
Tepat sebulan lebih pernikahan kedua Tyo dan yang pertama untuk Tya, mereka masih tak percaya bahwa telah menjadi sepasang suami istri. Tyo tak menyangka akan menikah kembali dengan kembaran sang istri. Amora istri pertamanya tetap tersimpan dihatinya,namun untuk Tya ia sepenuhnya menempati di hatinya, iya tak mau kehilangan istri untuk kedua kalinya dalam bentuk apapun. Makanya ia menolak untuk Tya hamil karena rasa takut yang ia alami ketika Amora meninggal akibat melahirkan.
Namun, tanpa ia sadari bahwa hal tersebut membuat Tya menjadi istri yang tak dianggap. Karena Tyo tak pernah mengutarakan ketidakinginnya kehilangan sang istri. Hal itu memicu pertengkaran di rumah tangganya.
“kalian tdak melakukan honeymoon?” tanya MamiAdinda kepada kedua sejoli.
“Tidak !!!” ucap Tyo tegas. Yang mana hal itu membuat Tya protes.
“kenapa mas ? aku ingin punya anak darimu ?” ucap Tya kesal.
“Aku sudah punya Sikembar dan aku gamau kamu hamil “ ucapnya tak terbantahkan.
“Kenapa ? Apa salahnya Tya mengandung anakmu? Mami sangat ingin punya cucu banyak” ucap Mami Adinda tak setuju dengan ucapan anaknya.
“Pokoknya Tyo gamau.” ucapnya lagi.
Hal itu membuat Daddy Gama dan Papi retno heran dengan sikap Tyo. Namun, ketika Daddy Gama ingin protes Tyo sudah meninggalkan ruang keluarga dan berjalan ke kamar pengantin. Tya turut menyusul sang suami dan bertanya alasan keapa suaminya kekeh tak ingin ia hamil.
Dikamar, Tyo memilih untuk merokok di balkon kamar mereka sebari menatap foto yang ada digaleri ponselnya. Tanpaia sadari bahwa ada Tya di belakangnya.
“Aku tak ingin dia hamil” ucap Tyo
Tya yang mendengar itu sontak menahan sakit dihatinya, ia kira dengan berbaikan dan menerima pinangan Tyo akan membuat hidup mereka bahagia, namun ia salah Tyo masih tak berubah, ia semakin egois tanpa memikirkan perasaannya. Apa salahnya ia menginginkan anak dari Tyo, ia juga ingin merasakan kehamilan seperti kembarannya.
“Kenapa kamu tak ingin aku hamil mas ? apa kamu masih mencintai Amora ? jika iya kenapa kamu mengajak aku menikah jika hatimu masih untuk kembaranku mas ?! JAWAB !!! teriak Tya.
Sungguh ia sangat sakit mendengar perkataan suaminya. Apa suaminya masih mencintai kembarannya ? hanya itu yang saat ini ia pikirkan. Sedangkan Tyo ia terlonjak kaget mendengar teriakan Tya tepat dibelakangnya. Apa tya mendengar ucapannya. Jika ia apa yang harus ia jelaskan. Apa ia menjelaskan traumanya melihat istrinya meninggal saat melahirkan atau bagaimana ?
“Jawab mas, hiks .. apa maumu ?” tanya Tya sesegukkan.
“Oke kalau itu maumu..” ucap Tya berlalu dari kamar menuju.
Namun ketika keluar, Tya terkejut melihat kehadiran Daddy Gama dan Papi Retno. Jelas dimata kedua pria paru baya itu jika keadan rumah tangganya sedang tak baik-baik saja.
“Tyo dimana Tya ?” tanya Papi Retno. Tya hanya menunjuk ke arah balkon kamar.
Papi retno berlalu masuk menghampiri anaknya dengan raut wajah tak biasa. Sedang Daddy Gama memilih memeluk anaknya. Tya menangis sesegukkan dipelukkan sang daddy.
__ADS_1
“Sudah sayang, kita ke ruangan santai saja ya, disana ada Mommy dan Mami.” ajak Daddy Gama.
Saat ini Daddy Gama tak ingin ikut campur permasalahan di rumah tangga sang anak, biarlah nanti mereka menyelesaikan masalahnya dengan sendiri jika tidak bisa maka ia yang akan menyelesaikannya dengan sadis.
“Sayang ada apa ?” tanya Mommy Amira cemas.
“Iya sayang ada apa ?” tanya Mami Adinda panik.
Tya tak menjawab ia menghamburkan pelukan kepada Mommy Amira dan menangis sesegukkan. Kedua wanita paru baya itu hanya diam kebingungan. Mommy Amira menatap sang suami menuntut penjelasan. Namun, Daddy Gama hanya memberi kode untuk nanti menjelaskannya. Karena suasana lagi tidak baik.
