DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?

DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?
Bab 21


__ADS_3

“Hahaha... abang jangan begitu” tegur Grezz seraya tertawa kecil.


“Ya abis lucu sayang....” jawab Gova.


“Hehehe terserah..”ucap Grezz.


Terlihat Tyo yang mencari-cari keberadaan Tya, setelah ketemu ia mendatangi Tya dan mengajaknya duduk di tempat yang telah disiapkan Tyo.


“Kenapa sepi sekali ? kenapa hanya ada kita ?”tanya Tya ketakutan.


“Heiii... jangan takut. Aku tidak menyakitimu” jawab Tyo menghibur Tya yang ketakutan.


Definisi Tya takut gelap dan sepi.


***********Ayo Ges Mampir hehe********


“Hei tenanglah.....”ucap Tyo yang merasakan bahwa saat ini Tya tengah gemetaran”


“Adehhhh... belom apa-apa aja ni calon gemetaran hihihi” rutuknya dalam hati.


“Ayo kita kesana.....” ajak Tyo


Tiba-tiba, terlihat dua cahaya menyala didepan mereka hal itu membuat Tya kaget dan membuat Tya memeluk tangan Tyo dengan sangat erat. Sedangkan Tyo, senang bukan main.


KESEMPATAN !!!! pekiknya dalam hati.


“Ayo kesana... tidak apa-apa” ajaknya lagi


“Aku takut ... “ucap Tya gemetaran.


Sementara disisi lain...


“Aduh, si Tyo ngapain si masih lama banget... udah gatal nih kaki” ucap Gova kesal


“Sabar, Gov....”balas Ozi.


“Aduh, mereka pada ngapain sih .. lama banget, mana gelap gulita lagi ini” keluh Ozi.


“Sabar.... Oziii...” ucap Gova kesal.


“Aduh mereka berdua ini ada-ada aja.... saling mengeluh, saling menyabar.. tapi ga sabar-sabar.” celetuk Varell.


Sedangkan Grez, Ayu, Anzi dan lainnya hanya bisa menggelengkan kepala melihat saudara kembar dan sepupu itu.


“Bang, bisa diam tidak...!!” pekik Andro tertahan.


“Ini lagi, satu bocil astagaaaaaa....”keluh mereka yang disana.


“Aduh.. kakiku sakit......”ucap Difa mengaduh kesakitan karena kakinya diinjak oleh abangnya sendiri.


“Aduh, Difa jangan teriak-teriak bisa...” ucap Gova tanpa bersalah.


“Kaki adek diinjak abang huhuhu” tangisnya kesakitan.


“Aduh-aduh.... maaf dek maaf nggak terasa..” ringis Gova.


Bagaimana tidak terasa sakit,sepatu mahal Gova tak akan terasa menginjak sesuatu. Hanya terasa jika menginjak pohon dan lainnya.


Sementara disisi para orang tua.


“aduh kenapa anak-anak tidak bisa diam sih.” omel Mami Adinda.


“Iya nih... bagaimana bisa keren, kalau ribut”ucap Bunda Rachel.


“Sudah biarin saja “ ucap Papi Retno menengahi ibu-ibu rempong.


Dan kembali lagi kepada Tya dan Tyo.


“Ini duduk disini...”ucap Tyo kepada Tya dengan menuntunnya kearah kursi yang ia siapkan.

__ADS_1


“Hmm terima kasih.” jawabnya tersenyum seraya duduk walau perasaan takutnya belum juga pudar.


“Ini ayo, dimakan....” ucap Tyo.


Haduh kaku banget si gue...”rutuknya dalam hati.


“Kamu nggak makan ?” tanya Tya


“Ini mau makan kok...”jawab Tyo tersenyum.


Keduanya pun makan bersama dengan Tyo yang membantu memotong-motong stick daging menjadi beberapa bagian.


Tak lama kemudian, setelah selesai makan dan minum. Tyo tak ingin berlama-lama lagi ia pun segera membicarakan hal tersebut kepada Tya.


“Tya.... ada yang ingin aku sampaikan kepadamu” ucapnya kaku.


“Ada apa ?” tanya Tya penasaran.


“Hmmm ini....


Tyo beranjak dari kursinya dan berlutut dihadapan Tya seraya mengeluarkan cincin berlian yang ia pesan dari sahabatnya di luar negeri.


Tya yang melihat itu sangat terkejut dan matanya membulat sempurna, ia tak percaya kekasihnya akan memberikan makan malam romantis kepada dirinya, ia juga tak pernah berpikir akan seperti ini hubungan keduanya.


“Agistya Sari, will you marry me ?” tanya Tyo to the point.


“Haaaaa.......” Tya sampai terbengong-bengong kenapa tiba-tiba.


“Will you marry me ?” tanya Tyo sekali lagi,


Tya masih terdiam, sedangkan disisi lain...


“Aduh Tya lama banget jawabnya”Keluh Ozi


“Iya, lama banget” celetuk Ayu kesal.


