DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?

DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?
BAB 7


__ADS_3

“Tuan, biar Yumna saya gendong.” Pinta Tya kepada Tyo.


“Biarkan saja. Kalian mau balik ?”tanya Tyo.


“Belum tuan, soalnya anak saya belum lepas infus.”jawab Tya.


“Varell..... mintai Dokter Riris memeriksa anak ini”ucapnya memberi perintah kepada Varell dan tentunya langsung dilaksanakan oleh Varell.


Setelah itu,Tyo membawa Ayumna ke ruang kerja Papinya diikuti Tya dan keempat anak kembarnya. Ayu kemana ? Ya Ayu lebih memilih mengikuti Varell yang masih membawa Ayundha mencari Dokter Clarissa.Yang ternyata, Ayundha tengah terlelap didekapan Varell.


********************Happy Reading********************************


Setelah kejadian seminggu yang lalu, Tyo dan Varell jadi lebih sering main ke rumah Tya untuk bermain bersama si kembar enam. Yang mana awalnya Tya dan Ayu menolak keberadaan kedua pengusaha dan assiten tersebut. Namun, karena anak-anak sangat haus akan kasih sayang dari seorang ayah, baik Tya maupun Ayu akhirnya mengijinkan kedua pria tersebut untuk datang bermain dengan kembar enam. Jadi semenjak, kedatangan kedua pria itu membuat si kembar enam sangat bahagia sekali, mereka melampiaskan haus akan kasih sayang kepada Tyo dan Varell.


“Umna, cenang tekali. Akhilna ada Yah Palel dan Didi Iyo. Hihihi”ungkap Ayumna dan dibenarkan oleh saudara-saudaranya.


“Ia, Iki duda cenang” ucap Dikia.


“Atuh duda....”ucap saudara yang lainnya tak mau kalah.


Hal itu membuat Tyo maupun Varell betah di rumah Tya daripada diperusahaan. Tyo yang sebenarnya hanya ingin mencari tahu apakah Tya yang baru saja ia kenal adalah istrinya yang amesia atau bukan, tapi malah terjebak dengan rasa yang tak biasa, begitu juga Varell yang ingin mendekatkan diri kepada Ayu, berusaha untuk mengambil hati wanita ketus itu.


“Tuan, saya dan Ayu ingin pergi ke mini market depan untuk membeli keperluan dapur dan lainnya. Saya minta tolong untuk menjaga si kembar dirumah.” Beritahunya.


“Apa perlu aku antar ?” tanya Tyo kepada Tya.


“Tidak perlu,Tuan. Saya dan Ayu bisa sendiri”Tolak Tya.


“Tuan disini saja, saya sama Tya hanya sebentar saja” ucap Ayu.


Tyo dan Varell hanya mengiyakan saja dan tak berani membantah, takut mereka diusir dari rumah itu. Wkwkwk. (Garang juga wkwk).


“Kalau begitu kami pergi.”ucapnya.


“Anak-anak Mom dan Bunda ingin pergi ke mini market depan, kalian ingin makan apa ?” tanya Tya.


“Umna titip toklat tobeli”pinta Ayumna


“Pitcang mum”.ucap Dikia dan Kiano bebarengan.


“tutuh tobeli”pekik Rian.


“Atuh tama Undha panila,mum”ucap Riano mewakili Ayundha.


“baiklah pesanan anak mommy akan segera datang. Tuan ingin memesan apa ?”tanya Tya.

__ADS_1


“Aku apa saja, yang penting masakanmu “jawab Tyo.


“Kalo Tuan Varell ?”tanya Tya.


“Sama aja, nona”.jawab Varell.


“Oke.Kalo begitu saya dan Ayu pamit dulu”.ucap Tya sembari menggandeng Ayu keluar.


“ DA.......DA.....MUM...Undaaaaa”


***********Skip*************


BRUKKKK..........


“auhhhh.....ssshhhh...”


“Maaf nak... maaf....”ucap wanita paruh baya itu.


“iya tan...nggak apa-apa” ucap gadis itu sembari membereskan belanjaannya yang terjatuh.


“Sekali lagi maaf ya, nak”sesal wanita paruh baya itu.


“Hehe gapapa tant, Tya nggak liat-liat jalan “ucapnya sembari menatap lawan bicaranya setelah membereskan belanjaanya yang terjatuh.


“Mora....”pekik wanita itu kepada Tya.


