DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?

DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?
BAB 6


__ADS_3

“Hahah... bener sus Via, akhirnya..... rumah sakit ini terbebas dari orang-orang angkuh....”celetuk Suster Naya.


“Shuttt..... jangan seperti itu, tidak boleh”.Tegur Dokter Clarissa.


“Hehe.... dokter..”Ucap mereka berdua bersama.


Tanpa di duga,Tya memasuki aula dimana para kerja sedang mengadakan eksekusi. WKWKWK ia kali ya.....Dengan amarah yang memuncak, Tya berteriak memanggil nama Dokter Cantika. Entah darimana ia tahu nama dokter tersebut. Suasana mendadak ricuh, akibat kedatangan Tya.


“Dokter cantiikaaaaaa.....!!!”


Sedangkan, Dokter Cantika mendengar namanya disebut hanya terheran-heran, siapa wanita itu yang memanggil namanya. Ia mengingat-ingat kembali. Dan akhirnya............


“Wanita miskin itu........?!!! gumamnya.


“Dokter kenal ???” tanya salah satu temannya.


“Tidak, aku tidak mengenalinya” sanggah dokter Cantika.


*******************Happy Reading***************************************


“Ada apa ?” tanya Tyo setengah berbisik kepada Tya.


“Dokter Cantika yang mana?”tanyanya lagi.


“aku gatau...... sama dengan namamu saja aku tidak tahu..”senyumnya usil.


“Haissshhh...... nyebelin “ucap Tya kesal.


“Kamu lupa samaku istriku ?”tanya Tyo dengan wajah bingung.


Tya yang mendengar itu hanya mengerenyit bingung, istri ? sedangkan dia sendiri masih gadis. Bagaimana bisa punya suami ???”


“Maaf anda salah orang,tuan”ucap Tya.


Mereka yang berada di aula semakin tegang karena Varell menyalakan beberapa video kejahatan yang mereka lakukan di rumah sakit ini. Beberapa dokter dan perawat yang bersangkutan sudah sangat pucat, mereka bingung harus bagaimana, ingin kabur tak bisa, karena orang-orang Tyo sudah memperketat suasana di rumah sakit, sehingga tak ada yang berani bergerak.


“hei ini karenamu tuan, saya lupa mencari yang mana dokter Cantika. Saya ingin membuat perhitungan terhadapnya. Berani-beraninya dia mendorong putraku hingga lututnya memar.” ucapnya ketus.


“kenapa aku yang disalahkan, nona?”ucap Tyo tak kalah kesal.


“Lalu aku menyalahkan siapa?”ucapnya kesal

__ADS_1


“Mana aku tahu”. jawab Tyo.


“Menyebalkan.....” umpat Tya


Tak ingin terus berdebat, Tyo dan Tya memilih untuk menonton video yang ditayangkan oleh Varell. Bukan hanya Tya dan Tyo saja yang shock, Ayu dan enam anak kembar ikut shock. Kaget maksudnya bunda...


“Itu lame-lame tenapa ?”tanya Aymna didalam gendongan Ayu.


“itu dotel-dotel dahat ” pekik Dikia


“mana-mana, umna duda mahu tiatt”Pekik Ayumna.


Padahal dirinya masih lemah dan tangannya masih tertusuk jarum infus.Tapi mendengar saudaranya kesakitan oleh dokter jahat, maka ia ikut juga menyerah dokter tersebut, padahal Ayu sudah melarangnya. Tapi tetap saja ngeyel. Ayumna sadarnya kapan,kak ?Kok bisa cepat sadar? Ayumna sakit apa ? ada yang penasaran ????


Semua orang menoleh kearah sumber suara, terlihat sosok gadis kecil yang tengah digendong oleh wanita dengan gaya tomboi sembari memegang cairan infus dan juga lima anak yang memiliki wajah yang sama persis.Tak tahan untuk tidak berkomentar salah satu perawat memekik heboh.


“Wah...... mereka kembar...!” pekiknya.


“Iya kembar...” ucap yang lainnya.


Alhasil membuat suasana aula kembali berisik.


“Tenapa belisik tekali, Umna ucing....!!!” teriaknya.


“Aduh, dokter bisa tidak jangan teriak sama anak kecil..??!” tegur Dokter Clarissa.


“Eh, lu cupu diem aja..”bentaknya, ia tak terima jika dirinya di tegur oleh dokter yang tak sepandan dengannya.


Mendengar bentakan dari dokter Ria, Clarissa memilih diam. Sedangkan dokter yang disebelah Dokter Clarissa bergumam kecil mengumpat Dokter Ria.


