DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?

DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?
BAB 8


__ADS_3

“Mora hiks..hiks.. mommy kangen”. ucapnya dan seketika ruangan itu menjadi tempat saksi bisu seorang ibu yang merindukan anaknya yang telah berpulang.


Sedangkan didepan kamar Amora.


“Mommy sedih lagi..... “ucapnya.


“Siapa yang sedih ? Kamu kenapa ada disini ? Mommy mana ?”.tanya Daddy Gama.


“Mommy didalam dad.”jawab Andro.


“mommy mu kenapa, Andro ?” tanya sang Daddy penasaran.


“Mom..........”


************************Skip********************


Setelah pulang dari mini market, bukan hanya Mom Amira yang terdiam sejak kejadian tadi pagi Tya pun juga ikut terdiam, sepanjang jalan hanya Ayu yang diam-siam juga penasaran kenapa ibu-ibu tadi menangis dan memanggil Tya dengan sebutan Amora, Anakku. Wah, ada apa ini.


“Mum......”panggil Riano.


Namun, tak ada jawaban dari Tya dan itu membuat Tyo heran ada apa dengan wanita itu. Apa yang tengah ia lamunkan.


“Riano sama Om Tyo dulu, ya” ajak Tyo.


“mum bimana um ?”tanya Riano.


“Nanti om yang ajak Mommy bicara ya”jawab Tyo


“Aik um” ucap Riano.


Mereka berdua meninggalkan Tya yang masih dalam mode lamunan. Sepeninggalan Tyo dan Riano, Tya menangis. Ia sangat rindu dengan sosok keluarga kandungnya, setelah ia tahu bahwa orang tua yang dikiranya adalah orang tua kandungnya hanyalah orang tua angkat yang mengadopsinya ketika ia berada di salah satu panti asuhan. Ia juga tidak tahu kenapa ia bisa berada di panti asuhan itu, apa orang tuanya tidak menyukainya atau ia lahir sebelum adanya pernikahan yang sah, apa ia anak haram? Masih banyak lagi yang terlintas di otaknya. Dan pertemuannya dengan wanita di mini market tadi pagi membuat ia merasakan perasaan yang lain. Perasaan yang sangat ia rindukan keberadaannya dan menanyakan mengapa ia berada dipanti asuhan, kenapa????


“AKKKKKKKKHHHHHH”. teriak Tya.


“Hiks...hiks....hikss.. kalian dimana ? Tya rindu. Apa hanya kalung ini bisa jadi petunjuk untukku, menemukan keluarga kandungku?” ucapnya dalam hati.


“hiks.... hikss...hikss”


*****************skip************


Disisi lain, dirumah keluarga Wicaksono. Tepatnya dikamar Amora, terlihat Mom Amira terlelap disana sembari menggenggam kalung yang hanya mereka miliki sebagai wanita di rumah itu. Sedangkan para lelaki memiliki tanda tersendiri. Anehkan tapi itulah khayalan..


“Mommy, masih dikamar Kak Amora Dad ?”tanya Andro kepada sang Daddy.


“Iya nak, ini udah siang dan mommy belum ada makan”ucap Daddy Gama.


“Mommy, benar-benar merindukan Kak Amora”ucapnya sedih.


“Daddy, lihat mommy mu dulu”ucap Daddy Gama.


“Roro ikut” ucap Andro.

__ADS_1


Yups... Andro yang biasa dirumah dipanggil Roro, jika diluar ia dipanggil Andro karena yang boleh memanggilnya Roro hanyalah orang-orang terdekatnya.


“Mom.....”panggil Daddy Gama.


“Mommy tidur, dad”.ucap Andro


Mendengar itu Daddy gama hanya menggelengkan kepalanya, istrinya selalu seperti ini ketika merindukan Amora anaknya. Namun, tunggu.........


“Astaga, mommy mu demam”pekik Daddy Gama.


“Mommy demam?”tanya Andro


“Iya, Roro tolong hubungi Dokter Clarissa”titah sang daddy.


“Baik dad” jawab Andro bergegas menghubungi Dokter Clarissa.


“Tante, gapapa om. Hanya saja kelelahan menangis. Apa tante menangis karena rindu Kak Amora om?”tanya Dokter Clarissa.


“Syukurlah, ia sa. Tantemu menangis setelah pulang dari mini market, lalu dia pergi ke kamar Amora dan menangis disini”.ucap daddy Gama sendu.


Iya sedih melihat istrinya terpuruk seperti ini, sebagai suami ia sangat kurang memperhatikan istrinya sendiri.