“Kalian diam dulu...” tegur Gova dan Varell bersamaan sedangkan Grezz dan Anzii hanya tertawa kecil melihat keduanya menegur adik dan kekasih.


Balik lagi ke Tya.


“Ini nggak mimpi kan ?” tanyanya lirih.


“Nggak Tya sayang... ini benaran bukan mimpi” ucap Tyo gemas.


“Kalau gitu cubit aku dulu”ucap Tya lucu.


Tyo yang gemaspun mencubit pipi Tya yang gembul dan berisi. Hal itu membuat Tya memekik kesakitan.


“Sakitttttt...” pekiknya


“Ini nggak mimpi.. Oh My God” pekik Tya lagi.


“Bagaimana diterima nggak ? capek nih begini-begini” keluh Tyo kesal.


“Hahahahah maaf-maaf.... “ jawab Tya tertawa


“Bagaimana ? will you marry me??????”tanyanya gemessss.


“Yes, I will” jawab Tya lantang saking bahagianya yahkan hehhe


“Apaaa nggak denger “ucap Tyo pura-pura.


“IA AKU MAU MENIKAH DENGANMU AMNITYO” teriak Tya malu ia langsung menutupi wajahnya yang sudah sangat panas..


HOREEEEEEEE.....


Sorak mereka semua, dan hal itu membuat Tya terkejut. Tak lama lampu menyala dengan terang menyinari taman halaman belakang. Tya sampai terpukau melihat dekorasi tersembunyi ini dan lebih mengejutkan lagi, keramaian dari orang-orang yang datang.


“Selamat Tya sayang...”ucap Ayu bahagia melihat sahabatnya dilamar oleh laki-laki yang sangat dicintai oleh sahabatnya.

__ADS_1


“Makasih yu” balas Tya.


“Yeey selamat......bro”ucap Varell, Gova, Anzii bersamaan mereka menyalami Tyo.


“Lu, kapan nyusul ?” tanya Tyo kepada Varell dan Gova.


“Gue ntaran aja” ucap Gova dengan menaikkan kedua alisnya keatas dan kebawah.


“Guee nggak tahu deh”ucap Varell lesu.


Ia harus menemukan kedua orang tua kandung Ayu, bagaimana pun caranya.. tapi ia bingung bagaimana dan dimana mencarinya. Melihat sahabatnya lesu Tyo menepuk pundak Varell.


“Ada masalah ?”tanyanya.


“Gue harus mencari orang tua kandung Ayu.” jawab Varell.


“Apa ada petunjuk atau semacamnya ?” tanya Gova kepo.


“Ia bisa jadi, jika ada petunjuk kita bisa gunakan itu” ucap Anzi yang sedari tadi diam saja.


“Bagaimana ?” tanya Varell bingung.


“Coba tanya Ayu, apa ia ada petunjuk” ujar Anzi.


“Wait a minute” ucap Varell berjalan menghampiri Ayu.


“Yang...” panggil Varell kepada Ayu.


“Iya ada apa?” tanyanya lesu.


“Kamu masih nggak enakan badan ?” tanya Varell


“Hm, sedikit....” ucap Ayu yang merasa kepalanya sudah pusing banget.


BUGH !!!


“Ayu.......”teriak Varell.


Hall itu menimbulkan keributan dan membuat semua orang memperhatikan mereka. Bunda Rachel yang melihat itu menjadi sangat khawatir, ia berlari mengejar Varell yang membopong tubuh Ayu. Nania yang melihat Bundanya berlari mengejar Varellpun merasa heran begitu juga dengan Ayah Rafael.


“Bunda kenapa yah ?” tanya nania kepada sang ayah


“Ayah juga tidak tahu nak.” ucap Ayah Rafael.


Bukan hanya keduanya saja yang bingung, Mommy Amira dan Daddy Gama serta yang lainnya juga merasa bingung dengan Bunda Rachel yang sangat mencemaskan keadaan Ayu dan tak lupa mereka menyusul Varell, Ayu dan Bunda Rachel.


Dikamar..


“Sayang bangun....”ucap Varell.


“Varell, tolong ambil minyak angin dulu” ucap Bunda Rachel.


“Baik, tante” ucap Varell.


Tak lama...


“Ini tant” ujarnya seraya memberikan minyak angin kepada Bunda Rachel.


“Bisa keluar sebentar, tante mau mengoles minyak ke badan Ayu.” ucap Bunda Rachel dengan kedok ingin memastikan saja.


“Tapi tante... Varell mau disini saja. Varell bakalan liat kebelakang kok” jawabnya sembari membelakangi Bunda Rachel dan Ayu.


“Huftt... anak ini” ucapnya jengkel.


Bunda Rachel pun segera mengoles minyak dibada Ayu dan..


DEGH .... DEGH ..... DEGH ....


“iii..... iiiiniiii” ucapnya membeku.

__ADS_1


__ADS_2