
Iya nanti kalian ketemu sama saudara-saudara yang lain dirumah OM Tyo dan Om Varell.”bujuk Varell. Karena mereka tak segampang dibujuk seperti sikembar Rara dan Riri anak dari Gadizico dan Icellie.
“wah, benel um Palell?”tanya Rian memastikan.
“bener kok.” jawab Varell dan langsung disoraki anak-anak.
Setelah melewati drama-dramaan, Tyo dan Varell pamit pulang, anak-anak melambaikan tangannya dengan gembira.
“DADADADDADADADA.......”
“ayo sekarang kita masuk dan kalian harus tidur...”ajak Tya.
“tiap mum” ucap mereka serentak.
“Jangan lupa cuci tangan dan gosok gigi”peringat Ayu.
“tiap Busss”ucap mereka lagi.
Dua bulan kemudian,
Di rumah keluarga Daddy Gama, terlihat seorang wanita paruh baya yang duduk dikursi roda sedang menatap taman bunga yang ditanami oleh anak gadisnya. Semenjak kejadian yang mana ia bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan anaknya yang sudah meninggal, ia juga melupakan anak gadisnya yang hilang dan hal itu membuat ia depresi dan berkali-kali masuk kerumah sakit. Sedangkan, Daddy Gama ia sudah berusaha mencari keberadaan anak gadisnya yang hilang yang dibantu oleh Andro dan anak buahnya yang lain. Namun, sampai sekarang belum menemukan titik terang.
“Dad, sampai kapan mommy begini ?”tanya Andro lirih.
“Dad juga tidak tahu nak, kita sudah mencari saudari kembar kakakmu yang hilang, namun belum ada titik terangnya.”ucap Dady Gama.
“Huft...... Dad, Roro berangkat ke kampus dulu ya.”pamitnya kepada sang Daddy.
“Iya hati-hati” ucap Daddy Gama.
Namun, belum Andro melangkahkan kakinya. Ia dan Daddy nya terkejut mendengar suara kesakitan yang berasal dari suara wanita yang mereka sayangi.
“AKHHHHHHHH.....Sakitttt...”
“Sayang..../Mommmmyyy.....”teriak mereka bersamaaan.
Mereka menghampiri Mommy Amira, entah kenapa tiba-tiba ia memekik kesakitan dan menyebut nama Yaya.
“Yaya.......”teriaknya histeris.
Di sisi lain...
BRAKKKKKK.
Sebuah mobil melaju dengan kencang kearah dua wanita yang sedang mengiring anak-anak untuk menyebrang jalan. Namun sial, salah satu dari wanita tersebut tertabrak oleh si pengendara mobil itu dan mengakibatkan tubuhnya terpental sangat jauh. Hal yang membuat anak-anak histeris melihat tubuh sang mommy terpental jauh beberapa meter.
__ADS_1
“Mummmmmmmm......”teriak anak-anak.
“Tyaaaaaaaaaaaaa.....”ucap wanita itu.
Yup, mereka adalah TYa, Ayu dan enam kembar. Mereka baru saja akan pergi ke mini market. Namun, musibah lebih cepat datang menghampiri disaat mereka semua akan pergi berbelanja.
“Hiks.. hikss... tulung-tulung, tulung ... mum tita hiks..hiks”tangis histeris anak-anak membuat Ayu juga ikut beteriak minta tolong.
Warga setempatmengerumuni mereka, ada yang menghubungi ambulan dan ada yang membantu menenangkan anak-anak kembar, sedangkan Ayu ia berusaha menghubungi Varell dan juga menyadarkan Tya. Ia tak perduli dengan dirinya yang sudah bersimbah darah.
Tut.... tut... tut...
“Akhhhh rell, angkat dong hiks..hiks..”
Namun nyatanya Varell tak bisa dihubungi.
Bunyi siren ambulan menyadarkan Ayu, Warga sebagian membantu mengangkat tubuh Tya kedalam ambulan dan sebagian mengangkat tubuh anak-anak kembar kedalam ambulan begitu juga Ayu. Didalam ambulan mereka menangis sepanjang jalan, hingga tanpa sadar bahwa Ayumna sudah tak sadarkan diri.
Selang beberapa menit, akhirnya ambulan sampai di rumah sakit. Para suster dan dokter sudah bersiap menunggu korban didepan aula rumah sakit.