“Ya, sudah kalau begitu om, Sasa pamit ke rumah sakit. Takut Bang Varell dan Bang Tyo marah hehehe.. dan ini obat penurun panasnya jangan lupa tante disuruh makan dan minum.”ucap Clarissa panjang x lebar mengalahkan rumus matematika dan fisika.


“Iya, iya.... cerewet banget sama dengan Ciara ckck”ucap Daddy Gama.


“Monmaaapppp bos, sudah mantan jangan diingat lagi HAHAHHA” ledek Clarissa.


Sepeninggalan Clarissa, Daddy Gama mendekati istrinya dan mengusap lembut surai istrinya.


“sampai kapan kamu seperti ini, sayang”ucapnya.


“Rara.... Yaya jangan tinggalin mom”.


“Astaga, kamu sampai mengigau begini sayang. Padahal aku sudah mencari keberadaan putri kita yang hilang.”ucapnya sendu.


“Yaya, kamu dimana sekarang nak. Daddy harus cari kamu kemana lagi” ucapnya dan meninggalkan istrinya untuk menghubungi anak buahnya yang sedang mencari keberadaan putrinya yang hilang.


**************** skip*******************


“Tya mana ya ?”tanyanya dalam hati


“hedeh ni anak kemana sih, “dumelnya.


“undah tali tiapa ? mum ana ?” tanya Kiano.


“Bunda nggak tahu mommy dimana ?”ucapnya.


“om Tyo sam Om Varell sudah pulang ?”tanya pada sang putra.


“oh iya, tiano lupa hehe. Tiano tetini titu mau andil unda tam mum uat tedepan di pandil um-um”.ucapnya menggemaskan.

__ADS_1


“yaudah kita kedepan ya.”ajak Ayu.


Baru saja mereka hendak kedepan,terlihat Tya keluar dari kamar dengan handuk yang membalut kepalanya serta matanya yang terlihat bengkak. Hal itu membuat Ayu penasaran. Ada apa dengan Tya???


“Kalian mau kemana?” tanya Tya


“Ini, tuan Tyo dan Tuan Varell ingin pamitan “Jawab Ayu.


“Oh ya, sudah. Ayo barengan kedepan”ajaknya


“Oke..”.


Ternyata didepan sudah ada sikembar dan dua laki-laki yang selalu ada aja alasan buat main kerumah. Terlihat, anak-anak yang tak mau berpisah dengan keduanya.


“Mum, Um Palell di tini ajahh ya.”pinta Dikia.


“Um Iyo duda,Mum”pekik Ayumna


“Tapi sayang, Om Tyo sama Om Varell bukan keluarga kita. Bagaimana bisa tinggal bersama kita disini”.nasehat Ayu.


“Apiiihh undaaa... undha atih au ain ama um palell dan Um Iyo”.rengek Ayundha.


Padahal Ayundha orang yang sangat jarang mau berdekatan dengan orang asing, tapi lihatlah ia juga tak ingin berpisah dengan kedua pria itu.


“Mum.. um-um ditini ajah ya, pelissssss”ucap Ayumna dan diangguki saudara kembarnya.


“besok om, kesini lagi kok. Nanti om ajak kalian main ke rumah Om Tyo gimana ?”bujuk Tyo


“iya nanti kalian ketemu sama saudara-saudara yang lain dirumah OM Tyo dan Om Varell.”bujuk Varell. Karena mereka tak segampang dibujuk seperti sikembar Rara dan Riri anak dari Gadizico dan Icellie.


“wah, benel um Palell?”tanya Rian memastikan.


“bener kok.” jawab Varell dan langsung disoraki anak-anak.


Setelah melewati drama-dramaan, Tyo dan Varell pamit pulang,anak-anak melambaikan tangannya dengan gembira.


"DADADADADADADADADADA.........."


"Ayo sekarang kita masuk dan kalian harus tidur.." ajak Tya.


"Tiap Mum'.ucap mereka serentak.


"Jangan lupa cuci tangan dan gosok gigi".peringat Ayu.


"tiap busss"ucap mereka lagi.


HALOOO BUNDA-BUNDA, JANGAN LUPA LIKE,KOMEN, DAN SHARE YA...


AJAK TEMAN-TEMAN BUNDA SEKALIAN UNTUK MAMPIR MEMBACA NOVELLKUU..


THANK Uლ⁠(⁠´⁠ ⁠❥⁠ ⁠`⁠ლ⁠)

__ADS_1


__ADS_2