka selalu bersama. Apapupun yang terjadi mereka tak pernah meninggalkan, jadi Ayu sangat bermohon semoga Tya sadar dari komanya agar tak meninggalkan ia bersama keenam anak kembarnya.
__ADS_1
Tak lama, dokter Farhan keluar ruangan dimana Tya berada, Tyo dan Daddy Gama mendekati dokter Farhan.
“Bagaimana, dok ?” tanya Daddy Gama.
“Puji Tuhan, Tya sudah sadar dari komanya. Dan sekarang Farah sedang mengurusinya sebentar dan kalian bisa menjenguknya” ucap Dokter Frahan.
“Syukurlah”ucap mereka lega.
“Mum tadal ?” tanya Ayumna mewakili kakak-kakaknya.
“Iya sayang, mom Tya sudah sadar, nanti kita jenguk mommy ya”. ajak Ayu.
“Yes....!!!!”teriak anak-anak.
Di sisi lain,
“Huh... panas” keluh sang Mommy.
“Kita kedalem saja ya mom.” ajak Andro
“iya ayo” jawabnya.
Mereka pun meninggalkan taman tersebut dan berjalan menjauh kearah lobby rumah sakit. Sesampainya disana, dahi Mommy Amira mengkerut melihat ruangannya tiba-tiba sepi. Mereka kemana ??? itulah yang sedang ia pikirkan.
“mereka pada kemana ?”tanya sang Mommy
“Roro nggak tahu mom” jawabnya.
“Huh, sepi sekali” keluhnya.
“Uh, tatek tepatan don, intu na belatttt”Keluh Kiano sedangkan Riano tetap pasang wajah cool man. Padahal ia juga sudah tak tahan menahan berat beban.
“Hahaha.... ayo kalian duluan masuk dan sapa nenek Amira dan Uncle Andro”. ucap sang Kakek kepada cucunya.
“Huh huh huh.. tiap-tiap” ucap Kiano.
“Hallooo lololo nenek amlla dan cankel andlolo” ucap keduanya bersamaan dengan badan membungkuk 90 derajat.
“Hahahha hallo kembar” ucap Mommy Amira terkkeh mendengar sapaan kedua anak kembar itu.
“Waaaahhh kalian memanggil uncle dengan sangat lucu......” ucap Andro.
“panggil uncle Roro saja ya”pinta Andro.
“Cankel Lolo” panggil Kiano.
“Iya begitu cocoklah hahah”ucapnya terkekeh.
“Kalian habis darimana dad ?” tanya Mommy Amira.
“Habis dari ruangan Tya, sayang” jawabnya.
Ingin sekali ia memberitahu kepada sang istri tentang kabar gembira ini, tapi iya harus menunggu istrinya sehat terlebih dahulu begitu juga anak yang selama ini mereka cari.
Beberapa minggu berlalu............
“Kita mau keman sih mas?” tanya sang istri.
__ADS_1
“Iya dad kita mau kemana ?” tanya sang anak ikutikutan bertanya.
“Shutttttttt..... This is a secret” ucapnya tenang.
“Hadehhhhhhhhhhhh, inggrisnya keluar mom”hujat sang anak.
“Iyanih, daddymu” ucap sang mommy ketus.
“Yang penting kita pergi dulu.....”ucap sang Daddy.
“ ya ya ya daddy” ucap keduanya.
Selama di perjalanan kedua Ibu dan anak sibuk dengan kegiatannya masing-masing, sedangkan sang suami dari ayah anaknya menyetir dalam diam. Ia sangat deg-degan dengan pertemuan ini. Apakah mereka diterima apa malah ditolak. Ia sudah sangat siap ditolak walaupun hatinya sakit. Wajar karena sudah dua puluh lima tahun tidak bersama.
Tak lama sampailah mereka ditempat tujuan, dimana disana terlihat sebuah rumah minimalis yang sederhana namun terkesan wow banget acieellaaa lebayynya.
“Ini rumah siapa, dad ?” tanya sang istri kepadasuaminya.
Bukannya menjawab pertanyaan sang istri, ia malah mengajak istri dan anaknya untuk turun menghampiri rumah tersebut
“Ayo turun” ajaknya.
“Huh...” keluh keduanya.
Dengan langah ragu-ragu ketiganya menghampiri pemilik rumah tersebut. Suasananya sangatlah asri, terdapat bunga warna-warni dan yang paling berdebar adalah ketika mommy melihat bunga kesukaan putrinya ada disana dan tumbuh dengan segar dan cantik, tiba-tiba ia meneteskan air mata rindu, ia sangat rindu dengan putrinya. Andai kedua putrinya ada mungkin ia akan mengajak keduanya untuk bertanam jenis bunga dihalaman rumah. Namun sayang keduanya sudah tidak disisinya lagi. Ia berharap putrinya yang hilang segera bertemu lagi.
Tok.... tok.... tok....
“Permisi........” ucap lelaki paru baya tersebut.
Tok.... tokkk.... tokkkk....
“Huffffttt” keluhnya.
Anaknya yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, bisa-bisanya Daddynys mengetuk pintu padahal disebelahnya ada bel. Ia segera memencet bel tersebut dan tak lama keluarlah seorang gadis muda dengan tangan yang sedang memegang penggorengan.
"iya maaf, mencari siapa ?" tanya gadis itu.
"apa benar ini kediamannya nak Tya ?" tanya laki-laki itu ragu.
"benar, ada apa ya ?" tanya Ayu.
"Apa boleh saya bertemu dengan nak Tya ?" ucapnya memelas.
"Oh boleh, silahkan masuk pak,bu " ucapnya sopan.
"Lalu aku, apa boleh ikut masuk juga kak ?" celetuknya.
"Haaaaaa.... oh silahkan hehehe maaf" ucapnya rada syok.
...HALLO BUNDA,ADEK, AYAH, ABANG DAN SIAPAPUN......
...MAAF UPNYA TERKADANG-KADANG HEHE.....
...SOALNYA SAYA BANYAK KERJAAN YANG HARUS DISELESAIKAN....
__ADS_1
...HAPPY READING YA ... JANGAN LUPA LIKE,COMMENT, SHARE JUGA KETEMAN2 KALIAN NOVELKU INI YA ... DUKUNG TERUS ITU LEBIH PENTING HEHE...