Ketika ambulan berhenti didepan mereka para perawat mendorong brangkar dan mengangkat tubuh korban, tapi salah satu perawat berteriak......
“Tolong..... satu anak sudah tak sadarkan diri.” ucap perawat itu.
“Astaga Ayumnaaaa....”teriak Ayu panik.
“tolong bawa mereka semua”titah Dokter Clarissa.
“Mba, tolong urus administrasi terlebih dahulu, biar anak-anak ikut dengan assisten saya, keruangan pribadi saya.”ucap Dokter Clarissa.
“Terima kasih, dok.” ucap Ayu berlari kearah administrasi.
“anak-anak ayo ikut suster kita bersihkan diri diruangan dokter Clarissa”. ajak suster Vania.
“api tutel, mum tama unda ntik taliin tita dabaimana?”ucap Dikia.
“Tadi Dokter Clarissa sudah bilang ke bunda kalian.Jadi dia mengijinkan”. jawabnya.
“Aik laah, yuk adik tita titut tutel .....
“Suter Vania dik.” Sanggah Vania.
“ia tutel naniah”. ucap Dikia.
Waduh salah lagi, begitulah yang ada dipikiran Vania.
__ADS_1
Mereka berenam pun pergi keruangan pribadi Dokter Clarissa, kenapa ada ? karena itu ruangan yang difasilitaskan Tyo untuk sepupunya Varell agar ia nyaman berkerja dirumah sakit itu dan hali itu hanya Tyo, Varel,Clarissa dan Vania yang tahu.
Assisten Vania adalah anak bungsu dari Mommy Almira dan Daddy Tian. Ia mengikuti jejak Daddynya Tian yang merupakan dokter, tetapi bedanya ia bekerja menjadi assisten sepupunya sendiri. Sama seperti Clarissa dan Varell yang bekerja dengan sahabatnya sendiri.Hal itu mereka lakukan, agar mereka bisa beradaptasi dengan orang-orang tanpa memandang status mereka dari kalangan orang kaya.
Skip.... skippp... skipp...
Disaat bersamaan, Daddy Gama dan Andro membawa Mommy Amira ke rumah sakit yang sama dengan Tya. Saat Ayu hendak pergi keruangan Tya berada, ia malah bertemu dengan Ibu dan anak di mini market dua bulan yang lalu namun dalam keadaan wanita tersebut tak sadarkan diri. Andro yang tak sengaja melihat Ayu, hanya mengerenyit heran ada apa dengan kakak tersebut dengan keadaan berlumur darah. Apa yang telah terjadi ?itulah pikirnya.
“Kamu kenapa nak ?” tanya sang Daddy yang baru menyelesaikan administrasi.
“Roro liat kakak yang kemarin, dad. Tapi dia berlumuran darah, entah kenapa Roro merasa aneh kemana teman kakak yang dipanggil mommy kak Amora”. ucap Andro lirih.
“Mommymu memanggil teman kakak itu Amora ?”tanya Daddy.
“Yes dad.”jawab Andro
“Dimana kakak itu sekarang, Ro ?”tanya Dady Gama lagi.
“Roro nggak tahu”. jawabnya
Memang ia tak begitu memperhatikan kemana Ayu pergi, karena ia terfokus dengan darah yang melumuri gaun putih Ayu.
“tumben Ayu menghubungiku, ada apa.” ucapnya dalam hati.
“telfon balik aja deh, anggap saja nelfon kekasih hihihi...”ungkapnya.
Tut.....tut....tut....
“Duh, nggak diangkat. Sibuk kali ya”.ucapnya.
“Lu kenapa rell ?” tanya Tyo.
“Ini nih, Ayu telfon. Tapi aku telfon balik dia nggak...........
“Hallo yu , a.......
“WHATTTTTTT...?! Kalian dimana sekarang? Aku sama Tyo segera kesana”. Pekiknya
“Ada apa ?”tanya Tyo penasaran.
Varell tak menjawab, ia menarik Tyo menuju lobby tanpa memperdulikan ocehan Tyo yang kesal main tarik. hehehehehe. Varell... Varell... selalu saja.
HELLO GAES, JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN SHARE KETEMAN-TEMANMU.
TERIMA KASIH BUAT TEMEN-TEMEN YANG SETIA MEMBACA NOVELKU. WALAU JARANG UP HEHE..
__ADS_1
HAPPY READING..
TETAP STAY DI NOVELKU.ʕっ•ᴥ•ʔっ