Ia melepaskan rasa rindunya kepada anak perempuannya yang sudah meninggal dua tahun yang lalu. Setelah melahirkan bayi-bayi kembar.


“Mora ....”ucapnya lirih sembari memperhatikan wajah ayu Tya.


Tya yang merasa risih segera melepaskan pelukan sang wanita tersebut.


“Maaf tant saya bukan Mora..”ucapnya sopan.


“Kamu Mora anak saya...”ucap wanita itu.


“Maaf tant tapi.....”


Belum selesai Tya mengatakan bahwa ia bukanlah Mora, wanita yang dikira dirinya adalah Mora anak wanita paruh baya ini. Ayu yang entah dari mana memanggil Tya untuk segera kekasir, karena acara belanja mereka sudah selesai.


“Tya..... yuk kekasir. Ini sudah lengkap semua.”ucap Ayu yang belum sadar bahwa ada orang lain selain Tya disana.


“Tya lu gimana sih, belanjaan sampai berantakan begini”ucapnya yang masih belum sadar.


“Tya issssss... diem-diem bae lu akhh”ucapnya kesal dan.......

__ADS_1


“Eh, ada orang ... maaf tant.”ucap Ayu yang baru menyadari ada orang lain selain Tya.


Wanita itu hanya tersenyum membalas ucapan Ayu dan ia terfokus dengan wajah Tya yang sangat mirip dengan Amora anaknya yang telah meninggal.


“Mom... belanjanya sudah selesai. Ayo kita ke kasir.”ucap Laki-laki remaja yang mendorong keranjang belanjaan mereka.


“Mom......”panggilnya lagi.


Yupss.. laki-laki itu adalah Andro Putra W. Adik bungsu Amora dan Agistya. Ia menemani mommy nya untuk berbelanja yang biasanya mommynya ditemani oleh Amora kakak perempuannya. Namun, sang mommy tampak mengabaikan panggilan sang dirinya dan hal itu membuat ia penasaran dengan sang mommy yang ternyata menatap wajah seseorang yang sangat mirip kakak perempuannya.


“Kak Amora....”panggilnya.


Hal itu membuat Ayu maupun Tya kebingungan kenapa anak dan ibunya ini memanggil Tya dengan sebutan Amora. Siapa Amora itu ? Apa ia dan gadis itu mirip sehingga ia dipanggil Amora. Ah, di dunia ini ada 7 manusia yang sangat mirip. Apa ia juga begitu pikirnya. Namun, karena mengingat hari sudah mulai siang, Ayu dan Tya pamit meninggalkan Mommy Amira dan Andro yang mematung melihat kepergian Tya dan Ayu.


“Ayo, mom kita kekasir”ajak Andro,sedangkan sang mommy hanya mengangguk saja.


********************Skip*****************


Sesampainya dirumah. Tya dan Ayu disambut oleh teriakan dan tertawa anak-anak ditaman samping milik Tya. Mereka tak menyadari bahwa Tya dan Ayu sudah pulang dari mini market.


Disisi lain............


Sepanjang jalan kerumah, semenjak bertabrakan dengan gadis di mini market Mommy Amira menjadi pendiam dan hal itu membuat mulut Andro gatal untuk bertanya kepada sang mommy.


“Mom.... what happend ?” tanya Andro.


“Mom kangen Mora hiks...hiks. Mom kangen” ucapnya.


“Apa karena wajah kakak itu mirip sama kak Amora ? makanya mommy sediam ini dan menangis ? ”.ucapnya dalam hati.


“Aku akan cari tahu ini nanti”ucapnya lagi.


Setelah sampainya dirumah, Mom Amira langsung keluar dan berjalan menuju kamar Amora. Disana lah, ia menumpahkan kerinduannya kepada Amora.


“Mora hiks..hiks.. mommy kangen”. ucapnya dan seketika ruangan itu menjadi tempat saksi bisu seorang ibu yang merindukan anaknya yang telah berpulang.


Sedangkan didepan kamar Amora.


“Mommy sedih lagi..... “ucapnya.


“Siapa yang sedih ? Kamu kenapa ada disini ? Mommy mana ?”.tanya Daddy Gama.


“Mommy didalam dad.”jawab Andro.


“mommy mu kenapa, Andro ?” tanya sang Daddy penasaran.

__ADS_1


"Mom......."


Happy Reading Guys, jangan lupa like and koment wkwk


__ADS_2