DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?

DADDY, KAMI YANG MANA MOM ?
BAB 39


__ADS_3

Disinilah semua para maid berkumpul, mereka yang sudah lama bekerja di mansion Daddy Gama baru kali ini memasuki ruang interogasi biasanya mereka hanya melewati pintu saja tanpa masuk ataupun bertanya kapan mereka bisa merasakan ruangan tersebut.


Namun, hari ini adalah hari pertama mereka masuk keruangan ini dengan permasalahan yang mereka tidak tahu siapa pembuat onar dan sialnya mereka juga ikut.


Tampak tuan mereka memasuki ruangan interogasi dengan raut wajah yang sangat-sangat menakutkan, apakah salah satu dari mereka yang berdiri diruangan itu melakukan kesalahan fatal.


HMMMMM.....


GLEK....


Semua maid menelan salvinanya.. mereka merasa ruangan itu sangat mencekam.


“Ada yang ingin kalian sampaikan ?” tanya Daddy Gama.


Tatapan mata elang itu seakan menghunus tubuh mereka, seakan mencabik-cabik diri mereka.


“Ma..maaf tu..tuan ada apa ? kenapa kami berkumpul diruang keramat ini ?” tanya Bi Surtih


“Bagus bi, berani bertanya” Celetuk Andro


“Eh....” cengok Bi Surtih.


Daddy Gama menahan tawanya, ia harus bisa bersikap tegas untuk mendapat keadilan, karena ia tidak mau kejadian dimansion beberapa bulan lalu terjadi kembali. Maka dari itu ia harus bersikap tegas dan kejam dihadapan mereka semua.


“Ada yang ingin menyampaikan sesuatu kepada saya ?” ucap Daddy Gama lagi. Kali ini sangat seram.


Semua kembali diam, mereka bingung mau mengatakan apa kepada tuannya. Bingung sekali bunda.


Sedangkan disisi lain,Tya sedang menyuapi Tyo makan malam. Tya menahan tawanya melihat wajah suaminya yang bonyok ulah Papi Retno.


“kamu kalo mau ketawa, ketawa aja” ucap Tyo kesal


“Ya maaf mass... lucu loh” goda Tya.


“Kamu ya, senang liat mas seperti ini” ketusnya


“Ya habis mas duluan kan yang salah” ucap Tya kesal


“Loh kok kamu yang kesal yang ?” ucap Tyo tak paham.

__ADS_1


“YA kamu gamau aku hamil anak kamu” ucap Tya marah hingga ia membantik sendok membuat Tyo terkaget-kaget.


Tyo terdiam mendengar ucapan Tya, apa ia harus memberi alasan kenapa ia tak ingin Tya hamil karena traumanya ini,tapi jika tidak papinya akan meminta Tya menceraikannya. No, Tydack Boleh !!!


Tyo yang sedang berperang pikiran dengan otaknya, sedangkan Tya menatap Tyo dengan kesal. Ia menyentil luka dimata Tyo dan itu berhasil membuat Tyo menjerit kesakitan.


“Jawab atau aku sendokin matamu” ancam Tya sinis.


Tya sangat menakutkan dimata Tyo, hal itu mau tak mau Tyo menceritakan ketakutannya, ia lebih takut bila berpisah dengan Tya tak apalah ia buang jauh-jauh ketakutan trauma hamil itu.


“Jadi.......mau atau...


“Yayaya aku ceritain....” ucap Tyo kesal dan terpaksa.


“Yes kena kau” sorak Tya dalam hati


“Jadi gini.......................”


Tyo menjelaskan dan menceritakan secara detail mengapa ia tak mau Tya hamil dan ia juga menceritakan ketakutannya tentang mimpi yang sering datang disaat ia tidur, dimana ia melihat Amora menangis karena takut Tyo tak bisa menjaga kembarannya dan masih banyak lagi. Tya yang mendengar itu semua menjadi menyesal karena berpikir yang tidak-tidak terhadap suaminya yang ternyata menahan rasa takut sendirian.


Tanpa mereka sadari ada beberapa pasang telinga mendengar cerita Tyo, Papi Retno yang mendengar cerita anaknya menjadi merasa bersalah karena sudah menghajar anaknya tanpa tahu alasan yang sebenarnya.


“Papi minta maaf nak..” ucapnya lirih


“Tak apa pi, Tyo tahu papi berlaku seperti itu agar Tyo tak larut dalam menyembunyikan ini semua” ucapnya menenangkan perasaan papinya.


Mami Adinda dan Mommy Amira serentak mengucapkan kata otw cucu baru. Yang mana membuat Tya tersedak ludah sendiri. Begitu juga anak-anak yang lain bersorak ria.


Malam itu menjadi malam bersejarah untuk keluarga besar-berbesanan. Mereka telah menentukan kapan dan dimana mereka menggelarkan pernikahan Andro dan Ayana.Sedangkan Daddy Gama sedang mengintrogasi para maid di ruang interogasi.


“ Pernikahan adalah ibadah, dan setiap ibadah bermuara pada cinta-Nya sebagai tujuan. Sudah sewajarnya setiap upaya meraih cinta-Nya dilakukan dengan sukacita”


“Kenali masalahnya, ketahui risikonya, dan pelajari solusinya. Ini modal kamu untuk bisa punya pernikahan yang bahagia nanti”


“Kita jatuh cinta bukan karena menemukan orang yang sempurna, melainkan karena melihat kesempurnaan pada orang yang tidak sempurna.”


Dua bulan kemudian, hari ini adalah hari pernikahan Andro dan Ayana. Pernikahan mereka digelar di salah satu hotel berbintang Papi Raffa. Mereka terlebih dahulu melangsungkan pemberkatan pernikahan di sebuah gereja terkenal dikota itu. Ayana sangat-sangat cantik ia menyerupai wajah sang mami saat muda ketika menikah dengan Papi Raffa.


Semua keluarga besar-berbesanan, tampak menghadiri acara pernikahan Andro dan Ayana. Begitu juga dengan anak-anak panti dan ibu panti tempat Ayana dibesarkan.

__ADS_1


Semuanya merayakan kebahagian kedua mempelai.


...****************...


Maaf ya teman-teman novelnya aku tamatin..


makasih buat teman-teman yang udah stay di novelku ini..


semoga kedepannya aku bisa lanjutin lagi novel ini dengan bonus chapter atau season 2 lah hehe...


yang mau berteman denganku boleh follow platform aku yang disini.. atau boleh cari instagram aku.. sama dengan nama novelku ini.


sekali lagi maaf ya, ceritanya ga sesuai harapan.


yang udah support aku di platform terima kasih banyak.. hehe.



Ayundha dan Ayumna


4 tahun



Rian dan Dikia


4tahun



Riano dan Kiano


4 tahun.


Begitulah gambaran kurcaci tersayang keluarga besar-berbesanan..


matahari mengajarkan kita bahwa pada setiap pertemuan yang hangat terdapat sebuah perpisahan yang indah.


"Arief Subagja"

__ADS_1


__ADS_2