Beberapa menit kemudian, Tya menghentikan tangisannya dengan masih sesegukkan Tya memandang wajah kedua wanita didepannya dan ia menatap sang mommy dengan tatapan sedih.
“Malam ini Tya mau tidur bertiga sama Mommy dan Daddy, boleh ?” pintanya.
Hal itu membuat kedua wanita itu menatap bingung dengan permintaan Tya.
“Ada apa nak, tumben ingin tidur bertiga sama mommy dan daddy ?” tanya Mommy AMira.
“Tya ingin” itulah jawaban yang Tya utarakan.
“Tyo sudah mengijinkan” ucap Tya bohong.
Ya, hanya daddy Gama yang tahu bahwa ucapan Tya adalah kebohongan, namun kedua wanita paru baya itu menatap tak percaya. Namun, mereka tetap menggangguk sebagai jawaban.
“Mami, Ayo kita pulang.” ucap Papi Retno kepada sang istri.
“Baiklah, pi. Tya Mami pulang dulu ya. Besok mami kesini lagi, tentunya mami menuntut jawabanmu” ucapnya setengah berbisik diakhir ucapannya.
Tya hanya menganggukkan kepalanya, ia tak ingin berbicara bukan tidak sopan tapi ia tak tahu harus mengucap apa.
“MOMMY.... Umna Sudah pulang” teriak Ayumna.
“Adek, kamu jangan teliak-teliak kuping akak sakit dengarnya” Ucap Rian
“Maaf akak Lian,, Umna tengaja hehe” ucapnya dan berlari menjauh dari saudara-saudarinya.
“UMNA.....Tungguin Undhaaaa” ucapnya seraya mengejar kembarannya.
__ADS_1
“Haduh nggak cowok nggak cewek sama saja” Keluh Andro.
Ayana hanya tertawa melihat tunangannya yang kesal melihat tingkah sikurcaci. Ayana ia sedang menggendong ponakannya Alva. Yups, kini Ayana tinggal bersama keluarga kandungnya, hal itu membuat Mami Rara dan Mommy Amira akhirnya berbesanan sesuai impian mereka. Alana senang akhirnya ia berkumpul kembali dengan kembarannya.
“Kalian kenapa ?” tanya Andro melihat Rian dan Riano berdebat.
“Uncle, Lian malah-malah telus” ucap Riano.
“Rian kamu kenapa ?” tanya Ayana
“Rian sedang tidak baik-baik saja” ucapnya lalu pergi ke kamar.
“Astaga anak itu.” keluh Andoro.
Dari keenam ponakan kembarnya Riano lah yang tak bisa menahan emosi dan berakhir mengurung diri sampai besok.
“Rian kenapa marah, apa ada hal yang membuatnya marah ?” tanya Andro kepada ketiga ponakan yang tersisa.
“Malah tama Umna yang teliak-teliak cali mommy” Jawab Riano.
“Cuma gara-gara teriak ?” tanya Andro memastikan dan dibalas anggukan oleh Riano.
“Kiano, Riano, sama Dikia, duluan masuk sana. Uncle mau antar Aunty Aya sama Baby Alva kekamar tamu. Baby Alva sudah tertidur.” ucap Andro
Ketiganya langsung saja meninggalkan sejoli beserta baby Alva menuju ruang keluarga.
“Yuk, aku antar kamu kekamar tamu.” ajak Andro kepada tunangannya.
Ya, malam ini Papi Raffa berserta keluarga besarnya akan menginap di mansion Daddy Gama untuk membahas pernikahan Andro dan Ayana.
Malam haripun tiba, kini semua keluarga tengah melakukan makan malam bersama. Mereka makan ditaman belakang yang mana sudah disulap seperti piknik taman malam. Semua turut mengikuti dan menikmati acara tersebut, namun ada seseorang yang tak ikut acara itu, siapa lagi kalau bukan Tyo.
Ya, Tyo memilih dikamar saja karena seluruh badannya sangat sakit semua ulah papinya sendiri. Tya yang melihat sang suami tak ada ditengah-tengah keluarganya pun membiarkan saja walau hatinya tak tenang. Ayumna yang mencari sang daddy bertanya kepada mommynya. Namun ketika tak mendapat jawaban dari sang mommy. Ayumna nekat berjalan menuju kamar kedua orang tuanya.
“Daddy, pasti dikamal.. mommy kenapa endak panggil daddy sih” ucapnya kesal sembari kaki kecilnya menapak satu persatu anak tangga.
“Temoga daddy ada dikamal, jadi enda sia-sia Umna keatas” ucapnya lagi yang mana ia sudah ngos-ngosan.
__ADS_1