“Huhuhu..... Mum, Umna di entak otel tua itu hiks..hiks”Pekik Yumna. Ia memberontak ingin digendong oleh Mom Tya. Namun, belum sempat Tya mengambil alih, Tyo sudah duluan mengambil Yumna dari dekapan Ayu.


“Shuttttt... cup..cup... anak cantik jangan nangis, ntar cantiknya hilang..” Ucap Tyo, dan hal ajaib membuat Ayumna langsung berhenti menangis.


“Umna enda au jelek nanti Umna enda tetemu Didi. Hiks ..hiks”ucapnya sesegukkan.


“Daddy Umna dimana ?” tanya Tyo.


“Tata Mum, Didi Umna agi pelgi kelja cali uang anyak-anyak, untuk Umna, untuk atak Ian, Iano, Kia, Kia.” Ucapnya Lucu dengan mata bulat yang berkedap-kedip.


“wauw, sepertinya saudaramu banyak nak..” ucap Tyo penasaran.

__ADS_1


“Iya, anyak unkul..”jawab Ayumna ceria, ia sampai melupakan tangannya yang diinfus.


“Saudaramu yang mana ?”tanya Tyo lagi seraya melirik kearah Ayu yang menggandeng lima anak lainnya.


“Kalian kembar ???”tanyanya kaget.


Belum juga Ayumna menjawab, Varell sudah memanggil Tyo untuk naik keatas podium. Varell juga sudah mengatakan bahwa Tyo merupakan anak pemilik rumah sakit ini. Dengan sebelah tangan menggendong Ayumna dan sebelah tangannya lagi memegang cairan infus milik Ayumna, Tyo menaiki podium dan berdiri disamping Varell, sedangkan dibelakang ada Tya yang merutuki dirinya karena sudah tidak sopan dengan anak pemilik rumah sakit ini.


“Astaga ternyata dia adalah anak pemilik rumah sakit ini” rutuknya.


“Mum tenapa domel-domel ?”tegur Ayumna


Tya yang mendengar itu, hanya tersenyum canggung, karena Tyo dan Varell memperhatikannya. Tyo hanya tersenyum kecil melihat Tya yang seperti seorang yang ketahuan mencuri.


“Mom, tidak apa-apa sayang. Ayumna sini sama mommy, om pasti capek menggendong Umna”.ucap Tya mengalihkan pembicaraan.


“Umna, au tama om tumvan.” tolak Ayumna ketika Tya ingin mengambil alih tubuh Ayumna dari Tyo.


“Aduh umna, omnya capek” bujuk Tya.


Namun, Ayumna tetap pada pendiriannya, ia memeluk erat leher dan merebahkan kepalanya dipundak Tyo. Hal itu, membuat saudara kembarnya iri, namun takut untuk dimarahi mommynya. Ayu yang melihat anak-anak kembar lainnya, ingin sekali memeluk pria itu tapi diurung takut dimarahi sang mommy.


Tyo yang diam saja akhirnya berbicara.


“Biarkan saja. Aku tidak keberatan menggendongnya” ucap Tyo.


Hal itu membuat Ayumna senang dan sekaligus membuat saudaranya yang lain iri.


“Undha duga mau peluk”ucapnya lirih.


Tanpa diduga oleh Ayundha, Varell langsung menggendongnya yang tak sengaja mendengar lirihan Ayundha. Hal itu membuat Ayu dan Tya merasa tak enak. Sedangkan Ayundha, antara malu kepada Varell dan takut terhadap mommy dan bundanya. Serba salah dong wkwkw. Tya tahu bahwa anak-anaknya merindukan sosok Ayah, yang sedari kecil belum pernah mereka rasakan.


Beberapa menit kemudian, Tyo telah selesai melakukan sambutan sepatah dua kata dan berakhir ia memecat beberapa dokter dan staff lainnya yang telah melanggar peraturan rumah sakit. Ia meninggalkan podium dengan masih menggendong Ayumna yang terlelap.


“Tuan, biar Yumna saya gendong.” Pinta Tya kepada Tyo.


“Biarkan saja. Kalian mau balik ?”tanya Tyo.


“Belum tuan, soalnya anak saya belum lepas infus.”jawab Tya.


“Varell..... mintai Dokter Riris memeriksa anak ini”ucapnya memberi perintah kepada Varell dan tentunya langsung dilaksanakan oleh Varell.

__ADS_1


Setelah itu,Tyo membawa Ayumna ke ruang kerja Papinya diikuti Tya dan keempat anak kembarnya. Ayu kemana ? Ya Ayu lebih memilih mengikuti Varell yang masih membawa Ayundha mencari Dokter Clarissa.Yang ternyata, Ayundha tengah terlelap didekapan Varell.


__ADS_2